Jatuh Cinta Lagi

Jatuh Cinta Lagi
ULANG TAHUN JESSY


__ADS_3

Matahari tersenyum pada bumi dengan sinar keemasannya.Jessy tersenyum dengan tenang di hari yang spesial ini,hari dimana dua puluh lima tahun yang lalu dirinya dilahirkan ke dunia ini.Ia saat ini tengah berada di rumah orang tuanya,ia memang ingin merayakan ulang tahunnya di tempat itu.


Aku bersyukur padamu Tuhan,hingga saat ini aku masih bisa bernafas.Aku sangat bahagia menjalani kehidupan ini walaupun diterpa banyak masalah,aku percaya bahwa hal baik akan selalu datang menyertainya.


Jessy memasang reseleting belakang pada dressnya,namun karena ukurannya yang panjang sepertinya ia sedikit kesulitan.Melihat anaknya kesulitan,mama Jessy pun menghampirinya dan membantu anak perempuannya itu.


"Gak nyangka ya anak mama ini sekarang udah berusia 25 tahun,selamat ulang tahun ya nak doa terbaik dari mama buat kamu,God bless you,"Seraya memasang reseleting dress Jessy yang kemudian dilanjut dengan menyisir rambut Jessy.Memang ya sebesar apapun anak perempuannya,dimata ibu kita tetaplah little girl mereka.Kasih sayang mereka tidak pernah berubah sedikit pun dan tak lekang oleh waktu.


"Iya ma,terimakasih untuk semuanya,"Memeluk hangat mamanya.


"Iya nak,mama akan selalu berada di sisimu apapun situasinya,"Katanya sembari membalas pelukan hangat Jessy."Mama turun dulu ya,kamu lanjutin aja siap-siapnya"Setelahnya,wanita itu pun pergi dari kamar Jessy.


"Iya Ma."


Jessy kembali melanjutkan aktivitasnya,ia merapikan kembali dress berwarna gold yang dipakainya.Jessy juga memoles wajahnya dengan make up yang begitu memukau dengan lipsticknya yang berwarna merah.Setelah dirasa cukup,Jessy pun beranjak keluar dari kamar itu dan melangkah menuruni tangga menuju ke ruang utama.


Sejauh mata memandang,terlihat beberapa dekorasi berupa balon,lampu-lampu,dan juga bunga berwarna silver dan gold senada dengan dress berlengan panjang yang dikenakan Jessy, yang sesuai dengan tema pestanya.Pesta akan dimulai beberapa menit lagi,Jessy mengundang beberapa rekan bisnis dan juga kerabat dekatnya termasuk Kenan.


Jessy menunggu di depan pintu rumah mewah itu,satu persatu tamu undangan pun datang.Jessy menyambut mereka dengan senyum manis dan juga keramahannya.


"Eka ayo silahkan masuk,yang lain udah ada didalam,"Jessy memeluk sahabat dekatnya itu.


Mobil berwarna putih mengkilat baru saja memasuki gerbang rumah itu dan melesat masuk untuk memarkirkan mobil di halaman yang luas.Orang itu memarkirkan mobilnya berjejer bersamaan mobil tamu yang lain.Pengemudi mobil itu baru saja turun dari mobilnya,namun sepertinya segera dicekal oleh Lucas begitu ia melihat siapa orang itu.


"Hey kau,kenapa kau datang kemari,berani sekali kau itu huh,"Lucas menarik lengan pengemudi mobil itu."Tidak tau malu sekali kau ini ya,memangnya siapa yang mengundang mu!"


"Tentu saja Jessy yang mengundangku memangnya siapa lagi,"Mengibaskan lengannya agar terlepas dari Lucas.


"Dasar kau bedebah,aku tau kau berbohong,kau pasti menyusup kemari kan!"Lucas nampak tidak percaya apa yang dikatakan pria itu."Pergi kau dari sini atau tanganku ini akan menghadiahi wajahmu dengan pukulanku!!!"Lucas menarik bagian krah baju pria itu dengan amarahnya.


