Jatuh Cinta Lagi

Jatuh Cinta Lagi
PROSES PERCERAIAN


__ADS_3

Mentari mulai menyinari bumi,beberapa orang sudah mulai terlihat sibuk dengan urusan mereka masing-masing.Namun Jessy justru malah baru bangun tidur,ia beranjak dari tempat tidurnya dan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Ia sudah berpakaian rapi,hari ini ia berencana untuk pergi ke kantor pusat untuk mengurusi bisnisnya dan juga untuk bertemu papanya.Namun ia harus mengundurkan jadwalnya karena Lucas berencana datang untuk mengantar barang-barang Jessy.


Terdengar seseorang memencet bel dari luar,Jessy pun segera membukakan pintu.Ia pun mempersilahkan orang itu masuk.


"Selamat pagi Nona,saya membawa barang-barang anda.Ini mau diletakkan dimana?."


"Disana saja Lucas,"Menunjuk ke lemari kaca.


"Hey kalian dengar apa kata Nona Jessy,letakkan di lemari kaca itu."


"Baik Tuan."Keempat pelayan yang datang bersama Lucas itu pun segera menata beberapa tas dan sepatu milik Jessy ke tempatnya.


"Lucas bagaimana dengan gugatan perceraianku."Jessy berusaha kuat saat mengucapkan kalimat itu.


"Semua masih dalam proses Nona,nanti saya akan membantu anda untuk menyiapkan berkas-berkasnya.Saya juga sudah menyewa dua pengacara yang sudah profesional untuk membatu mengurus proses perceraian anda dengan tuan Heru agar berjalan dengan lancar."


"Baiklah aku percayakan padamu Lucas,oh ya apakah bisa prosesnya tetap berjalan tanpa aku hadir di persidangan nanti?.Karena aku tidak ingin bertemu lagi dengan Mas Heru.Ia bahkan tak menelponku sama sekali,rupanya memang ini yang dia inginkan."


"Tentu saja Nona,itu semua biar saya yang urus.Anda tenang saja semua pasti berjalan lancar sesuai keinginan anda."


"Ya semoga saja."Mengangguk-anggukkan kepalanya."Lucas setelah ini tolong antar aku ke kantor pusat ya,aku mau ketemu papa,"


"Baiklah Nona dengan senang hati,dan sepertinya mereka sudah selesai menata barang-barang milik anda.Bagaimana kalau kita langsung berangkat saja."


"Oke ayo kita berangkat."


Mereka pun segera pergi ke tempat tujuan mereka yaitu ke kantor pusat Aswatama Group,yang merupakan induk dari beberapa bisnis keluarga Jessy yang bergerak di bidang kuliner.Sesampainya disana Jessy langsung pergi ke ruang kerja ayah Jessy.Ia berlari menuju ke papanya dan kemudian langsung memeluknya seperti anak kecil yang sudah lama tidak bertemu dengan papanya.


"Papaa."Jessy memeluk erat papanya.


"Jessy,ada apa kok dateng tiba-tiba langsung peluk papa?."


"Eh gak ada,cuma lagi kangen papa aja."


"Kok kamu cuma sama Lucas,suami kamu mana?."

__ADS_1


"Eeeh itu...itu..anu pa..".Jessy merasa kesulitan menjelaskan pada papanya.


"Kamu ngomong apa sih Jess,papa gak ngerti deh."Kebingungan menerjemahkan bahasa planet Jessy.


Ya Tuhan kuatkan aku untuk menceritakan semuanya kepada papa.


"Sebenarnya Jessy dan Mas Heru akan bercerai dalam waktu dekat ini."Menggenggam tangan papanya.


"Astagaaa kenapa sampai bercerai nak,memangnya masalah besar apa yang menimpa rumah tangga kamu sampai harus bercerai?."


"Mas Heru selingkuh pa,dia mengencani cucu dari Presdir Kim sampai melampaui batas.Dia menghamili wanita itu,hiks,"Jessy mulai menitihkan air matanya."Maafin Jessy karena baru memberi tau papa sekarang karena aku takut ini akan melukai hati papa,dan sampai saat ini Jessy juga belum memiliki keberanian untuk bercerita ke mama karena Jessy tak sanggup kalau harus melihat mama menangis.Aaaaa maafin Jessy pa,hiks."Tangis Jessy pun memecahkan suasana yang sebelumnya hening di ruangan itu,ia menenggelamkan wajahnya didalam pelukan papanya.


"Kurangajar sekali si Heru itu,berani-beraninya menyakiti hati anak papa ini,"Mengelus rambut Jessy."Kamu tenang aja biar papa kasih pelajaran si Heru brengsek itu.Kalau masalah mama serahkan saja ke papa,biar papa yang ceritakan semuanya ke mama kamu.Sekarang kamu tenang dulu ya."Menghapus butiran air mata Jessy yang membasahi pipinya."Hey Lucas tolong ambilkan air putih untuk anak saya."Mendengar perintah itu Lucas bergegas menuangkan air putih kedalam sebuah gelas dan segera memberikannya pada papa Jessy.


