Jatuh Cinta Lagi

Jatuh Cinta Lagi
RESMI BERPISAH


__ADS_3

"Oooh jadi begitu alasan kamu membawaku kemari,aku pikir tadi kamu mau...."


"Mau apa Jess,itulah yang terjadi kalau kamu terlalu banyak menonton drama."Kenan berhenti disalah satu makam dengan batu nisan yang bertuliskan nama ibunya."Ini makam ibuku."


Jessy pun juga berhenti dan duduk disamping Kenan yang tengah menundukkan kepalanya setelah menaburkan bunga.Nampak air mata Kenan mengalir dipipinya,Jessy menangkap kesedihan Kenan.Sepertinya Kenan amat menyayangi mendiang ibunya,pasalnya Jessy tak pernah melihatnya menangis dan ini adalah pertama kali baginya.Jessy sontak mengusap-usap punggung Kenan.


"Ibu aku datang lagi,lihatlah aku membawa siapa,"Sambil sesekali mengusap air matanya."Dia adalah wanita yang sama sepertimu bu,aku merasa terpanggil untuk membantunya karena saat melihatnya aku teringat kembali padamu bu,hiks."Semakin terisak.


"Ken sabar ya,ibu kamu pasti sudah tenang dialam sana.Terimakasih kamu sudah membantuku selama ini."Membantu Kenan untuk berdiri.


"Iya Jess sama-sama,"Kemudian berdiri dan menatap kelangit."Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan,ayo kita segera pulang."


"Iya nih,"Melangkah meninggalkan pusara ibu Kenan."Oh ya Ken terus ayah kamu kemana?"


Aduh dasar mulut lemes,ngapain nanyain soal ayahnya.


Kalau nanti dia marah bagaimana.Aaaa dasar mulut bodoh.


"Ayahku juga sudah meninggal."


"APA!!!"Jessy nampak syok dengan apa yang Kenan katakan.


"Iya Jess,jadi ibuku itu meninggal setelah lima tahun berpisah dengan ayahku.Ibu bekerja amat keras untukku dan juga adikku tanpa memikirkan kesehatannya hingga mengidap penyakit gagal ginjal yang membuatnya meninggal.Setelah itu,aku yang berusia 17 tahun terpaksa menjadi tulang punggung untuk menghidupi adik perempuanku.Mungkin karena merasa bersalah atas apa yang telah dilakukannya,ayahku ditemukan tewas bunuh diri dengan mengkonsumsi obat-obatan hingga overdosis."Menceritakan semuanya kepada Jessy.


"Sungguh tragis sekali."


"Ya benar Jess,akhir yang tragis memang.Ayahku meninggal di negara asalnya yaitu Denmark,karena memang setelah berpisah dengan ibuku dia kembali kesana tanpa memperdulikan nasib kami.Sampai saat ini aku belum pernah datang ke makam ayah karena memang sulit memaafkan semua kesalahannya."


"Aku tau ini memang berat,tapi mau sampai kapan kamu dendam dengan mendiang ayahmu.Tak baik jika kamu terus menyimpan dendam pada orang yang sudah meninggal,karena itu akan membuatnya tak tenang dialam sana.Setidaknya diakhir hayatnya ia sudah menyesali semua kesalahannya."Mengusap-usap punggung Kenan.


"Apa yang kamu katakan itu benar,tapi apakah kamu bisa memafkan Heru dengan semudah itu.Dengan semua kesalahannya?"Berbalik menatap Jessy.


"Tentu saja aku sudah memaafkannya,jujur walaupun semua ini menyakitkan tapi tetap saja ini adalah bagian dari takdir yang harus aku terima.Dan aku ingin berdamai dengan diriku sendiri dengan tak mementingkan egoku.Bukankah kamu sendiri yang bilang kalau kita itu tidak bisa melawan ketakutan kita,yang harus dilakukan adalah dengan menghadapinya."Mencoba meredam emosi Kenan.


