Jodoh Istri Kedua

Jodoh Istri Kedua
Mencari


__ADS_3

Pak Adi tampak terkejut mendengar perkataan bu Desi. Pria itu kembali mengguncang pundak mantan istrinya itu dengan keras.


"Apa maksudmu Desi? apa yang sudah kau lakukan pada Salma hah?"


"Aku sudah menyingkirkannya!" seru bu Desi.


"Kau?"


"Ya... aku sudah menyingkirkan perempuan s**l itu!" sahut bu Desi menyerigai.


Setelah mengatakan itu bu Desi langsung melangkah pergi dengan santai. Namun pak Adi langsung mencekalnya.


"Dimana kau tinggalkan dia? katakan!" seru pak Adi tidak dapat menahan emosinya.


"Dia mati di jurang... jadi kalian tidak akan bisa menemukan mayatnya..." jawab bu Desi dan kembali tertawa puas.


"Amankan perempuan ini jangan sampai lolos!" perintah pak Adi pada dua orang anak buahnya.


Kemudian ia mengajak anak buahnya yang lain untuk mencari Salma di tempat yang dikatakan oleh bu Desi. Saat sampai di jurang yang dimaksud oleh bu Desi, pak Adi menelan salivanya. Bagaimana mungkin Salma bisa selamat sementara jurang yang ada dihadapannya itu sangat curam dan dalam? batin pak Adi sambil menatap nanar ke arah jurang.


"Kita kembali ke kota dan mencari tim penyelamat! tapi sebelumnya kita bawa dia ke kantor polisi..." kata pak Adi pada anak buahnya.

__ADS_1


Mereka pun segera pergi menuju ke kantor polisi untuk menyerahkan bu Desi. Sementara di rumah sakit Wahyu sudah mulai sadar. Dan kata pertama yang ia ucapkan adalah nama istrinya Salma. Pria itu tampak sangat khawatir dengan kondisi istrinya itu apa lagi ia tidak melihat keberadaan Salma disampingnya. Bu Rahma mencoba untuk menenangkan menantunya itu dengan mengatakan jika Salma sedang beristirahat di rumah. Namun entah mengapa Wahyu tidak bisa mempercayai alasan dari mertuanya itu. Ia pun memaksa untuk dihubungkan dengan Salma melalui ponsel.


Meski merasa tidak yakin jika Salma akan mengangkat namun bu Rahma tidak ada pilihan lain selain melakukan permintaan Wahyu. Dan ternyata ponsel Salma tertinggal di nakas samping brankar Wahyu. Hal itu membuat Wahyu semakin uring-uringan. Pasalnya ia merasa tidak tenang karena belum melihat Salma. Sementara pak Adi sudah kembali ke tempat dimana bu Desi mengaku sudah mendorong Salma bersama polisi dan regu penyelamat. Saat melihat kondisi tebing dimana Salma terjatuh membuat para petugas penyelamat pesimis untuk bisa menemukan Salma dalam keadaan selamat.


Meski begitu pak Adi tetap meminta para petugas untuk melakukan upaya pencarian dan penyelamatan untuk Salma. Dalam hatinya pria paruh baya itu masih berharap ada keajaiban agar bisa menemukan menantunya itu dalam keadaan selamat. Saat tengah sibuk mencari keberadaan Salma tiba-tiba ponselnya berdering. Ternyata bu Rahma yang menghubunginya.


"Ya... ada apa Rahma?"


"Mas... Wahyu sudah sadar... dan dia menanyakan Salma... apa mas sudah menemukannya?"


"Maafkan aku... aku belum bisa menemukannya"


Pak Adi menghembuskan nafasnya kasar... ia tidak ingin memberitahukan yang sebenarnya pada bu Rahma tentang Salma sebelum ia yakin jika yang dikatakan bu Desi itu benar. Tapi ia juga tidak bisa menutupinya lebih lama karena Wahyu sudah sadar dan juga mencari Salma. Akhirnya dengan berat hati ia pun mulai menceritakan semua yang dikatakan bu Desi tentang apa yang sudah dilakukannya pada Salma.


"Apa yang kau katakan mas? bagaimana bisa mantan istrimu itu nekat berbuat kejam pada putriku dan calon cucunya..." terdengar suara bu Rahma yang panik.