"Sayang kamu minum dulu ya,tenangin diri kamu."Papa Jessy mencoba menenangkan anak perempuannya itu.Sebenarnya ia sudah tau perihal masalah rumah tangga Jessy dan Heru beberapa waktu yang lalu,jadi ia tak begitu emosi saat ini walaupun tetap merasa geram melihat anaknya seperti ini.Ia mendapatkan semua info ini dari Lucas.


Pria berusia sekitar 52 tahun itu nampak sabar menenangkan anak perempuannya itu,sementara Lucas yang menyaksikan kesedihan antara anak dan ayah itu tanpa disadari juga ikut menitihkan air matanya.Ia pun segera mengusap air matanya itu.


Aku jadi ikut sedih melihat Nona Jessy seperti ini.


Lihat saja,tanpa diperintahpun aku akan membalas semua kejahatan Heru pada Nona Jessy.Tunggu saja tanggal mainnya.


*****


Presdir Kim saat ini tengah gusar,ia bingung harus mengambil langkah apa untuk menyelesaikan semua kekacauan ini.Selaku pemegang saham terbesar di perusahaan,dia amat khawatir dengan nasib perusahaan jika sampai berita kehamilan cucu kesayangannya tersebar.


"Siska,kau harus meminta maaf secara langsung kepada Nona Jessy dan juga Kenan atas semua perbuatanmu ini."


"Tapi Kek,"Memegang tangan kakeknya itu.


"Tidak ada tapi-tapian,kamu sudah keterlaluan.Kau tau kenapa kakek membuat peraturan di perusahaan yang melarang semua karyawan selingkuh.Itu karena kakek ingin mereka setia hanya pada satu pasangan saja,dan juga agar citra perusahaan kita tidak tercoreng oleh tindakan yang hina.Selain itu,kakek dulunya adalah korban perselingkuhan nenekmu.Jadi kakek akan merasakan sakit hati bila ada seseorang dikhianati pasangannya,karena memang kakek pernah mengalaminya."


Siska hanya bisa diam,ia kemudian berjalan meninggalkan kakeknya.Sementara kini Presdir Kim berencana mengundang kembali Jessy dan Kenan untuk meminta maaf secara langsung dan untuk menyelesaikan masalah ini bersama.Ia meminta sekertaris pribadinya untuk menyampaikan pesan pada Kenan maupun Jessy.


Di tempat lain Jessy yang mendapat pesan itu nampak kesal,pasalnya dia sudah tak ingin lagi berurusan dengan Presdir Kim.Ia bergegas masuk kedalam apartemen setelah tadi diantar oleh Lucas.Ia nampak berjalan dengan malas karena hari ini moodnya benar-benar sedang kacau.

__ADS_1


Hufft!!! Untuk apa pak tua itu mengundangku kembali,bukannya sudah jelas ya malam itu aku tak mau lagi berurusan dengannya lagi.Lalu apalagi yang mau dibicarakan?


Melihat Jessy yang berjalan sambil melamun,Kenan pun menghampirinya.


"Nona Jessy sedang apa anda disini?."


"Tentu saja mau masuk ke kamar saya Tuan,tapi kenapa pintunya tidak terbuka ya."


"Jelas saja tidak bisa,ini kan bukan unit anda.Apa anda tidak lihat ini bukan lantai tempat unit anda berada,ini dilantai 21 sedangkan unit anda berada di lantai 22."


Jessy seketika merasa kikuk dengan apa yang telah dilakukannya itu.


He**iih memalukan sekali.


"Pantas saja access cardnya tidak berfungsi,rupanya saya yang salah."Menggaruk kepala belakangnya.


"Apa yang anda pikirkan Nona sampai salah begini?."


"Eh itu Tuan saya mendapatkan pesan dari sekertaris pribadi Presdir Kim.Katanya Beliau mengundang saya kembali untuk membicarakan sesuatu,tetapi saya malas untuk datang."


"Ooh masalah itu,Saya tadi juga mendapat pesan yang sama Nona."


"Benarkah?,"Mata Jessy membulat sempurna."Lalu apakah anda akan menghadirinya Tuan?."


"Tentu saja Nona,walaupun sebenarnya saya juga malas untuk hadir.Tapi karena saya menghormati Presdir Kim maka saya akan menghadirinya.Dan untuk anda Nona,kenapa anda tidak hadir saja untuk menyelesaikan semua ini agar tidak berlarut-larut."


"Ada benarnya juga sih apa yang anda katakan Tuan,baiklah kalau begitu saya akan hadir nanti malam."


"Anda bisa hadir bersama saya Nona."


"Baiklah Tuan."Tersenyum pada Kenan.


Mereka berdua kembali ke unit mereka masing-masing dan segera mempersiapkan diri dan juga hati mereka untuk mengahdapi apa yang akan terjadi nanti malam.


Kenan kini telah siap,ia menunggu Jessy di loby apartemen itu.Setelah menunggu beberapa menit,seseorang yang ditunggunya pun datang.Mereka pun berjalan bersamaan menuju mobil Kenan dan segera menaikinya.

__ADS_1


"Seat belt please!"Ujar Kenan,melihat Jessy yang tampak abai ia pun langsung memakaikan seat belt untuk Jessy.Saat posisi mereka sangat dekat,jantung mereka kompak langsung berdisco ria.Dug jedag jedug jedag jedug🤭


Duh kok aku deg-degan gini ya kalau didekat Nona Jessy.


__ADS_2