
BRAKKK!!! Owner tempat fitness itu menggebrak meja dan terlihat murka dengan kejadian yang baru saja terjadi.
"MEMALUKAN!!!"Teriaknya."Apa anda tidak mampu membeli wanita ****** diluar sana sampai anda melecehkan member baru di tempatku huh?"
"Sungguh Feri aku tidak melakukannya,dia yang mulai du..."
"CUKUP!!! Aku sangat benci padamu,kenapa kau bahkan tak mengakui tindakan hinamu ituuu kau bahkan menuduhku merayumu duluan,ini sungguh tidak adil hiks,"Ujar Vania dengan menangis sesenggukan.
"Pak tolong ambilkan minuman untuk nona Vania agar lebih tenang!"Perintahnya.
"Baik Bos Feri,"ujar seorang satpam yang kemudian bergegas melaksanakan perintah Bosnya.
"Sebagai laki-laki,jujur aku sangat malu dengan aksi bejat anda Tuan Heru,"Keluh Feri."Dan lebih memalukan lagi anda melakukannya di tempat saya,pokoknya mulai saat ini anda saya blacklist dan jangan coba-coba untuk datang kemari lagi!!!"
"Tapi Feri aku kan..."
"Ah sudah-sudah jangan berdalih lagi,semuanya terlihat jelas dari rekaman cctv ini,"Menunjukkan laptopnya pada Heru dan mempertontonkan kejadian tadi.Dalam rekaman itu,karena posisi Heru yang memunggungi cctv memang nampak seolah dirinyalah yang bersalah.Sepertinya Vania memang sudah memperhitungkan ini,nampak Vania tersenyum puas kala melihat wajah kacau Heru saat ini."Sekarang semuanya saya serahkan pada Nona Vania,apakah dia mau membawa masalah ini ke ranah hukum atau tidak."
"Tuan ini airnya,"kata satpam yang tadi diperintah Feri.
"Terimakasih Pak,ayo Nona Vania silahkan diminum!"ucap Feri.
Vania pun meneguk segelas air putih itu,setelah selesai ia mulai bicara kembali.
"Entahlah,saya masih merasa trauma dengan kejadian tadi saya mau pulang saja,permisi."Kata Vania yang lalu keluar dari ruangan itu,sementara diluar ruangan itu semua orang menatapnya dengan ratusan pertanyaan di benak mereka.
Vania melewati orang-orang itu dengan santainya.
Hahaha,bukankah ini hal yang konyol? Semoga saja Tuan tampan tadi benar-benar membayarku dengan harga yang setimpal,eh tunggu dulu aku bahkan tidak tau namanya.
"Permisi Nona!"
Suara Lucas yang tiba-tiba datang berhasil membuat Vania tersentak dan tersadar dari lamunannya.
"Eh Tuan,panggil saya Vania saja!"
"Oh ya Vania maaf tadi aku belum menyebutkan namaku,panggil saja aku Lucas,"Kata Lucas."Terimakasih untuk bantuanmu hari ini,tak disangka ya ternyata kau berbakat menjadi seorang pemain film karena aktingmu sangat bagus,"Pujinya.
"Hahahaha Lucas kamu bisa aja memujiku."
"Seperti yang aku janjikan tadi aku akan membayarmu dengan uang yang tidak sedikit,boleh kamu tulis nomor rekening kamu disini!"Memberikan ponselnya pada Vania.
"Baiklah ini dia Lucas,"Menyerahkan kembali ponsel Lucas.
__ADS_1
"Aku akan membayarmu uang sebesar Satu Juta Dollar Amerika,"Kata Lucas dengan entengnya."Dan aku sudah berhasil mentransfer Sepuluh Ribu Dollar."
Mendengar itu sontak mata Vania membulat sempurna,"Satu Juta Dollar Amerika?"Vania menelan ludahnya.Ia juga langsung mengecek ponselnya yang baru saja berdering.Vania hanya bisa menganga setelah membaca pesan pemberitahuan isi saldo rekeningnya.
Habis mimpi apa aku,bahkan gajiku sebagai spg kalau dikumpulkan selama setahun tidak ada segitu.
"Selebihnya lagi aku akan mentransfernya secara berkala setelah semuanya selesai,Apa kau mengerti?."Kata Lucas yang membuat Vania tersadar kembali dari lamunannya.
"Jadi maksudmu ini belum selesai?"Vania mengerutkan dahinya.
"Ya Vania,kau harus tau bahwa ini baru permulaan saja,kedepannya kamu akan berhadapan dengan orang-orang besar dan kau harus mempersiapkan diri dan juga mentalmu,"ucap Lucas."Tapi tenang saja,kau hanya perlu mendengar apa kataku karena semuanya sudah kuatur."
"Kau membuatku takut saja,memangnya siapa orang besar yang kau maksud dan sebenarnya apa tujuanmu melakukan ini huh?"
"Bukankah di tempat fitness kau sudah sepakat tadi kalau kau tidak akan menanyakan apa alasanku,lakukan saja pekerjaanmu sesuai perintahku!"
"Cih tetap saja,aku kan hanya penasaran,"Kata Vania sambil memanyunkan bibirnya.
"Sudah kau pulanglah saja dan persiapkan dirimu!"Perintah Lucas,ia lalu meninggalkan Vania yang masih diliputi kekesalan.Lucas berjalan menuju ke tempat fitness kembali.
Jessy yang melihat Lucas berjalan dari luar,ia langsung menghampirinya.