Apa yang Lucas lakukan itu,wah gawat ini aku harus bergegas memisahkan mereka.


Jessy berlari secepat mungkin untuk melerai perkelahian antara dua orang pria itu."HEY STOP!!!"Jessy mendorong tubuh Lucas agar menjauh dari pria itu."Lucas kau ini kenapa huh,aku memang mengundang Mas Heru untuk datang ke ulang tahunku."


APA!!! Nona jessy tidak salah kah? Kenapa dia mengundang pria sialan yang jelas-jelas sudah menyakitinya.

__ADS_1


"Hey Lucas kau dengar sendiri kan apa yang dikatakan Jessy,huh."Heru menyunggingkan senyum sinisnya kepada Lucas.


"Mas kamu masuk aja ya di dalam sudah banyak yang datang."


"Iya Jess,oh ya aku minta maaf ya Siska tidak bisa hadir di acara ini karena perutnya sudah makin membesar jadi aku tak mengijinkannya untuk ikut,"Ujar Heru seraya memegang tangan Jessy.


"Iya Mas enggak apa-apa kok aku ngerti."


Melihat tangan Jessy dipegang oleh Heu itu,Lucas langsung melepaskannya secara paksa dari tangan Heru."Sudah lepaskan tangan Nona Jessy,lebih baik kau masuk kedalam sana!!!"Perintah Lucas.


Heru pun merasa kesal dengan perlakuan Lucas padanya,ia mengangkat tangannya untuk menampar Lucas namun begitu Jessy melihat kearahnya ia mengurungkan niatnya dan menggaruk kepalanya dengan kasar.Heru pun masuk ke dalam dengan perasaan kesal.


"Lucas,kenapa kau bersikap begitu pada Mas Heru?"Tanya Jessy.


"Saya masih belum bisa menerima semua kesalahannya terhadap anda Nona,saya akan berusaha untuk membalas semua perbuatannya!"Jawabnya dengan nada emosi.


"Sudahlah Lucas,aku saja yang disakitinya sudah memaafkannya kenapa kau tidak,"Menepuk bahu Lucas untuk meredam amarahnya."Bukankah jika kau terus bersikap seperti ini dia akan membencimu ya?"


"Saya tidak perduli Nona jika bedebah itu membenci saya!"Lucas mendengus kesal."Bukankah jika bedebah itu membenciku malah semakin bagus ya?"Menyunggingkan senyum jahatnya."Jika seseorang membenci orang lain,maka pikirannya akan dihantui oleh orang yang dibencinya,jadi saya tidak perlu repot-repot mati hanya untuk menghantuinya!!!"Tegas Lucas.


"Maaf Nona,kali ini saya tidak bisa melaksanakan perintah anda,"Lucas menatap mata Jessy."Karena dengan susah payah saya dan juga kedua orang tua anda berusaha membahagiakan anda sementara Heru dengan mudahnya menyakiti anda,saya tidak suka melihat anda disakiti seperti itu,saya benar-benar terluka,saya tidak akan memaafkannya."Lucas menghembuskan nafasnya dengan kasar."Dan seperti apapun anda memohon,saya tidak bisa menghentikan tindakan saya ini jadi biarkan saya membalas satu demi satu air mata anda yang tumpah dengan kehancuran Heru,dan saya bersumpah untuk itu."Lucas meninggalkan Jessy begitu saja dengan sumpahnya.


Dalam hal ini,Jessy memang tak bisa menghentikan Lucas karena dia tau betul seperti apa sifat asli asisten pribadinya itu.Lucas adalah orang yang keras kepala,dia begitu loyal pada Jessy dan keluarganya sama seperti mendiang ayahnya yang mengabdi pada keluarga Jessy hingga ia wafat.Siapapun yang berani mengusik kehidupan keluarga itu,maka ia akan turun tangan untuk membalas perlakuan mereka.Itulah mengapa keluarga Jessy begitu disegani oleh orang-orang,karena memang keluarga itu memeiliki banyak orang kepercayaan yang menjadi benteng pertahanan mereka.


