Jatuh Cinta Lagi

Jatuh Cinta Lagi
Flashback 5 Tahun Lalu(Dua Orang Bodoh Yang Sedang Jatuh Cinta)


__ADS_3

Akibat ungkapan perasaan Fatur kepada Anggita, membuat lelaki penyuka balap motor terus terdiam sejak tadi. Rasanya seperti mimpi bagi Fatur mengungkapkan perasannya kepada Anggita, lebih parahnya lagi Anggita belum bilang iya atau mengungkapkan isi hatinya juga kepada Fatur. Entah gadis itu juga menyukai dirinya atau tidak sedari tadi Fatur terus memikirkannya.


Melihat sahabatnya melamun membuat Erik merasa penasaran, apa lagi yang sedang dipikirkan oleh sahabatnya saat ini. Apa Fatur begitu kesal karena kepulangan Anggita. Memang saat itu Erik menyuruh Anggita untuk pulang ke hotelnya karena Anggita terlihat sangat lelah.


"Lo kenapa melamun? Apa lo marah karena gue menyuruh Anggita pulang?" tanya Erik saat melihat Fatur yang sedang melamun sambil tiduran di atas tempat tidur.


Tatapan Fatur terlihat kosong dan tidak menjawab akan pertanyaan Erik. Apa Fatur tidak mendengar akan apa yang Erik tanyakan.


"Tur? Lo kenapa?" tanya Erik lagi menghampiri Fatur dan berdiri di sampingnya.


"Menurut lo, dia suka sama gue juga nggak?" Fatur balik bertanya masih dengan tatapan kosongnya menatap langit-langit kamar tanpa menoleh kearah Erik yang berdiri di sampingnya.


Seketika Erik mengerutkan keningnya seakan tidak begitu mengerti akan apa yang diucapkan oleh Fatur. Siapa yang Fatur maksud? Apa saat ini sahabatnya sedang membahas tentang Anggita?


"Anggita maksud lo?" Erik balik bertanya seakan memperjelas maksud dari pertanyaan Fatur.


"Iya." Fatur menoleh kearah Erik dengan nada terdengar sedikit tidak bersemangat.


"Gue nggak tahu." Erik terlihat sangat bingung harus bilang apa.


"Feeling gue nggak enak." seketika Fatur kembali menatap langit-langit kamarnya.


"Sekarang lo jangan mikirin itu dulu, pokoknya lo harus pulang besok." Erik mencoba mengalihkan pembicaraan agar Fatur tidak memikirkan soal Anggita.


"Menurut lo apa besok dia datang lagi ke sini?" tanya Fatur lagi sambil menoleh kearah Erik yang terlihat sangat gugup.


Pertanyaan-pertanyaan Fatur membuat Erik kebingungan harus menjawab apa. Kenapa sikap Fatur menjadi seperti anak kecil sejak bertemu dengan Anggita.


"Gue nggak tahu soal itu, Tur. Memang lo nggak menyuruh dia buat ke sini besok?"

__ADS_1


"Nggak. Dia nggak bilang apa-apa, bilang tentang perasaannya sama gue juga nggak. Apa dia nolak gue, Rik? Rasanya ditolak itu kaya gimana sih? Sakit nggak? Sakitnya kaya apa?"


Erik dibuat bingung tujuh keliling saat mendengar pertanyaan yang bertubi-tubi menghantamnya. Mengapa Fatur menjadi seperti orang bodoh yang kehilangan ingatannya. Sungguh efek Anggita bagi Fatur sangat luar biasa, baru kali ini Erik melihat Fatur bisa menggoda seorang perempuan, baru kali ini Erik melihat Fatur sangat peduli dan mau dekat dengan mahkluk yang bernama perempuan, dan baru kali ini juga Erik melihat Fatur kebingungan seperti ini karena perempuan.


"Lo kenapa, Tur? Apa otak lo ada masalah? Kenapa lo jadi aneh kaya gini sih?"


Fatur kembali menoleh menetap Erik yang terlihat kebingungan dibuatnya, dan Erik bisa melihat kedua bola mata Fatur yang menyiratkan perasannya yang sangat tulus. Baru kali ini Erik melihat tatapan mata yang tidak biasa selama kenal dengan Fatur. Tatapan yang mengungkapkan isi hatinya penuh dengan cinta dan kasih sayang.


"Ko lo jadi aneh? Gue bilang sama lo kalau gue suka sama Anggita, kenapa lo jadi kaget?"


"What! Lo seriusan suka sama dia? Lo beneran suka sama dia, Tur?" Erik tidak percaya akan apa yang terjadi kepada Fatur jika sahabatnya itu benar-benar menyukai sosok Anggita.


