Jatuh Cinta Lagi

Jatuh Cinta Lagi
VANIA DICULIK


__ADS_3

Jam saat itu menunjukkan angka setengah empat sore,terlihat Vania sedang berdiri di depan resto makanan cepat saji.Di tangan kanan dan kiri Vania terjinjing paperbag berisikan makanan yang baru saja dibelinya.


Vania mengedarkan pandangan matanya,seakan dia tengah berusaha mencari seseorang.Dan memang, Ia tengah mencari seseorang yang akan menjemputnya.Orang itu tak lain adalah Gama, Ia baru saja mengirimi pesan singkat pada Gama dan Gama pun memang telah berjanji akan datang menjemputnya.


Vania kakinya sudah terasa pegal karena lama berdiri dan ditambah ia mengenakan heels yang cukup tinggi hari ini.Ia pun memilih duduk di kursi yang tersedia di depan resto.


"Kemana sih Gama,lama banget deh!"Keluh Vania.


Ia memainkan ponselnya sambil sesekali matanya melirik ke jalan raya berharap Gama segera datang.Dan tiba-tiba ada sebuah mobil menepi tepat didepan Vania.Dua orang laki-laki berpakaian formal segera keluar dari dalam mobil dan langsung berlari ke arah Vania.


"Nona, ayo ikut kami!"Kata salah seorang pria dengan menarik paksa lengan Vania.


"Kalian ini siapa huh?Lepaskan aku!"Pinta Vania.


Namun dua orang pria itu tak menggubris apa kata Vania, mereka tetap menarik lengan Vania dengan kasar.


"Hey apa kalian tuli? Lepaskan aku, Tolo..."


Belum sempat Vania berteriak kencang, salah seorang pria itu menutup mulut Vania.Kedua pria itu menarik paksa Vania dan mendorong tubuhnya masuk ke dalam mobil.


Begitu masuk ke dalam mobil, betapa terkejutnya Vania melihat Heru berada di dalam mobil itu.


"Senang bertemu anda kembali Nona Vania!"Ucap Heru.


"Hey kalian mau apa huh, turunkan aku dari mobil ini sekarang atu aku akan berteriak!"Kata Vania yang mulai ketakutan.


"Hahahaha, seharusnya aku yang bertanya padamu Nona, APA SEBENARNYA TUJUANMU MENYEBARKAN FOTO ITU DAN MEMFITNAHKU!!!"Bentak Heru.


Vania tersentak mendengar bentakan Heru, ia semakin kelihatan panik.Ia mencoba menggedor pintu mobil, berharap pintu itu dapat terbuka.Tak hanya itu, Vania juga berteriak dan membuat Heru semakin geram.Akhirnya Heru pun mendekap dan memegang kedua tangan Vania.Namun bukannya membuat Vania tenang, justru Vania semakin memberontak dan teriakannya semakin keras.Heru pun secepatnya bertindak "PLAKKK" Satu tamparan keras Heru mendarat di pipi kanan Vania hingga membuatnya tak sadarkan diri.


"Apa masih lama lagi menuju ke gudang hijau?"Tanya Heru.


"Tidak Tuan, sekitar tujuh menit lagi kita akan sampai."Jawab asisten Heru.


Sementara itu Gama nampak terburu-buru mengemudikan mobilnya.Sesampainya di alamat resto yang sesuai dengan yang dikirim Vania, ia secepatnya melesat masuk kedalam.Gama bertanya kepada semua karyawan resto itu namun tak ada yang tau.Ia pun mencoba menghubungi ponsel Vania, saat berhasil terhubung namun sayangnya panggilan Gama ditolak oleh Vania.


"Kok aneh sih? Tadi dia marah-marah minta cepetan di jemput lah ini aku telepon malah di reject,"Keluh Gama.

__ADS_1


Ia pun memutuskan keluar dari resto itu.Saat telah berada di luar, matanya tak sengaja melirik ke kursi yang berada di depan resto itu.Ada sesuatu yang menarik perhatiannya.


"Kenapa ada paperbag disini? Udah gitu makanannya berantakan lagi!"


Karena Gama perasaannya tidak enak, Gama pun kembali masuk ke dalam resto dan bertanya sekali lagi pada karyawan disana.


Ia berjalan menuju meja kasir."Maaf Nona saya kembali lagi,apa anda yakin tidak melihat teman saya disini? Dia tingginya sebahu saya Nona, dan ini fotonya."Gama menunjukkan foto Vania pada wanita itu.


"Oooh wanita ini yang anda maksud, dia memang datang kemari Tuan, dia membeli beberapa makanan disini dan setelah itu dia pergi."Jawab wanita itu.


"Apa anda tau kemana dia pergi setelah keluar dari sini?"


"Tadi saya sempat melihat dia duduk di kursi depan resto kami, tapi setelah itu saya tidak tau lagi Tuan karena saya melayani pelanggan yang datang."


