
Malam yang indah dengan alunan suara musik tradisional khas Bali yang sayup-sayup merdu terdengar di telinga Jessy.Wanita berwajah ayu itu terduduk di pinggiran kolam renang dengan membiarkan sebagian kakinya masuk kedalam air kolam.Ia tengah sibuk membalas chat dari Lucas perihal bisnisnya.
"Hey Jessy kamu kok belum tidur jam segini?"Sapa Kenan yang membuat Jessy terkejut karena ia tiba-tiba duduk disebelahnya.
"Eh iya nih,masih ngurusin bisnis,"Jawabnya.
"Hemmm aneh ya kamu ini harusnya kan di Bali ini kamu menikmati liburanmu tanpa memikirkan pekerjaan,tapi ini kamu masih tetap harus bekerja."
"Ya mau gimana lagi Ken,meskipun aku udah minta Lucas untuk handle semuanya tapi tetap saja kan masalah mengambil keputusan untuk Perusahaan ya tetap aku."
"Iya sih kamu benar juga,"Kenan menganggukkan kepalanya."Eh kamu tunggu disini sebentar ya Jess,"Pintanya yang kemudian berlari secepatnya kedalam hotel dan tak lama kembali lagi dengan membawa sebotol wine beserta gelas.
"Ken untuk apa itu?"Tanya Jessy.
"Tentu saja untuk kita minum Jess memangnya untuk apa lagi wine selain diminum."Jawabnya dengan enteng.
"Ya iyaaa kalau itu aku tau,tapi aku sedang tidak mau minum,"Jessy menggelengkan kepalanya."Aku sedang banyak pekerjaan,aku takut nanti mabuk berat,"Imbuhnya.
"Hey siapa bilang kamu akan mabuk hanya karena minum ini,kamu tau tidak ini namanya sparkling rose,"Menuangkan minuman itu kedalam sebuah gelas."Dan ini tidak mengandung alkohol,rasanya juga tidak terlalu pekat kok Jess,"Menyerahkan segelas wine itu kepada Jessy.
"Benarkah? Aku bahkan tak tau nama dan jenis minuman,kalau aku minum biasanya asal saja,"Memegang segelas wine itu dan mendekatkannya ke hidung mancungnya."Hemmm aromanya enak sekali ya,aku tidak pernah tau kalau ada jenis wine semacam ini."
"Awalnya menurutku karena kamu peminum yang hebat,aku pikir kamu sudah tau berbagai macam jenis minuman tapi ternyata aku salah hahaha,"Kenan tergelak."Bahkan kamu juga baru tau kalau ternyata ada wine tanpa alkohol Hahahahaha."
__ADS_1
"Kamu memujiku atau menyindirku ini huh? Oke aku akan coba minuman ini dan awas kalau kamu sampai membohongiku!"Jessy menatap Kenan dengan sorot mata yang tajam,ia meneguk perlahan minuman itu dengan memejamkan matanya sambil berdoa dalam hatinya agar dia tidak mabuk dihadapan Kenan karena itu akan sangat memalukan dan merepotkan pastinya."Hemmm,not bad!"Kata Jessy seraya menjilat bekas wine di bibir bagian bawahnya.
"Gimana enak kan? Kamu sih kalau dibilangin juga enggak percaya."
"Sini botolnya biar aku tuang lagi minumannya,kamu terlalu sedikit kalau menuangkan minuman."Merebut botol minuman itu dari tangan Kenan.
"Hey,jangan seperti itu kalau menuang minumannya Jess karena aroma dan rasanya akan berbeda,"Kenan mengambil kembali botol yang direbut Jessy.
"Sudahlah jangan membohongiku,kembalikan sini biar aku tuang sendiri,"Jessy mengambil kembali botol minuman itu namun dipegang erat oleh Kenan.
Keduanya pun saling tarik menarik memperebutkan sebuah botol berisikan wine itu.Jessy menarik botol itu dengan sekuat tenaganya agar bisa terlepas dari Kenan,tapi Kenan justru lebih kuat lagi menarik botol itu hingga membuat Jessy juga tertarik yang membuat tubuh Jessy berada diatas tubuh Kenan.Jantung Jessy berdegup kencang begitu pula Kenan yang tengah memperhatikan wajah cantik Jessy dengan seksama bahkan ia bisa melihat dengan jelas bagian dada Jessy yang bajunya tersingkap dan kini menempel diatas dada bidang Kenan.Kenan kesulitan menelan ludahnya melihat pemandangan itu,karena merasa tidak tahan lagi ia pun melemparkan botol minuman ditangannya itu ke sembarang tempat dan secepatnya berguling yang membuat posisinya berubah,ia yang tadinya berada dibawah kini berganti dia yang menindih tubuh Jessy.