"Kamu masih ingat kata-kataku rupanya."Mencoba tersenyum."Baiklah aku akan mencoba berdamai dengan diriku sendiri,aku akan belajar memaafkan ayahku.Terimakasih sudah mengingatkanku kembali."Ia memeluk tubuh wanita dihadapannya itu.Jessy pun menyambut pelukan itu,ia menepuk-nepuk punggung Kenan.


Sementara itu Roy dan Nara nampak heboh berdebat melihat pemandangan itu.


"Hey suamiku lihatlah mereka berdua nampak romantis sekali."


"Romantis apanya di pemakaman seperti ini,itu Nona Jessy hanya menenangkan Tuan Muda agar tak sedih lagi."


"Cih kau ini.Setauku selama Tuan Muda bersama Nona Siska,dia tak pernah membawanya kemari.Baru Nona Jessy loh,siapa tau Tuan Muda kemari bermaksud meminta restu pada ibunya."


"Hahahaha istriku yang cantik kau ini aneh sekali,kenapa kau bisa menyimpulkan seperti itu huh?.Lucu sekali meminta restu pada orang yang sudah meninggal."Tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Hey kau benar-benar tidak sopan mentertawakan mendiang ibu dari Tuan Muda,"Mencubit perut Roy.


"Sudahlah jangan memperdebatkan hal itu lagi,bersiaplah untuk 10 ronde karena kau salah,"Mencubit pipi istrinya yang sedang marah itu.


"Kau lah yang harusnya bersiap membawaku ke Maldives,"


"10 ronde,10 ronde,10 ronde,10 ronde,"Menggoda Nara.


"Maldives,Maldives,Maldives,Maldives,MALDIVES,"Nara nampak mulai kesal dengan tingkah Roy.


Saking hebohnya mereka berdebat,Roy dan Nara sampai tak sadar kalau Jessy dan Kenan posisinya sudah dekat dengan mereka.


"HEY!!! ada apa dengan Maldives dan 10 ronde? Memangnya akan ada kejuaraan tinju ya disana?,"Celetuk Jessy."Setauku tinju itu ada 6 ronde ya kalau gak salah,ini kok sampai 10 ronde sih memangnya tinju macam apa itu?"Imbuhnya.


Mendengar kata-kata Jessy itu Kenan dan Roy sontak tertawa terbahak-bahak karena terhibur dengan apa yang baru saja Jessy katakan.Sementara itu Nara bergegas lari kearah mobil karena merasa malu.


"Hey kenapa Nara pergi,memangnya aku salah ngomong ya? Lalu kalian berdua kenapa tertawa,apa ada yang lucu ya?."


"Eh tidak Nona,istri saya mungkin sedang pms makanya sedikit sensitif.Biar saya susul dia,Permisi."Roy berlari menuju ke tempat istrinya.


Wanita yang berpengalaman soal ronde permainan seperti dia tak kusangka bisa sepolos ini.Hahaha lucu juga


"Tidak Jess kamu tidak salah kok,ayo kita pulang."


Mereka berdua pun berjalan menuju mobil untuk segera pulang agar tak kehujanan ditempat itu.Mobil Roy dan Nara telah dahulu keluar dari blok pemakaman itu.Sepanjang perjalanan Nara nampak cemberut dan tak menoleh sedikitpun kearah suaminya itu,sementara Roy nampak masih menahan tawanya dan menutupi mulutnya dengan kedua tangannya bila mengingat 10 ronde tinju tadi.🤣🤣🤣


Dua bulan kemudian


Tap...tap...tap...


Suara langkah kaki terdengar mendekat kearah meja tempat Kenan dan Jessy.Setelah tepat berada dihadapannya,orang itu duduk dan memberikan sebuah kertas.


"Nona anda telah resmi bercerai dengan Tuan Heru,prosesnya bisa dipercepat karena Tuan Heru tidak mengajukan banding sama sekali."