"Nona bolehkah saya melihat rekaman cctv yang ada di depan resto ini, karena saya merasa ada yang tidak beres, saya mohon Nona karena ini menyangkut teman saya."


"Baiklah Tuan, mari saya antar."


Wanita itu mengantar Gama menuju ke lantai dua, tempat ruang kontrol keamanan berada.Diasana ada seorang laki-laki yang berjaga.


"Hey kau kemana saja dari tadi huh, kenapa kau tidak tau kalau temanku baru saja diculik?"Tanya Gama dengan kesal.


"Maaf Tuan, tadi saya memang sempat ke kamar mandi untuk buang air sampai saya tidak tau kalau ada kejadian itu."Sahut laki-laki itu.


Gama pun segera menelpon Lucas, ia menceritakan semuanya pada Lucas.


Mendengar cerita Gama, Lucas pun langsung datang dengan sangat cepat.Entah dia mengemudikan dengan kecepatan berapa dan entah telah melewati berapa lampu merah, karena yang ada dipikirannya kali ini adalah keselamatan Vania.


"Bagaimana kau bisa selalai ini menjaga Vania huh, aku kan sudah bilang jangan menginjinkannya keluar!"Lucas nampak begitu marah pada Gama.


"Sudahlah kau jangan marah sekarang, ayolah kita cepat menolong Vania, suruh orang mengambil mobilmu disini dan kau yang kemudikan mobilku!"


"Apa? Enak saja kau menyuruhku!"


"Sudah ku bilang ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat, kau mau Vania selamat atau tidak?"


"Baiklah, awas kau nanti kalau tidak berhasil!"

__ADS_1


Akhirnya Lucas mengalah, ia yang menyetir mobil Gama sementara Gama sendiri kini berkutat dengan laptop dan beberapa peralatannya.


"Tadi setelah aku sampai di resto aku sempat menelponnya tapi di reject, dan setelah kulacak lokasi terakhir Vania berada sekitar dua kilometer dari sini."


"Apa ponselnya sekarang tidak aktif?"


"Tidak Lu, sepertinya penculik itu telah mematikan ponsel Vania."


"Ini pasti ulah Heru."


"Iya aku juga menduga seperti itu, oh ya tapi ngomong-ngomong lokasi terakhir Vania itu jauh dari jalan raya dan menurutmu kira-kira mereka mau membawa Vania kemana Lu?"


"Itu dia yang ku khawatirkan, aku takut mereka menyakiti Vania, Aaaaaargh Sialan!"Umpat Lucas sambil memukul kemudi.


Lucas menambah kecepatan mobil,kini mobil itu melaju cepat di jalanan yang mulai menjauh dari jalan raya.Lucas mengemudikan mobil sesuai dengan arahan Gama.Setelah mengemudi beberapa menit, akhirnya Lucas menghentikan mobil yang dikemudikannya.Ia terhenti di sebuah jalan kecil yang berada di tengah pepohonan yang rimbun.


"Gam apa kau yakin ini lokasi terakhir Vania?"Tanya Lucas yang terlihat tidak yakin.


"Iya, lihat saja radar ini, titik merah ini adalah lokasi Vania dan titik yang satu ini adalah mobilku."Jawabnya.


"Lalu kemana mereka membawa Vania pergi ya?"


"Entahlah Lu, aku tidak pernah lewat jalan ini, hmmm kira-kira tembus kemana ya?"


"Aku juga tidak pernah lewat sini, dan apa kau tidak lihat kalau jalan ini buntu, lihatlah di depan sana hanya ada jurang,"Menunjuk jalan yang tidak terlihat jelas karena hari sudah mulai gelap."Kalau kau bertanya jalan ini tembus kemana maka jawabannya adalah tembus ke surga, karena jika kau terus berjalan ke depan maka tubuhmu akan jatuh ke dasar jurang dan kau mati disana lalu sampailah kau di surga tapi.....itupun kalau kau diterima di surga hahaha,"Ejek Lucas.


"Hehehehe tidak lucu, disaat kekasihmu hilang sepeti ini kau bahkan masih bisa tertawa mengejekku ya, wah kau ini dasar!"


"Hey dia bukan kekasihku!"Protes Lucas.


"Lalu apa kalau bukan kekasihmu huh, kau bahkan pernah menciumnya di hadapanku."Sindir Gama.


"Itu kan hanyaa....Ah sudahlah lupakan saja, ayo kita cari Vania di sekitar sin!"


"Hey lihatlah dirimu Lu, kau mengalihkan pembicaraanku, jadi kau benar-benar menyukainya yaa wah waaah temanku sekarang benar-benar seperti seorang pria hahaha,"Gama terbahak bahak menertawakan Lucas.


Mereka pun menyusuri tempat itu, Lucas nampak memicingkan matanya saat melihat ada sebuah cahaya kecil dari kejauhan ditengah kegelapan.Ia mengajak Gama menuju ke sumber cahaya itu.

__ADS_1


__ADS_2