
"Permisi Nona Jessy apakah anda sibuk?"
"Eh tidak kok,ada apa Nara?"Meletakkan majalah yang tadi dibacanya keatas meja.
"Saya hanya ingin bicara saja dengan anda Nona."Sambil menggaruk kepalanya.
"Bicara tentang apa Nara sepertinya penting sekali?"
"Sebelumnya saya minta maaf kalau sudah lancang,saya hanya ingin tau perihal hubungan anda dengan Tuan Muda,"Nampak tidak yakin mengatakannya.
Aduh Nona Jessy marah gak ya,kenapa aku jadi kepo begini sih.
Ini gara-gara taruhan konyol itu.OH MY GOD!!!
"Hubungan yang seperti apa maksudmu Nara? Bukankah sudah jelas kalau aku hanya berteman dengan Kenan."
"Tapi saya rasa Tuan Kenan merasakan hal yang lebih dari itu Nona,seperti yang saya perhatikan akhir-akhir ini Tuan Kenan begitu perhatian dengan anda dan sering menghabiskan waktu bersama anda Nona".Sudah mulai santai mengeluarkan uneg-unegnya."Dan saya lihat juga akhir-akhir ini Tuan Kenan lebih suka tinggal di apartemen daripada pulang kerumahnya,padahal Nona Marisa selalu menanyakan keberadaan Tuan Kenan."
"Marisa?"Jessy mengeryitkan dahinya.
"Iya Nona Marisa adalah adik kandung dari Tuan Kenan."
"Memangnya ada apa dengan adikku Nara."Nampak Kenan muncul dari arah dapur menuju kearah Nara dan Jessy.Rupanya sedari tadi Kenan memang telah berada di dapur hanya saja Nara tak menyadarinya,Nara pun yang tadinya sudah terlihat santai saat bicara dengan Jessy kini menjadi panik.
Aduh sial!!! kenapa ada Tuan Muda disini,bagaimana ini.
Aku harus jawab apa nih?
"Eeeeh...tidak Tuan,Nona Marisa tidak apa-apa.Hanya mungkin sedikit merindukan anda karena anda sudah lama tidak pulang kerumah,"Nara terlihat gugup.
"Benarkah begitu??? Jadi kau mau mengusirku dari apartemen ini ya?"
Aduh kenapa jadi serba salah gini ya aku.Bagaimana kalau aku dipecat karena hal ini.
Sepertinya Tuan Muda memang sengaja mempermalukan aku didepan Nona Jessy.
"Ti...ti...tidak Tuan bukan begitu maksud saya,Nona Marisa hanya menitip pesan saja untuk anda agar anda bisa menyempatkan untuk pulang."
"Hey kenapa dia tidak menelponku saja kan bisa,kenapa harus menitip pesan padamu memangnya ini zaman apaan."
__ADS_1
Melihat Kenan seperti itu Jessy jadi ingin tertawa namun karena kasihan melihat Nara di interigasi seperti itu ia mengurungkan niatnya.Ia langsung membawa Nara keluar dari kamarnya.
"Eh Nara tolong belikan aku ice cream coklat ya,"Mengedipkan satu matanya sebagai kode.
"Baiklah Nona,"Sama mengedipkan matanya."terimakasih Nona,"Berbisik ke telinga Jessy.
Melihat itu Kenan jadi kesal pada Jessy."Jess kenapa kamu nyuruh Nara keluar sih aku kan belum selesai bicara dengannya,"Kenan menyilangkan kedua tangannya.
"Apa kamu tidak bisa melihat betapa tegangnya wajah Nara menjawab pertanyaanmu."
"Biarkan saja,siapa suruh dia bicara sembarangan,"Bicara dengan nada kesal."Oh ya aku minta maaf atas kelancangan Nara yang sudah bertanya yang aneh-aneh sama kamu.Dia memang begitu dari dulu,kalau saja dia tak berkompeten dalam mengelola apartemen ini pasti aku sudah lama memecatnya."
"Hey sudahlah,aku juga sudah memaafkan Nara.Kenapa harus sampai bahas pecat-pecat segala sih.Udahlah aku gak apa-apa kok."Mengusap-usap lengan Kenan untuk meredakan rasa kesalnya.
Tapi kalau dipikir-pikir apa yang dibilang Nara itu ada benarnya sih.Aku memang merasakan hal yang berbeda kala didekat Jessy.Aku merasa bahagia saat bersamanya,tapi bukan sebagai teman melainkan sebagai pasangan.Hey hati,kau ini memihak siapa huh? Memihakku atau Nara?.Kau kan ada didalam tubuhku seharusnya kau memihakku bukannya Nara,atau kau mau aku pecat bersamaan dengan Nara? Huh dasar!!!.
Terjadi gejolak dalam hati Kenan.Pikirannya juga jadi tak tenang memikirkan apa yang dikatakan Nara pada Jessy.Sepertinya Kenan mulai merasakan getaran-getaran yang aneh kala ia bersama Jessy.Kenan tak tau apa sesungguhnya nama dari getaran itu.😄
"Jess kamu kan tadi bilang pas perjalanan pulang kalau kamu mau membuatkan kue spesial untukku,sekarang mana."Kenan menadahkan tangannya.
"Oh iya aku lupa,ayo kita langsung ke dapur aja."
"Kamu yakin gak mau liat prosesnya seperti apa,seru loh."Sambil memakai apron.
