Jatuh Cinta Lagi

Jatuh Cinta Lagi
Flashback 5 Tahun Lalu(Ungkapan Perasaan Fatur Yang Kedua Kalinya)


__ADS_3

Melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Fatur membuat Tias Ayu dan Mili begitu bahagia, ternyata ini adalah sosok yang membuat Fatur sedikit berubah. Mereka berdua berharap jika kebahagiaan Fatur tidak untuk sementara.


Sejak datang Anggita sudah begitu dekat dengan Tias Ayu, sifat dan sikap Tias Ayu yang begitu keibuan membuat Anggita sangat nyaman. Mengingat dirinya hanya mempunyai saudara lelaki. Begitu juga dengan Mili yang mulai menyukai Anggita karena ia melihat jika Anggita sangat tulus menyukai adiknya.


Malam itu setelah Anggita selesai istirahat, Fatur berjanji untuk mengajaknya berkeliling kota Batam. Ini bukan pertama kalinya Anggita ke Batam dan naik motor Fatur, mengingat sebelumnya juga pernah terjadi namun berbeda ceritanya.


Tidak ada lagi drama tarik menarik tangan dan perdebatan kecil antara mereka, karena sekarang mereka terlihat lebih intens. Tidak bisa dipungkiri jika hari ini hati Fatur begitu bahagia. Namun berbeda dengan Anggita yang sebenarnya sedang membalut luka hatinya dan mencoba melupakan Damar.


Selama diperjalanan Anggita memeluk Fatur sangat erat, canda tawa melukiskan perasaan mereka berdua malam ini. Anggita juga merasa sangat bahagia karena keberadaan Fatur yang hadir di waktu yang sangat tepat. Memang sejak pertama kali mengenal Fatur, Anggita sudah mulai menyukai lelaki yang mempunyai senyum manis. Namun hati Anggita telah ada sosok Damar dan Anggita tidak bisa menerima Fatur begitu saja.


Keduanya duduk di pinggiran taman kota Batam. Anggita sungguh tidak percaya ternyata masih ada tempat yang belum dikunjungi olehnya. Contohnya taman yang saat ini dirinya kunjungi bersama dengan Fatur. Taman ini sangat indah dan nyaman.


"Gue baru tahu ternyata ada tempat yang belum gue kunjungi selama di sini," celetuk Anggita sambil menikmati setiap sudut taman.


Fatur hanya tersenyum melihat reaksi Anggita yang terlihat bahagia, ternyata membuat Anggita bahagia itu sangat sederhana.


"Lo suka ada di sini?" tanya Fatur menatap Anggita dengan lekat yang tersenyum karena terkagum-kagum.


"Iya indah banget ya," balas Anggita yang juga Fatur.


Entah untuk yang kesekian kalinya mereka saling menatap, Anggita merasakan rindu kepada Fatur padahal belum juga sebulan mereka berpisah. Perasaan Anggita tidak bisa berbohong jika memang dirinya juga menyukai Fatur selama ini.


"Anggita." suara Fatur memanggil Anggita begitu terdengar sangat lembut.


Anggita menoleh saat namanya dipanggil dan ia melihat Fatur sudah menatap dirinya dengan lekat seperti ingin bicara yang serius kepadanya.


"Ada apa?" tanya Anggita balik bertanya kepada Fatur yang ada di sisinya.


Sesaat Fatur terdiam sejenak sambil menarik napas panjangnya, semoga saja apa yang diucapkannya saat ini tidak akan membuat Anggita pergi darinya. Sebenarnya Fatur tidak mau berbicara seperti itu kepada Anggita. Namun karena perasaannya tidak bisa dibendung lagi akhirnya ia memberanikan diri.

__ADS_1


"Aku ingin bicara yang terakhir kalinya kepadamu," ucap Fatur yang saat ini menggunakan kata 'Aku' dan 'Kamu'.


Anggita sedikit kaget saat mendengar Fatur menggunakan kata 'Aku' dan 'Kamu' tidak biasanya, sebenarnya apa yang ingin Fatur bicarakan kepadanya? Kenapa Fatur terlihat begitu sangat serius.


Anggita menatap lekat kedua bola mata Fatur, jantungnya berdegup kencang dan terlihat sedikit salah tingkah.


"Apa itu?" tanya Anggita penasaran.


"Aku ingin kita menjalin hubungan selayaknya antara dua orang laki-laki dan perempuan yang sudah dewasa," jelas Fatur kepada Anggita yang sedari tadi menatapnya dengan lekat.


Deg, Anggita kaget bukan main ketika mendengar ucapannya, ia begitu sangat tidak percaya jika Fatur akan bicara soal ini sekarang. Wajahnya terlihat sangat gugup entah apa yang harus Anggita katakan. Matanya Anggita sesekali melirik ke kiri dan ke kanan serta napasnya yang mulai tidak menentu. Mengapa Fatur harus berbicara tentang ini sekarang saat dirinya belum siap untuk menjawab apa.