Ia mencium lembut bibir Jessy yang kini tengah memejamkan matanya dengan erat,ciuman Kenan makin memanas sembari tangannya bergerilya meremas dada kenyal Jessy,meski begitu Kenan tak mendapat balasan dari Jessy akan tetapi tak lama kemudian Jessy nampaknya mulai membalas ciuman Kenan.Lidahnya saling beradu dengan lidah Kenan,ia nampaknya mulai hanyut tenggelam dengan ciuman yang kian memanas itu.Namun beberapa saat kemudian akal sehat Jessy kembali,ia segera menghentikan ciuman itu dan memukul-mukul tubuh Kenan dengan kedua tangannya agar tangan Kenan berhenti bergerilya.
Kenan pun secepatnya menghentikan aktivitas tangan nakalnya itu."Jessy maafkan aku! Aku tidak sengaja menciumu sungguh aku tak bisa mengendalikan diriku saat berada diposisi tadi,sekali lagi maafkan aku,"Kenan memegang tangan Jessy namun dikibaskan secepatnya oleh Jessy.
"Pria kurang ajar sepertimu tak pantas untuk dimaafkan!!!"Jessy pergi meninggalkan Kenan begitu saja.
Astagaaaaa apa yang aku lakukan,dan hey hey lihatlah tongkatku kenapa berdiri tegak sekali.Aaaaaargh memalukan sekali,bagaimana ini? Jessy pasti sangat marah padaku,lihatlah dia pergi meninggalkanku begitu saja tanpa menoleh sedikitpun.Oh sial,padahal niatku tadi kan mau menyatakan cintaku tapi malah ada insiden tarik menarik botol wine kan jadi begini akhirnya.Dan bagaimana cara meminta maaf padanya? Oh sial,sial,sial
"SIAAAAL!!!"Teriak Kenan sambil mengacak rambutnya karena frustasi.
Sementara Jessy,masuk kekamarnya dengan bibir komat kamit.Ia mendudukkan tubuhnya diatas ranjang disebelah Eka yang nampaknya sedang video call dengan putrinya.Karena kaget dengan kedatangan Jessy,Eka pun memilih memutuskan sambungan video call bersama putrinya dan ia memilih bertanya apa yang baru saja terjadi pada sahabatnya itu yang terlihat kesal itu.
__ADS_1
"Jessy are you okay?"Tanya Eka.
Oh sial,ini gara gara si mesum Kenan celana dalamku jadi lembab,jujur saja tubuhku memang tak menolak sentuhannya tapi tetap saja akal sehatku tidak bisa menerima ketidaksopanannya.Aku heran kenapa dia bisa senafsu itu ya? Apa dia menginginkanku?Oh bodohnya aku tadi bahkan sempat membalas ciumannya.
"Aaaaa aku maluuu!!!"Teriak Jessy sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Mendengar teriakan Jessy,Eka pun panik dan bergeser dari posisi duduknya agar lebih dekat lagi dengan sahabatnya itu."Jessy kamu malu kenapa dan sama siapa?"Tanya Eka dengan penasarannya."Terus lipstick kamu juga kenapa berantakan gitu,apa yang terjadi?"
Waduh,aku gak mungkin menceritakan kejadian memalukan tadi kepada Eka.Dasaaaar ceroboh.
"Eh,itu..itu....aku tadi kan makan sphagetti terus belepotan deh jadinya,dan aku malu sama pelayan yang tadi aku gak sengaja nabrak pas mau kembali kesini karena buru-buru sampai terjatuh,hehehe maaf ya udah bikin kamu panik,"Jessy terkekeh menjelaskan alasan konyolnya."Ya udah kalau gitu aku mau mandi dulu,badanku terasa lengket semua karena seharian beraktivitas."Jessy berlari menuju kamar mandi meninggalkan Eka yang masih penuh dengan rasa penasaran dihatinya.
Jessy aneh banget sih,bukannya dia baru saja selesai mandi ya sebelum keluar tadi? Terus juga tadi dia kan pamitnya mau nyantai di pinggiran kolam kok pakek acara makan sphagetti segala sih jadi bingung deh aku dia kan tadi udah makan malam sphagetti bareng aku di restoran.Apa jangan jangan Jessy baru saja berkencan dengan Tuan Kenan,Aaaaaaaaaa.
Eka berteriak histeris namun tak terdengar oleh siapapun selain dirinya dan juga Tuhan karena ia berteriak dalam hatinya.
Di kamar mandi Jessy nampak mematung didepan cermin,ia memandang wajahnya sendiri yang nampak berantakan itu.
"Benar kata Eka,lipstickku berantakan,"Memegang bibirnya."Aaaargh,lihatlah itu kenapa juga aku memakai pakaian yang ini ya,"Merapikan baju yang modelnya sedikit terbuka itu.
Jessy tak henti-hentinya merepet,ia terus memikirkan kejadian yang tadi dialaminya bersama Kenan.Sepertinya kejadian itu terjebak dalam ingatan Jessy,bahkan saat ia berusaha tidurpun kejadian itu masih asyik menari-nari dalam benak Jessy.
Oh aku malu sekaliiii,aku tidak akan memafkannya!!!
__ADS_1