Jatuh Cinta Lagi

Jatuh Cinta Lagi
Flashback 5 Tahun Lalu(Kejujuran Fatur)


__ADS_3

Apa benar yang diucapkan Fatur tadi jika itu adalah papanya? Tapi mengapa sikap Fatur sangat kasar kepada papanya? Mengapa Fatur terkesan tidak suka akan kehadiran papanya? Apa hubungan mereka berdua tidak baik-baik saja? Anggita masih terdiam tak bergeming, sepertinya pengakuan Fatur membuatnya berhenti bernapas. Jangankan bernapas berkedip saja tidak, sungguh pikiran Anggita saat ini tidak karuan karena banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada Fatur.


"Lo nggak bercanda, kan?" tanya Anggita memastikan tidak percaya.


"Memangnya lo pikir gue lagi bercanda?"


"Tapi kenapa lo menghindari dia dan terkesan lo nggak suka kalau dia menemui lo?"


Untuk kesekian kalinya pertanyaan-pertanyaan Anggita membuat Fatur sangat muak. Fatur sangat menyesal memberitahukan gadis itu tentang siapa lelaki yang terus mengejarnya.


"Lo tuh bawel, ya! Kepo banget. Bukan urusan lo kenapa gue menghindar atau nggak mau menemui dia." Amarah Fatur rasanya mulai mencuat saat rasa ingin tahu Anggita tentang siapa dirinya muncul.


"Tapi sikap lo kasar sama orang tua," balas Anggita tidak mau kalah membuat mereka berdua terlibat perdebatan kecil.


"Gue bilang bukan urusan lo. Lagian siapa lo berani komentarin hidup gue?"


Glek, kata-kata Fatur menyinggung perasaan Anggita. Mengapa juga Anggita harus tersinggung dengan apa yang baru saja didengarnya, memang dirinya bukan siapa-siapa Fatur. Tapi sikap Fatur yang selalu menunjukkan dirinya begitu istimewa. Fatur sadar apa yang baru diucapkannya menyinggung perasaan Anggita, lelaki itu bisa melihat guratan kekecewaan di wajah cantik Anggita. Wajah yang tadinya sedikit ceria dan agresif karena rasa ingin tahu tentang dirinya, kini mendadak redup dan terkesan dingin. Mulutnya terkunci seribu bahasa seakan enggan untuk berkomentar kembali.


"Gue memang bukan siapa-siapa lo. Tapi lo juga kenapa harus memaksa gue buat menuruti apa yang lo mau? Bukannya itu namanya egois?" balas Anggita yang tadinya terdiam dengan nada ketus.


Apakah Fatur harus memberitahu Anggita tentang perasannya, apa harus secepat ini Fatur memberitahu Anggita jika dirinya sudah mulai menyukainya. Tidak mungkin itu terjadi karena mereka baru saja saling mengenal dan pastinya Anggita pun tidak akan percaya. Fatur tidak bisa menjawab akan pertanyaan Anggita, dirinya dibuat bingung sendiri tentang perasannya yang mulai ditutupi terhadap Anggita.


"Sekarang lo pulang jangan ganggu gue lagi, dan masalah baju bisa gue beli sendiri."


Merasa tidak terima akhirnya Fatur terus memaksa Anggita agar ikut dengannya, bagaimana caranya Anggita harus ikut bersamanya.

__ADS_1


"Lo harus ikut gue!" perintah Fatur dengan nada tegas.


"Kenapa juga gue harus ikut lo, apalagi harus menuruti semua perintah lo?"


Kecewa itu yang dirasakan oleh Fatur, apa yang harus Fatur katakan kepada Anggita agar perempuan itu mengerti jika dirinya mulai menyukainya.


"Karena kalau lo ketemu sama Bokap gue lagi yang ada nanti lo diintrogasi." Fatur mencoba mencari alasan.


"Bokap lo orang pintar dia bisa tahu mana yang benar dan mana yang salah, dia juga pasti akan percaya kalau gue sama lo nggak ada hubungan apa-apa."


"Nggak bisa lo harus ikut gue!" paksa Fatur yang mulai bermain kasar dengan menarik paksa tangan Anggita.


"Nggak!" balas Anggita tak kalah ketus sambil melepaskan tangan Fatur dan kembali melangkahkan kakinya.


