
Setelah beberapa hari menginap di rumah Wahyu dan Salma, bu Rahma pun akhirnya memutuskan untk kembali ke kotanya. Semenjak itu Salma hanya sendirian di rumah dengan para Art saat Wahyu pergi bekerja. Dan hari ini tiba-tiba saja bu Desi datang berkunjung ke sana. Salma sangat bahagia karena ibu mertuanya sepertinya sudah mulai menerimanya sebagai menantu.
"Terima kasih ma... sudah mau datang berkunjung" ucap Salma saat bu Desi masuk ke dalam rumahnya.
"Jangan begitu sayang... mama seharusnya minta maaf karena tidak sedari dulu merestui kalian..." sahut bu Desi sambil tersenyum.
"Oh iya... ini mama bawakan vitamin penguat kandungan... agar janin dalam kandunganmu senantiasa sehat... minumlah dua kali sehari ya..." ucap bu Desi sambil menyerahkan satu botol pil.
"Terima kasih ma..." kata Salma dengan gembira.
"Mama mau minum apa?" tanya Salma.
"Tidak usah sayang... soalnya mama harus segera pergi ke kantor sekarang... mama kemari hanya untuk memberikanmu pil itu saja..." ujar bu Desi.
Salma pun mengangguk mengerti. Bu Desi pun lalu pamit untuk segera pergi ke kantor. Setelah mengantarkan bu Desi ke depan Salma pun kembali ke dalam dan membawa botol kecil yang diberikan bu Desi ke dalam kamarnya dan meletakkannya di atas nakas bersebelahan dengan botol obat lainnya. Namun ia tidak langsung meminum pil itu seperti anjuran mertuanya karena perutnya masih bengah sehabis meminum susu ibu hamil sehabis sarapan. Salma berencana untuk meminum pil itu agak siang saja toh itu hanya vitamin fikir Salma.
Sementara bu Desi tengah berbahagia karena satu rencananya sudah mulai berjalan. Dia mengemudikan mobilnya dengan riang. Dalam bayangannya rencana yang sudah disusunnya pasti akan segera membuahkan hasil.
"Lihat saja... saat janin itu gugur aku harap rahim wanita itu juga ikut rusak... agar aku bisa misahkan Wahyu dengan perempuan miskin itu dan menjodohkannya dengan wanita pilihanku" batin bu Desi.
"Salahkan saja pada ibumu yang telah mencuri hati Adi dan juga Gita... aku tidak akan pernah bisa memaafkan kalian berdua... ibu dan anak harus sama-sama hancur... setelah putrimu hancur maka tunggu saja giliranmu Rahma... kau akan merasakan penderitaan yang sama dengan putrimu itu!" sambung batin bu Desi.
Sedangkan bu Rahma yang tengah memasak bersama Sakina tiba-tiba saja perasaannya jadi tidak enak. Entah mengapa ia jadi teringat dengan Salma.
"Ibu kenapa?" tanya Sakina saat melihat bu Rahma memegangi dadanya sendiri.
"Entahlah Na... tiba-tiba saja perasaan ibu jadi tidak enak... dan ibu kefikiran kakakmu Salma..." terang bu Rahma.
"Tapi saat ibu pulang kakak masih baik-baik saja kan?" tanya Sakina.
Bu Rahma hanya menganggukan kepala sebagai jawabannya.
"Kalau begitu ibu jangan terlalu khawatir... kak Salma pasti akan baik-baik saja... disana kan ada kak Wahyu yang akan selalu menjaganya..." kata Sakina berusaha menenangkan bu Rahma.
"Kau benar... semoga saja ini hanya perasaan ibu saja... dan semoga kakakmu baik-baik saja dengan kandungannya disana...".
"Aaamiin..." sahut Sakina.
Salma yang baru saja mengecek keadaan kiosnya melalui vidio call dengan orang kepercayaannya tampak sedikit kelelahan. Dan entah kenapa ia jadi menginginkan puding mangga yang buatkan oleh suaminya. Sebenarnya Salma merasa malu karena akan merepotkan Wahyu karena ini masih jam kerja. Namun rasanya ia tidak dapat menahan keinginannya untuk mencicipi puding itu. Maka dengan menahan rasa malu dan tidak enaknya Salma pun menghubungi Wahyu.
__ADS_1
"Halo sayang... ada apa? tumben kau menelfonku saat begini?" tanya Wahyu begitu mendengar suara Salma.
"Ehm... mas... aku..."
"Kenapa sayang? apa ada yang kau inginkan?" tanya Wahyu lagi.
Pasalnya saat bu Rahma menginap di rumahnya ibu mertuanya itu sudah memberikannya pengetahuan tentang cara menghadapi ibu hamil. Terutama saat mendapati jika istrinya itu tengah ngidam. Jadi saat Salma menghubunginya di saat yang tak biasa Wahyu langsung tahu jika istrinya itu tengah ngidam sesuatu.
"Itu mas... aku ingin puding mangga... tapi mas sendiri yang buatkan..." ucap Salma malu-malu.
Wahyu tersenyum senang... istrinya tetap saja malu dan tidak enak hati saat mengutarakan keinginan ngidamnya.
"Baiklah... mas akan pulang sekarang dan membuatkanmu puding mangga..." putus Wahyu.
"Tapi mas... apa pekerjaanmu tidak terganggu?"
"Tentu saja tidak sayang... sekarang katakan apa di rumah sudah ada bahannya? kalau tidak aku akan membelinya di mini market" kata Wahyu.
"Sepertinya aku belum membelinya mas..." sahut Salma.
"Baiklah aku akan ke mini market untuk membeli bahannya dulu... apa ada yang lain yang kau inginkan? biar aku belikan sekalian..."
