
Mentari kembali datang menyapa bumi,pagi itu gedung perusahaan K-TECH nampak lebih ramai dibandingkan hari biasanya.Di area parkir begitu penuh dengan mobil dari para wartawan yang akan meliput berita penting.Di depan gedung perusahaan K-TECH pun juga sudah sarat dengan wartawan yang datang berbondong-bondong memburu berita mengenai kasus pelecehan yang menyeret nama Direktur perusahaan tersebut.
Heru yang baru saja datang begitu terkejut dengan banyaknya wartawan yang datang,pasalnya ia meminta pada bawahannya untuk mengundang beberapa wartawan saja sedangkan saat ini wartawan yang datang bahkan begitu banyak dari yang ia duga.Bahkan saking banyaknya wartawan membuat gedung perusahaan K-TECH saat ini seperti sedang mengadakan konser musik Musisi ternama Dunia.
"Kenapa ramai sekali?"Tanya Heru pada asistennya.
"Ini diluar kendali saya Tuan,saya semalam hanya mengundang sekitar belasan wartawan saja untuk acara hari ini tapi entah mengapa yang datang malah lebih banyak berkali-kali lipat,"Sahutnya.
Sial!! Apa yang harus aku lakukan kalau begini? Dan kenapa orang-orangku tidak dapat menemukan wanita itu.Siapa sebenarnya wanita itu dan apa tujuannya membuat semua kekacauan ini? AAAAARRGH!!!
Heru pun turun dari mobilnya,ia berjalan dengan dibantu beberapa satpam untuk menerobos kerumunan wartawan yang memadati tempat itu hingga menghalangi pintu masuk gedung perusahaan K-TECH.Melihat kedatangan Heru,wartawan pun mulai memfokuskan kamera mereka ke wajah Heru.Mereka menyoroti gerak-gerik Heru yang menjadi aktor utama dalam video dokumentasi mereka.
Akhirnya Heru pun berhasil melewati lautan manusia itu.Melihat Heru memasuki gedung,semua staf dan karyawan di gedung itu saling berbisik satu sama lain,termasuk Eka dan Rini mereka sama-sama membahas berita yang beredar.
Ia menyiapkan dirinya untuk menghadapi acara yang menentukan kehidupannya selanjutnya.
"Tuan mari kita segera mulai acaranya karena kami sudah tidak bisa mengatasi lagi semua wartawan itu,"Ajak staf Heru."Dan anda juga sudah ditunggu oleh Pimpinan,tapi beliau meminta anda menyelesaikan konferensi pers ini terlebih dahulu baru setelahnya anda menemui Pimpinan."
"Benar Tuan,mari kita segera mulai saja,"Imbuh salah satu staf lagi.
"Baiklah ayo kita mulai!"
Heru pun melangkah menuju kursi yang telah tersedia,ia duduk ditemani keempat stafnya.Mereka duduk berjajar menghadap kearah para wartawan yang sudah menunggu mereka.
__ADS_1
Setelah acara dibuka oleh pembawa acara,akhirnya tiba saatnya Heru membuka suara.Ia memegang mikrofon dengan sedikit gemetaran karena saking banyaknya wartawan yang datang.Sementara para wartawan sudah siap merekam momen yang bernilai fantastis itu bagi mereka.Acara konferensi pers ini ditayangkan secara live di semua channel bisnis,baik di televisi maupun di sosial media.
"Selamat pagi semuanya!"Ucap Heru yang sontak membuat para wartawan yang tadinya terdengar ribut langsung diam seketika.Mereka fokus mendengarkan,tapi sejujurnya sejuta pertanyaan juga sudah ada diujung lidah mereka."Baiklah tanpa panjang lebar lagi hari ini saya berniat untuk mengklarifikasi berita yang sudah beredar luas yang menyeret nama saya."
"Jadi Tuan apakah benar anda telah melecehkan seorang wanita di tempat fitness seperti yang disebutkan di artikel itu?"Tanya salah satu wartawan yang terdengar begitu lantang.
"Tidak,itu sama sekali tidak benar dan biar saya luruskan kalau berita di artikel itu adalah fitnah belaka,"Jawab Heru.
"Tapi kenapa foto yang ada di artikel itu terlihat begitu nyata Tuan,lihatlah posisi anda di foto itu Tuan apakah anda memang sedang melakukan kencan buta dengan wanita itu? Bolehkah anda ceritakan apa yang sebenarnya terjadi Tuan?"Tanya salah seorang wanita yang membuat wartawan lain menjadi ikut mengangguk dan meyuarakan uneg-uneg mereka.Seketika suasana didalam gedung kembali riuh.
"DIAM!!!"Teriak Heru."Apakah kalian tidak percaya dengan jawaban saya huh? Dengar baik-baik,sekali lagi saya tegaskan kepada kalian semua bahwa saya tidak ada hubungan apapun dengan wanita itu dan kejadian sesungguhnya tidak seperti yang disebutkan pada artikel itu,"Heru menghela napas panjang."Saya tidak mengenal wanita itu,saat itu dia meminta bantuan pada saya untuk mengajarinya mengangkat barbel karena dia baru pertama kali melakukannya."
"Benarkah yang anda katakan Tuan? Kalau benar begitu kenapa dia tidak meminta bantuan pada instruktur atau coach yang ada di tempat fitness itu,kenapa harus anda yang mengajarinya atau jangan-jangan memang anda yang menggoda wanita itu,"BOOM!!! Pertanyaan kali ini benar-benar memancing keributan bagi wartawan lainnya,mereka juga makin tidak percaya dengan pengakuan Heru tadi.