Jessy masih mengharap kedatangan seseorang yang dia tunggu-tunggu sedari tadi,namun tak kunjung datang juga.Ia menunggu kembali didepan pintu dengan diliputi rasa cemas.


Hey itu mobil Kenan,akhirnya dia datang juga.


Jessy pun berlari kearah mobil yang biasanya dikendarai Kenan dengan antusiasnya,namun seketika air mukanya berubah begitu melihat orang yang baru saja turun dari mobil itu bukanlah Kenan melainkan Nara bersama seorang sopir.


"Nona Jessy Tuan Kenan menitip salam pada anda karena dia tidak bisa datang,"Ujar Nara.


"Memangnya dia pergi kemana?,"Jessy dengan sedikit kesal.


"Tuan Kenan pergi secara mendadak ke Bali bersama Roy untuk mengatasi beberapa masalah terkait Resort yang baru saja dibangun beberapa waktu yang lalu,Tuan Kenan tidak bisa menyampaikan maaf secara langsung karena memang keadaan yang tidak memungkinkan,sekali lagi atas nama Tuan Kenan saya ingin menyampaikan maaf."Nara membungkukkan badannya.

__ADS_1


Jessy menganggukan kepalanya,"Ya aku mengerti dia memang sibuk,baiklah Nara ayo silahkan masuk karena pestanya akan segera dimulai."


"Baik Nona."


Jessy dan Nara masuk kedalam rumah mewah dengan pilar-pilar besar yang menopang dengan kokohnya.


Pesta pun dimulai,semua orang bersuka cita merayakan ulang tahun Jessy dengan menyanyikan lagu khas ulang tahun.Jessy tampil begitu mempesona dengan dress berwarna goldnya yang kontras dengan dresscode para tamu undangan yang berwarna putih.Mama dan Papa Jessy bersamaan memeluk erat putri kesayangan mereka itu sembari mengucap doa atas kebahagian Jessy,dan begitu pula Eka yang berbahagia menyaksikan tawa dari sahabatnya itu.






Mereka semua mengucapkan selamat dan juga berdoa atas bertambahnya usia Jessy.Seharusnya orang yang berulang tahun itu merasa bahagia,namun tak bisa dipungkiri bahwa Jessy merasa ada sesuatu yang mengganjal dihatinya,ia masih belum mengerti kenapa ia begitu kecewa dengan ketidakhadiran Kenan di tengah-tengah pestanya.


Satu persatu orang memberikan kado untuk Jessy,Heru nampak memberikan buket bunga yang lumayan besar untuk Jessy.



Dan kini giliran Nara yang mempersembahkan kadonya untuk Jessy.Ia menyodorkan kotak kado yang cukup besar kepada Jessy."Nona,ini adalah kado dari saya dan juga Roy,saya memang sengaja jadikan satu agar anda lebih mudah membukanya dan semoga anda suka dengan kadonya,daaaaan,"Nara nampak kebingungan melanjutkan kalimatnya,ia menggaruk kepala belakangnya.


Hey lalu kado dari Kenan mana?


"Nona,sekali lagi saya minta maaf karena Tuan Kenan tidak menitipkan kado sama sekali kepada saya."


Huh!!! Kalau dia tidak bisa hadir,setidaknya kan dia bisa menitipkan kadonya pada Nara.Hey,hey,hey kenapa aku jadi berharap gini ya?


"Sudahlah Nara jangan meminta maaf terus aku tidak apa kok walau Kenan tidak datang dan tidak menitipkan kado."Jessy berusaha tersenyum menutupi kekesalannya.


Namun simpul senyum pura-pura itu dapat ditangkap oleh Nara karena terlihat jelas kalau itu dipaksakan.


Hahaha,rasanya lucu sekali melihat Nona Jessy kesal seperti ini.Rupanya sudah mulai tumbuh benih-benih cinta pada Tuan Kenan dihatinya.Tapi aku heran kenapa Tuan Kenan tidak menitipkan kadonya untuk Nona Jessy,apa Tuan Kenan sedang merencanakan sesuatu ya?

__ADS_1


__ADS_2