"Baiklah... aku pergi dulu..."
"Iya mas... terima kasih mas"
"Sama-sama sayang..."
Wahyu pun segera mengatakan pada asistennya untuk menggantikan pekerjaannya hari ini karena ia akan pulang cepat. Setelah itu Wahyu segera pergi menggunakan mobilnya ke mini market untuk membelikan pesanan istrinya. Selang empat puluh lima menit kemudian Wahyu sudah sampai di rumahnya dengan membawa barang belanjaan yang lumayan banyak. Ternyata pria itu bukan hanya membelikan pesanan istrinya saja, ia juga membeli beberapa snack sehat untuk ibu hamil dan tambahan stock susu ibu hamil untuk Salma.
Setelah berganti pakaian Wahyu langsung sibuk di dapur untuk memasakkan pesanan istrinya. Dengan menggunakan tutorial yang dilihatnya di gawainya Wahyu pun mulai memasak. Meski agak kesulitan diawalnya namun Wahyu tidak menyerah. Apa lagi Salma yang menunggui dan memperhatikannya sejak awal juga memberikan semangat dan sesekali memberinya instruksi agar ia memasak dengan benar. Setelah berkutat beberapa lama di dapur akhirnya puding buatan Wahyu pun jadi dan sudah diletakkan di loyang. Sambil menunggu dingin dan memasukkannya ke kulkas Wahyu pun membersihkan dirinya dan berganti pakaian.
Salma pun membantu suaminya dengan menyiapkan pakaian ganti. Wahyu sengaja tidak kembali ke kantor dengan alasan ingin ikut mencicipi puding hasil buatannya. Baru saja ia meletakkan pakaian Wahyu di pinggir tempat tidur Salma teringat dengan vitamin yang tadi diberikan oleh mama mertuanya. Kemudian Salma pun segera mengambil botol kecil itu dan mengambil sebutir pil dari sana. Setelah itu ia pun menuangkan air putih dalam gelas yang memang tersedia di kamarnya. Saat Salma hendak memasukkan pil itu ke dalam mulutnya tiba-tiba Wahyu yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi mengagetkannya.
"Kamu mau minum apa sayang?" tanya Wahyu.
"Oh ini mas... aku mau minum vitamin dari mama..." sahut Salma urung memasukkan pil itu ke dalam mulutnya.
"Mama kemari?"
__ADS_1
"Iya mas... tadi pagi setelah kamu berangkat ke kantor..." terang Salma.
"Lalu itu vitamin apa?"
"Kata mama ini vitamin penguat kandungan mas..." sahut Salma.
Tiba-tiba Wahyu langsung merebut pil yang ada dj telapak tangan istrinya itu yang membuat Salma kaget.
"Kamu jangan sembarangan minum vitamin sayang..." ucap Wahyu lembut saat melihat istrinya kaget.
"Tapi kan itu cuma vitamin mas..."
"Aku tahu... tapi lebih baik kita konsultasi dulu pada dokter agar tidak terjadi kesalahan dan malah membuat kmau kenapa-napa..." ucap Wahyu lagi dengan hati-hati agar Salma tidak bingung.
"Tapi itu pemberian mama mas... aku merasa tidak enak jika tidak meminumnya..."
"Kamu tahu kebanyakan vitamin juga tidak baguskan? apa lagi saat ini kamu sedang hamil sayang..." terang Wahyu lagi.
"Iya mas..." akhirnya Salma pun menurut.
Wahyu pun mengembalikan pil yang tadi di rebutnya dari Salma. Kemudian Salma pun memasukkannya kembali ke dalam botol.
"Nanti saat kau periksa kandungan kita tanyakan dulu pada dokter apa kau boleh mengkonsumsi vitamin itu oke?"
"Iya mas..." sahut Salma.
Salma pun meletakkan botol pil itu kembali ke atas nakas.
"Sekarang kita lihat apakah pudingnya sudah dingin?" Wahyu mencoba mengalihkan pembicaraan.
Salma langsung mengangguk dengan wajah yang berbinar. Keduanya pun keluar dari dalam kamar dan segera menuju ke dapur untuk melihat puding mereka. Ternyata benar puding itu telah dingin dan dengan segera Wahyu memotong puding itu kecil-kecil kemudian ia menambahkan es krim diatasnya. Tak lupa ia juga memberikan susu coklat diatasnya.
Salma yang melihat penampilan puding buatan Wahyu terlihat sangat tergoda. Dengan cepat ibu hamil itu langsung menyendokkan puding yang sudah bercampur es krim itu ke dalam mulutnya. Wahyu pun menyiapkan puding untuk dirinya sendiri lalu menyantapnya. Ternyata rasanya lumayan enak. Tidak heran kenapa Salma terlihat sangat menikmati puding buatannya.
Setelah makan puding Salma terlihat mengantuk. Wahyu pun membawa istrinya itu ke kamar untuk beristirahat. Benar saja Salma langsung tertidur begitu kepalanya menyenruh bantal. Sementara Wahyu masih senang menatap wajah istrinya yang terlihat semakin chubby dan cantik. Sesaat ia teringat dengan vitamin yang kata Salma diberikan oleh mamanya. Dengan perlahan ia pun beranjak ke nakas dan mengambil botol pil pemberian mamanya. Meski Salma bilang jika itu vitamin dari mamanya entah mengapa ia merasa tidak nyaman saat Salma akan meminumnya.
"Lebih baik aku simpan saja pil ini agar Salma tidak meminumnya... besok akan aku bawa ke rumah sakit dan menanyakannya pada dokter disana..." batin Wahyu.
Kemudian ia pun memasukkan pil itu ke dalam tas kerjanya agar ia tidak lupa membawanya besok.
__ADS_1