Untung saja saat ini Wahyu sudah dalam keadaan tertidur karena tadi sudah disuntikkan obat penenang karena tadi sempat memaksa untuk pergi mencari Salma mesli keadaannya masih belum sembuh. Sehingga pria itu tidak mendengar saat bu Rahma menghubungi pak Adi.


"Kau tenanglah dulu Ma... aku saat ini tengah berusaha mencari keberadaan Salma dengan regu penyelamat dan pihak kepolisian... tunggulah aku akan segera memberikan kabar pada jika ada perkembangan" pak Adi mencoba memberi pengertian pada bu Rahma.


Bu Rahma pun menyetujuinya dan meminta dikirimkan lokasi dimana kini pak Adi berada sebab ia ingin memberitahukannya pada anak dan menantunya yang lain. Mungkin saja ada diantara menantunya ada yang bisa membantu mencari Salma. Karena bu Rahma tahu jika hubungan mereka bukan lagi seperti antara ipar namun sudah seperti saudara kandung.

__ADS_1


Di pelosok hutan... tepatnya di aliran air sungai terlihat sesosok tubuh tengah mengapung terbawa air sungai. Meski terlihat sama sekali tak bergerak namun ternyata ia masih selamat tapi tidak sadarkan diri dan terhanyut dengan posisi wajah menghadap keatas. Tak berapa lama tubuh itu pun tersangkut sebuah batang kayu yang melintang di tengah sungai. Namun begitu sosok yang merupakan tubuh Salma masih tak bergerak karena masih tidak sadarkan diri. Meski selamat tapi terdapat banyak luka di tubuhnya.


Untung saja saat tadi ia didorong oleh bu Desi dan meluncur ke bawah tubuh Salma langsung jatuh ke dalam sungai meski sempat terkena ranting pohon yang menjulur diatas aliran sungai. Tapi tidak membuat luka serius di tubuh wanita hamil itu. Hanya beberapa luka lecet dan luka agak lebar karena terkena ranting yang cukup tajam dibeberapa bagian tubuhnya. Namun karena syok dan benturan yang lumayan keras saat tubuhnya masuk ke dalam sungai membuat wanita hamil itu tidak sadarkan diri.


Matahari sudah tinggi saat tim penyelamat sampai ke dasar jurang. Mereka menemukan aliran sungai sehingga mereka pun mulai menyusurinya demi menemukan Salma. Semakin siang tim penyelamat semakin banyak yang didatangkan untuk membantu mencari Salma. Namun hingga sore menjelang mereka belum juga berhasil untuk menemukannya.


Agung dan Danu pun datang membantu mencari kakak ipar mereka setelah mendapat izin dari tempat mereka bekerja. Sementara istri mereka menemani bu Rahma di rumah sakit. Bersama pak Adi dan tim penyelamat mereka belum juga putus asa untuk menemukan keberadaan Salma.


Di rumah sakit...


Wahyu sudah mulai sadar dan kembali kenanyakan keberadaan istrinya. Kali ini bu Rahma terpaksa menceritakan yang sebenarnya pada pria itu karena sampai saat ini Salma belum juga bisa ditemukan. Mendengar penjelasan bu Rahma, Wahyu langsung mencoba untuk melepas alat infus yang terpasang di tangannya dan ingin segera menyusul pak Adi untuk mencari Salma. Untung saja ada kedua adik Salma yang menemani bu Rahma sehingga ketiga wanita itu bisa mencegah Wahyu dengan perbuatan nekatnya.


"Kita tunggu hingga dokter mengizinkanmu keluar dari rumah sakit dulu nak Wahyu... jika kau berbuat nekat maka bukan hanya Salma yang harus kami khawatirkan tapi juga kamu..." kata bu Rahma.


"Benar kata bu Rahma kak... jika kakak nekat nanti bisa-bisa keadaan kakak malah kembali buruk dan itu malah akan menyulitkan semuanya... bersabarlah sebentar hingga dokter mengizinkan kakak keluar dari sini..." timpal Gita yang baru saja datang dan melihat Wahyu yan sedang ditenangkan oleh bu Rahma dan kedua putrinya.


"Maafkan aku..." ucap Wahyu yang menyadari kesalahannya.


"Tapi aku sangat mencemaskan Salma dan juga kandungannya..." sambungnya dengan mata berkaca-kaca.


"Bersabarlah... semoga saja ada kabar baik tentang kak Salma..." kata Gita yang diamini oleh semua yang ada di sana.

__ADS_1


__ADS_2