Jodoh Istri Kedua

Jodoh Istri Kedua
Akhir Kisah


__ADS_3

Kehadiran bayi Yuma yang membuat hubungan bu Desi dengan Salma mencair sangat membuat bahagia keluarga yang lainnya. Wanita paruh baya itu juga terlihat sangat menyayangi Yuma meski dulu ia pernah berniat melenyapkan bayi itu saat dalam kandungan.


"Andai saja waktu itu semua usahaku berhasil, maka aku tidak akan pernah bisa melihat wajah imut cucuku Yuma..." batin bu Desi menitikkan air mata saat memandang wajah bayi Yuma yang berada di dalam box bayi.


"Kamu kenapa nak?" tanya bu Anggi mamanya.


"Aku merasa menyesal ma... bagaimana seandainya jika dulu aku berhasil menggugurkan kandungan Salma... pasti aku tidak akan pernah bisa memandang wajah cucuku seperti saat ini..." ucap bu Desi penuh penyesalan.


"Sudahlah nak... yang terpenting semuanya baik-baik saja sekarang... dan mama harap kau bisa belajar untuk ikhlas atas apa yang sudah terjadi pada pernikahanmu dengan Adi. Lanjutkan hidupmu nak... masih ada orang yang tulus mencintaimu... jangan memaksakan kehendak agar semua yang sudah terjadi tidak akan terulang lagi..." nasehat bu Anggi.


"Apakah masih ada yang mau mencintai wanita keras kepala dan keji seperti aku ini ma?" tanya bu Desi yang merasa jika tak ada orang yang kini mau mencintainya.


"Tentu saja sayang... ada kami dan Gita putrimu, juga Beni... mama rasa dia memiliki perasaan lebih padamu dari pertemanan biasa..." ungkap bu Anggi.


"Beni?"


"Ya... mama rasa dia memiliki perasaan padamu sayang... terlihat jelas dari perlakuannya selama ini padamu..."


"Tapi..."


"Kau harus membuka hatimu sayang... mama tidak memaksamu untuk menerima Beni, tapi setidaknya kau harus melihat jika masih ada pria yang mau mencintaimu dengan tulus seperti Beni. Jadi mama harap kamu jangan menyalahkan Rahma lagi atas gagalnya rumah tanggamu... kalian, kau dan Adi hanya tidak berjodoh... ada atau tidak adanya Rahma diantara kalian. Mama hanya ingin kau menatap masa depanmu sendiri tanpa bayang-bayang masa lalu... karena kau juga berhak bahagia dengan orang yang mencintai kamu dan juga kau cinta" kata bu Anggi panjang lebar.


Bu Desi tertunduk mendengar perkataan mamanya. Selama ini wanita yang ada dihadapannya itu lebih sering diam dan memilih untuk menuruti semua kemauannya sejak dia kecil. Apa lagi sikap papanya yang selalu menuruti semua permintaannya dengan atau tanpa persetujuan mamanya itu.


"Mama hanya ingin kamu bahagia nak... hidup tenang diusia senja... jika bisa mama ingin melihat kamu memiliki pasangan hidup yang mau mengayomi dan bisa membimbingmu lebih baik lagi... putrimu Gita juga sebentar lagi akan memiliki kehidupannya sendiri... mama hanya tidak ingin kamu kesepian dimasa tuamu nanti"

__ADS_1


"Aku mengerti ma... aku hanya ingin mendapatkan waktu untuk berfikir dan menata hatiku lagi... aku janji... akan mengikhlaskan mas Adi... dan memulai kehidupanku yang baru..." ucap bu Desi sambil memeluk mamanya.


Bu Anggi tersenyum dan membalas pelukan putrinya itu. Sesungguhnya ia juga merasa bersalah karena didikannya selama inilah yang membuat bu Desi memiliki sikap yang egois dan buruk. Tapi kini ia bisa merasa lega karena putrinya itu sepertinya sudah benar-benar sadar sekarang atas semua kesalahannya yang lalu. Kedua ibu dan anak itu langsung mengurai pelukannya saat mendengar langkah kaki masuk ke dalam kamar bayi itu. Terlihat Salma masuk sambil tersenyum pada keduanya.


"Maaf ma... tadi Salma ke belakang sebentar..." ucapnya sambil menghampiri bu Desi dan bu Anggi.


"Tidak apa-apa... apa semua tamu sudah datang Ma?" tanya bu Desi karena saat ini memang akan diadakan acara aqiqah untuk bayi Yuma.


"Iya ma... di depan juga ada papa Alex dan istrinya.." terang Salma.