"Baiklah aku liat prosesnya seorang pemilik restoran berbintang membuat kue secara langsung,ini adalah momen langka."
"Cih kamu ini."
Jessy mulai membuat adonan cheesecake strawberry,ia nampak piawai melakukan pekerjaan ini.Kenan memperhatikannya secara seksama,tapi ia lebih sering melihat kearah wajah Jessy ketimbang adonan kue itu sendiri.
Jessy semakin terlihat cantik kalau sedang memasak begini.
Jessy mulai menuangkan adonan kedalam loyang,setelah itu ia mulai memasang topping diatas adonan itu.Ia memarutkan keju,melihat Jessy seperti itu Kenan sepertinya ingin ikut melakukan hal yang sama.
"Jess biar aku yang parutin kejunya ya,sepertinya seru,"Kenan mengambil alih parutan keju dari tangan Jessy.
"Oke hati-hati biar cantik hasilnya,"Jessy memperhatikan Kenan."Nah kalau udah selesai,next kita kasih selai stroberi lagi dengan cara seperti ini,"Jessy menunjukkan caranya pada Kenan.
Kenan lucu juga ya kalau lagi masak begini,aku jadi geli deh liat dia seperti ini.Liat saja tubuh kekarnya hahaha kerjain aah.
__ADS_1
"Ken jangan seperti itu nanti adonan kuenya akan gosong sebelum matang saat di oven."Menahan tawanya.
"Loh jadi gimana dong,kan kamu yang kasih tau aku cara ini.Gimana sih Jess."Menatap Jessy bingung.
"Ya salah,yang benar itu seperti ini,"Mengoleskan selai strawberry diwajah Kenan."Hahaha ini baru benar."Jessy tertawa melihat wajah Kenan yang lucu karena ulahnya.Ia kemudian melepas apron yang dipakainya dan berlari mengambil ponselnya."Cekkrekkk!!!"Jessy mengabadikan momen lucu ini.
"Hey kamu berani ya,"Kenan berlari mengejar Jessy kemudian memeluknya dan menggelitik Jessy."Dasar nakal,rasakan ini,hahahaha."
"Hahaha ampun Ken,ampuun."Jessy tertawa kegelian.
"Makanya kamu jangan jahil,atau aku akan menggelitikmu terus,"Melepas pelukannya."Coba lihat seperti apa mukaku."
"Jangan kamu pegang hp aku nanti kamu hapus lagi fotonya,nih ya aku aja yang tunjukin ke kamu betapa lucunya wajahmu itu.Hahahaha."Jessy pun menunjukkan hasil jepretannya pada Kenan.Ia nampak menahan tawa melihat ekspresi Kenan difoto itu.Begitu pula Kenan,ia merasa konyol melihat dirinya seperti itu.Baru kali ini ada yang berani melakukan hal seperti ini.Jika melihat wajahnya seperti ini,seketika jatuh wibawanya.Tuan Kenan yang dikenal sebagai pengusaha muda yang cool diluar sana kini dihadapan Jessy terlihat seperti tidak ada wibawanya.Akan tetapi Kenan merasa senang melihat tawa tulus Jessy tanpa paksaan itu.Seandainya memang hal ini membahagiakan bagi Jessy maka ia pun rela melakukannya tiap hari untuk mempertahankan tawa itu.
"Maafin aku ya,sini biar aku bersihin wajah kamu."Mengusap selai strawberry diwajah Kenan dengan tisu.Jessy secara perlahan melakukannya,Kenan pun hanya diam saja.Ia melihat mata Jessy yang posisinya sangat dekat dengannya,bahkan ia bisa merasakan hembusan nafas Jessy.Hatinya berdebar tak karuan saat ini,apalagi saat pandangan mereka bertemu.Jessy pun langsung melihat kearah lain karena merasa canggung.
"Baiklah sekarang aku oven dulu cheesecake strawberrynya ya."
"Iya Jess."
Mereka berdua menunggu matangnya kue itu dengan berbincang dan diselingi candaan dari keduanya.Dan setelah beberapa menit menunggu akhirnya kue yang dinanti pun telah matang sempurna.Aromanya harum tercium masuk ke rongga hidung Kenan.
"Wah dari baunya saja sudah enak ya,apalagi rasanya."
"Ini dia cheesecake strawberry buatan Jessy aswatama,tunggu dulu ya biar aku potongin buat kamu."Jessy memotong kue itu untuk Kenan."Nah ini dia,silahkan dicicipi."Meletakkannya kue itu didepan Kenan.
"Jess jangan nanggung-nanggung dong,ini kan kue spesial harusnya sekalian kamu suapin aku dong,"Pinta Kenan oada Jessy.
"Baiklah karena aku sedang berbaik hati,ayo buka mulutmu a..a..a,"Jessy menyuapkan sesendok kue kemulut Kenan dengan perlahan."Bagaimana rasanya?"Menantikan jawaban Kenan yang masih mengunyah kue itu.
"So delicious,Enak banget Jess,"Kenan nampak menikmati kue itu.
Saat hendak menyuapkan kue lagi ke mulut Kenan,terdengar suara bell dari luar.Jessy pun berlari dan membukakan pintu.Ternyata Nara yang datang dengan membawa banyak ice cream coklat pesanan Jessy tadi.
__ADS_1
Apakah Tuan Muda masih ada disini ya,oh ya Tuhan itu dia Tuan Muda berjalan menuju kemari.Aduh aku harus apa nih,tolong,tolooong selamatkan aku dari Tuan Muda.