Tubuh Anggita masih terdiam membelakangi Fatur, hatinya masih dibuat kesal dan kecewa. Sungguh kali ini mereka berdua seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Rasanya Anggita tidak pernah bisa menolak jika Fatur memohon kepadanya, suara itu selalu membuat hati Anggita bergetar merindukannya. Di sisi lain Fatur terlihat dilema apa alasan yang akan dikatakan kepada Anggita saat ini untuk bisa membawanya pergi dari sini.


"Gue mohon ikut gue," pinta Fatur memohon dengan suara yang kali ini terdengar lembut.


Anggita masih belum menoleh kearah Fatur, dirinya masih terdiam membisu dengan rasa dongkol di hatinya.


"Apa alasan gue harus ikut sama lo?" tanya Anggita hanya menoleh tanpa menatap Fatur.


......"Nggak mungkin gue bilang kalau gue suka sama lo, kan," gumam Fatur bicara sendiri di dalam hati.......


"Karena gue nggak mau kalau Bokap gue bertanya sama lo, apa hubungan kita."

__ADS_1


"Lo jangan khawatir, gue akan bilang kalau kita cuma temen dan nggak ada hubungan apa-apa," jelas Anggita yang masih membelakangi Fatur.


"Memang ada teman yang lawan jenis baru kenal tidur satu kamar?" Fatur mencoba mempengaruhi pikiran dan menakuti Anggita.


Ada benarnya juga apa yang diucapkan Fatur, bagaimana jika nanti papanya bertanya tentang dirinya. Pasti papanya akan mencari tahu siapa dirinya, mana mungkin putranya bisa berteman dengan dirinya yang baru saja kenal dan bisa tidur bersama dalam satu kamar.


"Cowok sama cewek dalam satu kamar nggak mungkin kalau nggak melakukan apa-apa," ucap Fatur terus mempengaruhi Anggita dan kini Anggita sudah mulai terpengaruhi akan ucapan Fatur.


Pikiran Anggita mulai kacau apa yang harus dilakukan? Bagaimana jika sesuatu terjadi kepadanya? Siapa yang akan membantunya di sini? Sesaat Anggita memejamkan matanya dengan pikiran yang kacau sembari menarik napas panjangnya berharap ada suatu keajaiban yang akan menolongnya. Hanya Fatur yang bisa menolongnya saat ini, secara perlahan Anggita membalikan tubuhnya menghadap Fatur. Senyum simpul terlukis di bibir Fatur saat melihat Anggita mendengarkan ucapannya.


"Kita memang nggak melakukan apa-apa, kan?"


"Memangnya Bokap gue percaya gitu aja," balas Fatur mematahkan alasan Anggita.


Tidak ada orang yang akan percaya jika dua orang lawan jenis tanpa status menikah berada di dalam kamar secara bersamaan semalaman.


"Terus gue harus apa?"


"Ikuti apa yang gue ucapkan."


Hati Anggita luluh karena ucapan Fatur dan akhirnya memilih untuk ikut dengan Fatur untuk membeli baju dan menggantikan sendal sesuai janjinya. Senyum terus merekah di bibir Fatur sambil mengendarai motor, betapa bahagianya Fatur sejak kemarin bisa bersama dengan Anggita. Perempuan entah siapa dengan backgroundnya apa, yang pasti Anggita telah membuatnya nyaman jika Fatur sudah bersamanya. Seakan ia menemukan kembali kebahagiaannya yang sudah lama hilang.


...Ya Tuhan, perasaan apa ini. Mengapa aku sangat bahagia jika sedang bersamanya. Melihat wajahnya membuatku jatuh cinta, melihat sikapnya yang panik membuatku tersenyum. Dan melihat dirinya ketakutan membuat aku selalu ingin melindunginya, aku senang jika berdebat dengannya, aku suka menggoda dirinya dan melihat wajahnya memerah karena malu. Aku sangat suka kepolosannya saat setiap kali aku menggodanya. Dia adalah perempuan yang sangat menggemaskan dan setiap kali aku bersamanya membuatku terus merasakan jatuh cinta, lagi dan lagi."...


Itulah yang Fatur rasakan saat ini dan sering kali dirinya berbicara sendiri kepada tuhan tentang apa yang dirasakan olehnya.

__ADS_1


__ADS_2