Pak Alex memang sudah diberitahu tentang kelahiran bayi Yuma. Sebenarnya ia ingin langsung datang, namun karena kesibukannya akhirnya ia baru bisa datang saat aqiqah Yuma. Istrinya pun sudah mengetahui tentang Wahyu yang merupakan anak kandung pak Alex. Meski semula sulit untuk menerima namun setelah mengetahui jika Wahyu bukan tipe orang yang suka mengincar harta membuat wanita itu perlahan menerima Wahyu sebagai putra kandung pak Alex. Apa lagi ia juga mandul dan tidak bisa memberi suaminya keturunan.


Bu Desi tersenyum lalu kembali menatap wajah cucunya itu.


"Mama masih ingin disini sebentar boleh?"


"Kak... kakak dipanggil kak Wahyu!" seru Gita yang baru saja datang.


"Iya..." sahut Salma.


Ia pun menoleh sebentar pada bu Desi dan bu Anggi.


"Salma keluar dulu ya ma... oma..."


"Iya..." sahut bu Desi dan bu Anggi bersamaan.

__ADS_1


"Nah... semua orang sudah berbahagia dengan kehidupannya masing-masing... jadi mama harap kamu juga melakukannya..." ucap ibu Anggi.


Bu Desi pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada mamanya. Acara aqiqah Yuma berjalan dengan meriah. Terutama karena semua masalah dalam keluarga mereka telah teratasi. Kini bisa dikatakan jika keluarga mereka telah hidup berbahagia. Dengan jalan yang mereka tempuh masing-masing. Salma menatap wajah putrinya yang tengah tertidur. Bayi itu tampak tenang selama acara aqiqah berlangsung. Rasanya Salma tidak menyangka jika dia bisa sampai pada titik ini.


Menjadi istri Wahyu setelah mengalami bebagai cobaan di dalam hidupnya. Sempat menjadi istri kedua dari suami sepupunya, kemudian memilih berpisah karena tak ingin membuat masalah semakin berat antara dirinya dan sepupunya Nadia. Padahal saat itu ia sudah mulai mencintai Amran suaminya. Namun ia harus membunuh rasa cintanya itu demi menjaga keutuhan rumah tangga sepupunya. Kemudian dia memutuskan untuk pindah ke kota lain dan menata hidupnya bersama sang ibu. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Wahyu. Pria yang ternyata sudah mencintainya sejak SMU dulu.


Bersama pria itu juga butuh perjuangan yang berat hingga akhirnya mereka menikah. Tapi perjuangan Salma belum berakhir karena sang ibu mertua masih belum bisa menerimanya sebagai menantu. Masa lalu kedua orangtua Wahyu dengan ibunya membuat ibu mertuanya sangat membencinya hingga hampir menghilangkan nyawanya dan calon buah hatinya saat itu. Namun kesabarannya akhirnya membuahkan hasil yang manis.


Kini ibu mertuanya sudah bersikap terbalik dari sebelumnya. Wanita itu kini bisa menerimanya dan menyayangi sebagai menantu. Adik iparnya pun menganggapnya seperti kakak kandung. Semuanya akhirnya berakhir manis untuknya setelah terus bersabar atas setiap cobaan yang menimpanya. Disadari atau tidak... ini adalah perjalanannya sebagai wanita yang pernah menjadi istri kedua yang menemukan jodohnya meski bukan dengan pria yang dulu pertama menikahinya.


"Sayang..." terdengar suara Wahyu yang membuyarkan lamunan Salma tentang masa lalunya.


"Iya mas..." sahut Salma sambil menoleh ke arah suaminya.


"Sekali lagi mas ucapkan terima kasih karena sudah mau menjadi istri mas dan bersabar menghadapi semua perlakuan mama padamu selama ini... juga karena kamu sudah memberikan mas seorang putri yang sangat cantik ini..." ucap Wahyu sambil mengelus wajah Yuma yang ada dalam gendongan Salma.


Pria itu juga memeluk tubuh istrinya dari belakang dan mengecup pipi Salma lembut.


"Aku juga berterima kasih sama kamu mas... sudah menerima aku dengan status jandaku..." sahut Salma sambil tersenyum.


Wahyu pun mengeratkan pelukannya pada Salma dan meletakkan dagunya diatas kepala istrinya itu.


"Semoga kebahagiaan selalu melimpahi keluarga kita sayang... dan semua kepedihan masa lalu hanya akan menjadi kenangan..." ucap Wahyu.


Salma pun menganggukkan kepalanya setuju. Kebahagiaan dalam rumah tangganya adalah segalanya bagi Salma. Semoga ini akan langgeng selamanya sampai maut memisahkan dirinya dan Wahyu suaminya.

__ADS_1


---- T A M A T----


__ADS_2