"Iya Tuan,dan apa benar sebelumnya anda yang meninggalkan mantan istri anda hanya demi bisa bersama Nona Siska yang notabene adalah cucu dari Presdir Kim lalu sekarang apakah anda ingin melakukan penghianatan yang sama pada Nona Siska yang sudah menjadi istri sah anda?"Celetuk salah satu wartawan.
Heru wajahnya nampak merah padam dengan perlakuan para wartawan itu terhadapnya.Ia ingin sekali menyumpal satu persatu orang yang meneriakinya dengan tidak sopan itu,namun dengan sigap beberapa orang staf memeganginya dan mengamankan Heru dari tempat itu.
Sepeninggal Heru,suasana semakin tidak kondusif.Beberapa wartawan berteriak lantang karena mereka merasa kecewa dengan jawaban Heru yang terdengar tidak meyakinkan itu.Mereka juga kecewa karena Heru bahkan belum menjawab separuh dari seluruh pertanyaan.Namun kekacauan itu dapat segera reda setelah beberapa mobil polisi datang.Orang-orang yang tadi memadati gedung itu pun mulai berhamburan keluar dan segera pergi dari tempat itu.
Sementara itu,Heru kini telah berada di dalam lift bersama dengan stafnya menuju ke ruang Pimpinan.Wajah Heru kini nampak pucat,saat pintu lift terbuka ia merasa kakinya sangat gemetar.Ia mungkin amat ketakutan karena telah berbuat satu kesalahan,ia tidak tau apa yang harus dikatakan lagi di depan Pimpinan nanti.
Dan akhirnya sampailah Heru diruangan Pimpinan.Saat ia masuk,ia disambut oleh Michael dan langsung mengantarnya menghadap Pimpinan.Disana rupanya tak hanya Pimpinan saja,namun ada juga Presdir Kim.Heru membungkukkan badannya untuk memberi hormat kepada semua orang terutama untuk Lena Kim.
__ADS_1
"Silahkan duduk!"Kata Pimpinan.
"Terimakasih Pimpinan,"Ujar Heru.
"Aku pikir kau tidak berani masuk kemari setelah membuat kekacauan ini,"Sindir Lena Kim."Dan lihatlah ini!"Lena Kim menyodorkan sebuah tablet ke hadapan Heru.
"Apa ini?"Tanya Heru seperti anak kecil yang polos.
"Itu adalah ulahmu,kau tau beberapa jam yang lalu harga saham K-TECH masih stabil dan bertengger diatas perusahaan lain,"Lena Kim menarik napas dalam-dalam."Tapi,karena pertunjukannmu tiga puluh menit yang lalu harga saham kita menurun drastis dan masih terus menurun,dan juga beberapa perusahaan membatalkan kerjasama dengan K-TECH setelah menonton pertunjukanmu di televisi,"Tuduh Lena Kim.
"Tapi Pimpinan,tadi itu saya memang mengatakan hal yang sebenarnya karena memang saya tidak melakukannya dan saya ini dijebak,"Heru berusaha membela dirinya sendiri.
"Lalu kenapa semua wartawan tetap bersikeras menuduhmu? Bahkan saat kau sudah melakukan klarifikasi,itu tidak membantu sama sekali,kenapa bisa begitu?"Tanyanya.
"Saya tidak tau kenapa wartawan itu begitu memojokkan saya,sekarang yang menjadi kunci adalah wanita itu tapi sayangnya orang-orang saya tidak berhasil menemukannya,"Jawab Heru dengan raut wajah yang makin pucat.
"Kalau soal wanita itu kami sudah menemukannya Nyonya,wanita itu adalah spg di sebuah Mall yang letaknya tak jauh dari anak cabang perusahaan K-TECH,"Celetuk Michael."Kami masih menggali informasi mengenai wanita itu termasuk dimana dia tinggal."
"Carilah info lebih banyak lagi Michael dan untukmu Heru,aku masih memberimu satu kesempatan untuk menyelesaikan masalah ini,"Ujar Lena Kim sambil mengangkat secangkir teh di depannya."Karena kau juga banyak memberikan prestasi dan juga dedikasi untuk perusahaan ini maka akan ku izinkan kau bertahan di posisimu sekarang,tapi jika kau tidak dapat menyelesaikannya maka kau akan seperti ini,"Lena menjatuhkan secangkir teh itu ke lantai hingga membuat cangkir cantik itu hancur berantakan.Ia lalu meninggalkan Heru dan Presdir Kim di ruangan itu.
Michael langsung berjalan menyusul Lena Kim.Sementara Heru hanya bisa diam saja karena merasa syok dengan apa yang baru saja ia alami.
__ADS_1
"Kau lihat kan seperti apa kakak perempuanku,dia adalah tipikal orang yang tidak pernah mengingkari janjinya,"Presdir Kim menghela napasnya."Jika kau tidak memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,maka aku minta maaf karena aku tidak bisa membantumu lagi."Nasehatnya sembari menepuk bahu Heru.Ia pun lantas pergi meninggalkan Heru sama seperti yang dilakukan Lena Kim.
Lihatlah nanti,aku akan benar-benar menghancurkan wanita itu,tak peduli siapapun dia.Berani-beraninya dia membuatku seperti ini.