Merasa kesal dengan pertanyaan-pertanyaan Erik membuat Fatur melemparkan ponsel miliknya yang sedari tadi digenggamnya. Ponsel milik Fatur melayang menghampiri Erik, dan dengan cepat Erik menangkap ponsel Fatur yang menghantam dadanya.


Seketika Erik kaget saat ponsel Fatur berhasil ditangkap olehnya, sepertinya Fatur tidak main-main dengan ucapannya dan serius kepada Anggita.


"Lama-lama gue gorook lo!" semprot Fatur kesal mengancam Erik.


"Menurut gue Anggita bukan nggak suka sama lo, tapi mungkin dia sedikit bingung dan nggak percaya karena lo berdua baru saling kenal dan tiba-tiba lo ungkapin perasaan lo. Gimana dia nggak bingung," jelas Erik mencoba membuat Fatur tenang.


Ada benarnya juga yang diucapkan oleh Erik, mungkin Anggita masih kebingungan dengan perubahan sikap Fatur kepadanya. Secara kemarin-kemarin Fatur selalu membuat dirinya kesal dan sangat menjengkelkan, dan sekarang tiba-tiba saja Fatur mengungkapkan perasaanya.


Di sisi lain Anggita terlihat bingung akan ungkapan perasan Fatur yang menurutnya sangat tidak masuk akal. Kemarin Fatur selalu menggodanya dengan sikap sinis nya dan sekarang lelaki itu menyatakan perasaanya secara tiba-tiba. Apa ini juga hanya lelucon Fatur untuk membuatnya kesal dan mengerjai dirinya?


"Nih anak dari tadi melamun terus," celetuk Lara yang sore itu baru saja kembali ke hotel setelah semalam menghilang bersama dengan teman lelakinya.


Setelah Lara kembali dirinya tidak mendapati Anggita di kamarnya dan itu membuat Lara sangat kesal. Sampai akhirnya Lara mendapati Anggita kembali dengan keadaan seperti ini, melamun dan tidak banyak bicara.


"Lo kenapa sih, kesambet?" tanya Lara lagi keheranan.

__ADS_1


"Menurut lo ada nggak sih cowok yang baru bertemu udah ungkapin perasaannya?" Anggita tidak menjawab akan pertanyaan Lara dan justru Lara yang dibuat bingung dengan pertanyaan Anggita.


Kini Lara tahu apa yang membuat Anggita terlihat diam sejak tadi, tidak lain adalah tentang Fatur. Ya, Anggita menceritakan semua kejadiannya kepada Lara, dan sahabatnya tidak menyangka jika mereka berdua dipertemukan kembali dalam situasi yang sangat unik. Mungkin Lara menyebutnya dengan takdir.


"Ada. Itu Fatur buktinya," jawab Lara singkat tanpa berpikir panjang.


"Selain dia!" Anggita mulai kesal karena mungkin menurutnya Lara hanya spontan menjawabnya dan tidak serius.


"Mana gue tahu. Ada, tapi jarang yang ceritanya mirip kaya lo."


Anggita sedikit tenang akan ucapan Lara dan kembali memikirkan sosok Fatur yang beberapa jam ini mengganggu pikirannya.


"Terus, Fatur beneran serius sama gue?"


Bukan hanya Erik yang dibuat gila dan bingung dengan pertanyaan dua orang bodoh dan tolol ini. Lara pun dibuat sama akan pertanyaan Anggita.


"Anggita. Lo udah beberapa kali pacaran, masa lo nggak bisa bedain mana cowok yang suka sama lo mana yang nggak!"


"Jujur gue nggak tahu." Anggita menatap Lara dengan mimik wajah kebingungan.


"Hah! Lo serius! Kenapa lo jadi bego gini sih sejak ketemu dia."


Tidak ada kata yang terucap dari mulut Anggita, karena pikirannya masih tertuju kepada Fatur.


"Lo suka sama dia?" tanya Lara sambil mendekati Anggita yang duduk di atas tempat tidur.


"Gue nggak tahu. Tapi, gue merasa bahagia kalau ada sama dia. Setiap tingkah lakunya selalu membuat gue tertawa dan tersenyum. Yang gue tahu jantung gue nggak karuan kalau dia menatap mata gue." Anggita menceritakan dengan detail akan perasannya.


"Berarti lo jatuh cinta sama dia, Anggita." Lara mulai kesal melihat sikap Anggita yang mendadak bodoh.

__ADS_1


"Terus gue harus gimana?" Anggita menatap Lara penuh harapan.


Benar-benar Anggita saat ini yang ada di depan mata Lara bukanlah sahabatnya, mengapa Anggita mendadak tolol seperti ini karena cinta. Padahal ini bukan kali pertamanya bagi Anggita mengenal lelaki dan pacaran, tapi mengapa sikap Anggita menunjukkan bahwa dirinya seperti mengenal seorang lelaki dan baru merasakan jatuh cinta.


__ADS_2