Fatur bisa melihat dari ekspresi wajah Anggita yang sangat kaget dan gugup ketika dirinya bicara kepadanya, apa mungkin Anggita akan menerima dirinya? Atau selama ini Anggita hanya menganggap Fatur hanya seorang teman biasa.


"Kalau kamu masih bingung untuk menjawab, nggak perlu kamu jawab sekarang," lanjut Fatur lagi ketika melihat mimik wajah Anggita yang begitu gugup dan bingung.


Seketika Anggita menatap Fatur dengan rasa campur aduk, Anggita bisa melihat di wajah Fatur raut wajah sedikit kecewa dan penuh harapan membuat Anggita sedikit sedih.


Deg, kini giliran Fatur yang dibuat tidak menentu dan langsung menatap Anggita. Seketika Fatur harus mengumpulkan tenaga untuk mendengar jawaban dari Anggita, dadanya berdegup kencang dan terlihat begitu gugup buka main serta napasnya terasa sedikit sesak.


"Aku mau kita jadi sepasang kekasih, Fatur. Karena aku juga menyukaimu dan mulai menyayangimu," ucap Anggita yang terus menatap Fatur sambil tersenyum manis.


Mendengar ucapan Anggita, Fatur kaget bukan main ia seperti tidak percaya akan apa yang baru didengarnya, benarkah Anggita mau menjadi kekasihnya? Atau hanya mimpi?


"Kamu serius Anggita?" tanya Fatur mengulang pertanyaannya karena masih tidak percaya akan apa yang didengarnya.


"Iya," balas Anggita sambil tersenyum mengangguk kepada Fatur.


Hati Fatur senang bukan main ketika mendengarnya, apa ini mimpi atau memang Anggita salah bicara? Tapi itu tidak mungkin yang pasti hari ini Fatur sangat bahagia sekali akhirnya Anggita menjawab pertanyaannya selama ini.

__ADS_1


Sampai di rumahnya Fatur terus tersenyum-senyum sendiri dan membuat Tias Ayu heran mengapa putranya semakin bahagia saja. Fatur terus tersenyum sambil memainkan ponsel miliknya sembari tiduran di kasur mamanya, ya malam ini Fatur tidur dengan di kamar mamanya. Padahal ada kamar tamu tetapi Fatur memilih untuk tidur bersama mamanya saat Anggita tidur dikamar Fatur.


"Padahal hanya bersebelahan tapi masih saja harus mengirim pesan," ledek mamanya yang melihat Fatur tersenyum-senyum sendirian sambil memainkan ponsel miliknya.


Dengan cepat Fatur menatap mamanya yang sudah duduk tidak jauh dari tempatnya, Fatur yang hanya fokus dengan ponselnya tidak sadar dengan kehadiran mamanya.


"Mama." mimik wajah Fatur kaget dan gugup.


"Mama senang melihatmu sekarang," ucap Tias Ayu sambil mengusap kepala Fatur dengan pelan.


"Mama kenapa?" Fatur bertanya karena tidak begitu mengerti dengan apa yang baru saja mamanya ucapkan.


"Seharusnya mama yang tanya kamu kenapa? Padahal dia ada di sebelah ruangan tapi kalian masih saling mengirim pesan, memangnya belum cukup waktunya? ledek Tias Ayu terus menggoda Fatur.


Seketika Fatur terdiam sambil tersenyum dan tersipu malu ketika mendengar ucapan mamanya.


"Aku sedang bahagia, Ma." Fatur mulai bercerita tentang apa yang sedang dirasakannya.


"Tahu, kok," balas Tias Ayu singkat.


"Aku dan Anggita sudah menjadi sepasang kekasih."


Tias Ayu senang bukan main, hatinya bahagia sekali saat mendengarnya. Sungguh Anggita membawa kebahagiaan bagi putranya.


"Mama senang mendengarnya." Tias Ayu ikut bahagia mendengar ucapan Fatur.


"Selamat ya sayang." Tias Ayu memeluk Fatur dengan rasa bahagia begitu juga dengan Fatur yang membalas pelukan mamanya.


"Aku bahagia sekali, Ma. Aku belum pernah merasakan bahagia seperti ini," ucap Fatur lagi yang masih memeluk mamanya dengan erat.

__ADS_1


Tias Ayu bisa merasakan bagaimana bahagianya Fatur saat ini, karena putranya belum pernah mengenalkan perempuan kepadanya. Baru Anggita yang menginjakkan kakinya di rumah, dan baru Anggita yang Fatur kenalkan kepada mama dan kakanya.


__ADS_2