"Lucas kau darimana?"Tanya Jessy.
"Kenapa harus keluar,disini kan bisa juga."
"Disini terlalu ribut Nona,saya jadi tidak dapat mendengar dengan jelas,"Dalih Lucas.
"Iya juga sih kau benar disini terlalu berisik,oh ya apa kamu sudah tau kejadian tadi yang menimpa mas Heru?"Tanya Jessy.
"Tentu saja Nona,saya berada tak jauh darinya tadi,"Jawabnya.
"Apa benar Mas Heru seperti itu ya sekarang,kalau benar begitu kasihan Siska yang sedang mengandung anaknya,"Air muka Jesay berubah seketika membayangkan keadaan Siska."Dia pasti sedih sekali Lucas."
Lihatlah dirimu Nona,kau bahkan masih memikirkan perasaan orang yang sudah jelas-jelas pernah menyakitimu.Maafkan aku harus melakukan ini,tapi kurasa ini adalah pembalasan yang setimpal untuk mereka.
"Untuk apa anda mencemaskan mereka Nona,masalah mereka tidak ada urusannya lagi dengan anda."
"Ya kau benar,kalau begitu kita pulang saja karena moodku sedang tidak baik,"Ajak Jessy.
"Baik Nona,mari saya bawakan tas anda,"Lucas mengambil alih tas yang dibawa Jessy.
Mereka berdua berjalan menuju ke mobil.Lucas memperhatikan Jessy yang nampaknya terlihat cemas.
__ADS_1
Bahkan dalam perjalanan pulang Jessy masih terlihat melamun.
Dan sesampainya di apartemen,Jessy langsung masuk kedalam tanpa bicara sedikitpun dengan Lucas.
Setelah melihat Jessy masuk,ia langsung melesat pergi dari tempat itu.Ia mengemudikan mobilnya menuju ke suatu tempat,sesampainya disana ia disambut hangat oleh pemilik rumah bergaya Bohemian itu.
"Selamat datang Tuan Lucas bagaimana kabar anda,lama tidak bertemu dengan anda,"Kata pria paruh baya itu.
"Kabarku baik Paman George,kalau Paman sendiri bagaimana?"
"Syukurlah,seperti yang anda lihat saya sangatlah sehat."
"Apakah Gama ada di rumah?"Tanya Lucas.
"Iya dia ada di dalam,mari saya antar."Ujar pria itu yang kemudian mengarahkan Lucas untuk masuk.
Lucas pun berjalan mengikuti pria itu,dan sampailah mereka di suatu ruangan yang penuh dengan berbagai macam komputer dan perlengkapan lainnya.
"Lucas? Wah waaaah sudah lama kau tidak kemari ya."Sapa Gama.
"Iya sudah lama,dan aku kemari karena membutuhkan bantuanmu untuk..."Lucas menghentikan kalimatnya dan menatap kearah Paman George.
"Eh baiklah kalian lanjutkan bicaranya,aku keluar dulu ya!"Seolah mengerti kalau Lucas ingin membahas sesuatu yang sangat rahasia,Paman George pun berinisiatif untuk keluar dari ruangan itu dan menutup pintu rapat-rapat.
"Membantumu dalam hal apa Lu?"Tanyanya.
"Sebarkan foto ini,buatlah artikel dengan judul sensasional tentang pria ini,"Meletakkan ponselnya di atas meja tepat didepan Gama.
"Astagaaa ini kan mantan suami Nona Jessy,ada apa dengannya kenapa dia menjadi hidung belang begitu sekarang,"Seru Gama yang terkejut melihat foto Heru dan Vania.
"Sebarkan berita tentang masalah ini,dan usahakan jangan sampai kau tertangkap!"
"Kau meragukanku? I am the best hacker ever!!! Hahaha,"Gama tergelak membanggakan keahliannya."Kalau masalah itu tenang saja,kau bisa mengandalkanku."
"Baiklah aku percaya padamu,kalau begitu aku pergi dulu karena sedang banyak yang harus ku urus,"Melangkah meninggalkan Gama."Oh ya mengenai bayaranmu aku sudah mengaturnya,kau lakukan saja yang terbaik karena aku akan membayar kerja kerasmu dengan jumlah yang sepadan,"Imbuhnya.
"Yaaaa aku tau itu Lu,terimakasih ya hehehe,"Gama tertawa terkekeh.
Sepeninggal Lucas,Gama segera melancarkan aksinya.Tangannya secepat kilat mengetikkan beberapa kata yang akan menghancurkan hidup seseorang atau bahkan lebih.
Gama mengunggah Artikel tentang Heru yang berjudul "SEORANG DIREKTUR PERUSAHAAN TERNAMA MELECEHKAN SEORANG WANITA DI TEMPAT FITNESS"ia membuat sebuah berita dengan dibumbui kebohongan yang dapat menggiring opini publik agar menyalahkan Heru.Ia juga membagikannya disemua sosial media dengan akun anonim miliknya.
Dan tak membutuhkan waktu yang lama unggahan Gama pun di repost oleh beberapa berita online dan juga menjadi trending dengan waktu yang bisa dibilang singkat.
__ADS_1
"Well,menyakiti Nona Jessy berarti kau harus siap menghadapi ini Tuan Heru huh anda sendiri yang menginginkan ini,bukankah kau sudah tau ya seharusnya bahwa kalau menyakiti keluarga besar Aswatama sama saja dengan mencari MATI!!!"Gumam Gama yang merasa tak habis pikir dengan kebodohan Heru.