"Hahahaa Lucas terimakasih banyak kau sudah mengurus semuanya.Aku senang sekali membaca ini,"Mengangkat kedua tangannya."Yeaaay akhirnya."


Ada apa dengan Jessy?


Nona Jessy kenapa malah senang ya?


Baik Kenan maupun Lucas sama merasa heran dengan ekspresi Jessy.Seharusnya dia merasa sedih karena rumah tangganya baru saja berakhir,namun justru berbanding terbalik dengan Jessy yang tak memperlihatkan sedikitpun rasa sedih.


"Jess kamu masih sehat kan?"Mengernyitkan dahinya.


"Tentu saja aku sehat,hahahaha kalian pasti heran kan kenapa aku kelihatan senang.Oh come on,memangnya kalian suka kalau melihatku terus-terusan menangis ya.Asal kalian berdua tau ya,aku malah bersyukur pada Tuhan bisa bercerai dengan si brengsek itu dengan cepat."

__ADS_1


"Nona,sungguh sulit sekali ditebak anda ini."


"Hey Lucas,memang kau ingin aku menangisi si brengsek itu berapa lama lagi huh?."


"Aaah tidak Nona saya lebih bahagia melihat anda yang seperti ini,baiklah kalau begitu saya permisi Nona,Tuan."Membungkukkan badannya.


"Iya Lucas,sekali lagi terimakasih ya."Melambaikan tanggannya ke Lucas yang baru saja beranjak dari tempat itu.


Syukurlah jika Jessy merasa senang.


"Oh ya Kenan,terimakasih untuk semuanya.Setelah ini mungkin saya akan segera pulang kerumah orangtuaku."


"Apakah harus secepat itu ya."


Kenapa aku merasa sedih karena dia akan pulang ya.


"Tapi tidak dalam waktu dekat ini,mungkin aku masih mau menghabiskan banyak waktu ditempat ini karena memang aku suka."


"Syukurlah kalau kamu suka."Kenan merasa lega.


"Apa?"Mengernyitkan dahinya.


"Aaah tidak,tidak ada kok."


Hey Kenan kenapa ya.


"Oh ya Jessy,weekend nanti kamu sibuk gak?"


"Weekend aku gak sibuk kok,kenapa emang?"


"Aku mau ajak kamu mendaki gunung,lumayan seru loh buat menghilangkan stress.Kamu mau gak?"


"Sepertinya menarik,baiklah aku ikut.Eh tapi ini first time buat aku,aku sebelumnya gak punya pengalaman mendaki.Apa aman ya buat pemula seperti aku?."


"Oh kalau masalah itu tenang aja,aku nanti akan cari gunung yang jalur pendakiannya aman untuk pemula sepertimu.Aku akan pilih gunung yang tak terlalu tinggi untukmu."


"Apa kamu sebelumnya sering mendaki gunung?"


"Ya bisa dibilang begitu,karena tertekan oleh rutinitas harian bisa bikin stress jadi aku kadang meluangkan waktu untuk mendaki.Ya walau hanya sekali dalam sebulan,tapi cukup untuk merefresh otak dari semua kesibukan dikota,"Menghela nafas panjang."Kita berangkatnya jam 01.00 dini hari."


"Apa? kenapa harus jam segitu sih,ngantuk banget pasti aku kalo jam segitu."Memanyunkan bibirnya.


"Ya karena perjalanan menuju kesana membutuhkan waktu 1 jam,terus kita mendaki membutuhkan waktu 2 jam untuk bisa sampai dipuncak.Dan alasan kenapa kita berangkat dini hari adalah karena aku mau menunjukkan padamu betapa indahnya matahari yang baru terbit dari ketinggian."


"Hemmm...Baiklah aku setuju kalau begitu."Mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


Kenapa aku begitu bersemangat membuatmu bahagia.Rasanya melihat senyummu adalah kebahagiaan tersendiri bagiku.


__ADS_2