Jodoh Istri Kedua

Jodoh Istri Kedua
Musuh Lama


__ADS_3

Setelah dirawat semalaman Salma bisa langsung pulang keesokan harinya. Dengan diantar oleh Wahyu ia pun pulang ke rumah. Di sana bu Rahma dan Shania sudah menyambut kedatangannya. Demikian juga dengan pak Adi. Sedang Gita masih harus kuliah hingga gadis itu tidak bisa ikut menyambut kepulangan Salma. Saat mereka tengah berbincang bu Desi datang mengejutkan mereka.


"Maafkan mama Salma... mama baru tahu dengan apa yang menimpamu..." kata bu Desi pada Salma.


Salma dan yang lainnya memahami alasan yang dikatakan bu Desi karena kejadian yang menimpa Salma cukup mengejutkan sehingga mereka tidak ingat untuk menghubungi bu Desi. Tapi tidak dengan Wahyu dan juga pak Adi. Namun keduanya hanya menyimpan dalam hati karena tak ada bukti yang bisa menguatkan dugaan mereka.


"Ga pa-pa ma... terima kasih mama sudah mau menjenguk Salma..." sahut Salma.


Mereka pun membali berbincang ringan hingga bu Desi pamit pulang. Setelah kepulangan bu Desi, pak Adi juga pamit untuk kembali ke kantor begitu juga dengan Wahyu karena harus menemui klien penting. Tinggallah Salma bersama bu Rahma dan Shania. Namun rencananya keduanya juga akan kembali ke rumah sore nanti karena Shania harus mengurus suami dan anak-anaknya.


Salma pun tidak merasa keberatan karena ia merasa sehat dan tidak terluka serius. Setelah kepulangan Wahyu dari kantor bu Rahma dan Shania pun pamit untuk pulang agar mereka tidak kemalaman sampai di rumah. Wahyu pun menyuruh sopirnya untuk mengantarkan bu Rahma dan Shania. Setelah kepulangan ibu dan adiknya Salma kembali merasakan sepi di rumahnya. Meski ada Wahyu suaminya namun tetap saja ia merasa sedikit kesepian karena Wahyu yang sibuk dengan pekerjaannya.


"Bunda ingin sekali kamu cepat lahir sayang... agar ada yang menemani bunda saat ayahmu sibuk dengan pekerjaannya..." ucap Salma sambil mengelus peutnya yang membesar.


Tanpa disangka bayi dalam kandungannya langsung merespon dengan memberikan tendangan kecilnya. Salma pun langsung terkekeh senang. Wahyu yang baru saja datang dari kamar kerjanya tampak penasaran saat melihat Salma yang terkekeh sendirian.


"Ada yang lucu sayang?" tanyanya sambil mendekat kearah Salma.


"Ini mas... bayi kita untuk pertama kalinya merespon ucapanku dengan tendangannya..." terang Salma.


"Benarkah?"


"Heum!" sahut Salma sambil mengangguk.

__ADS_1


Wahyu pun langsung merebahkan kepalanya diatas perut Salma mencoba mendengarkan gerakan bayinya. Dan tak lama bayi mereka kembali menendang membuat Wahyu sangat bahagia.


"Dia menendang lagi sayang!" serunya sambil tersenyim bahagia.


"Iya mas..." sahut Salma yang merasakan setiap gerakan bayinya.


Kedua merasa sangat bahagia dan sejenak melupakan kejadian mengerikan yang baru saja menimpa Salma.


"Sayang apa kau tahu... jika papa Alex akan datang berkunjung kemari?"


"Benarkah?"


"Iya... tadi beliau menelfon dan mengatakannya padaku..." terang Wahyu.


Dan Salma beserta keluarga yang lainnya pun sudah mengetahui tentang itu. Mereka dapat menerima kenyataan Wahyu yang bukan anak kandung pak Adi. Apalagi dengan pak Alex yang tidak berbuat keributan membuat keluarga mereka menerima kehadiran pak Alex. Meski hingga saat ini istri dan keluarga pak Alex sendiri belum tahu namun bagi Wahyu itu bukan masalah karena dia hanya butuh pengakuan pak Alex sebagai ayah kandungnya dan bukan yang lain apa lagi jika dikaitkan dengan harta. Sungguh harta yang sudah dimilikinya saat ini sudah lebih dari cukup. Ditambah kini ia sudah memiliki Salma dan calon buah hatinya.


"Apa papa Alex tahu tentang kejadian kemarin mas?" tanya Salma.


Bukan apa-apa... dia hanya tidak ingin ayah kandung suaminya itu menjadi cemas karena itu tiba-tiba mengunjunginya.


"Tidak sayang... mas sengaja tidak memberitahunya agar beliau tidak cemas... tapi mungkin dia sudah kangen dengan kita jadi dia ingin berkunjung..." terang Wahyu.


Salma mengangguk dan tersenyum pada Wahyu. Rasanya dunia Salma sangat sempurna saat ini. Mama mertuanya sudah bisa menerima kehadirannya begitu juga pak Alex yang baru diketahui sebagai ayah kandung Wahyu.

__ADS_1


"Mulai sekarang aku minta kau tidak usah kemana-mana dulu sayang... kandungan kamu semakin besar... aku tidak ingin kejadian kemarin terulang..." kata Wahyu sambil memeluk tubuh Salma.


Dari nada suara Wahyu bisa terdengar jika suara pria itu sedikit bergetar. Bagaimana tidak kejadian kemarin sungguh membuat pria itu trauma. Ia tidak bisa membayangkan jika sampai terjadi sesuatu pada Salma dan juga bayi dalam kandungannya.


"Iya mas..." sahut Salma patuh.


Wanita itu sebenarnya juga masih trauma dengan kejadian yang menimpanya. Saat itu yang ada dalam fikirannya adalah keselamatan bayi dalam kandungannya. Keesokan harinya setelah Wahyu berangkat ke kantor Salma menghabiskan waktunya dengan membaca artikel tentang kehamilan pada ponselnya. Setelah bosan ia pun menyibukkan dirinya dengan memasakkan makan siang untuk suaminya. Tanpa ia sadari jika sedari pagi ada seseorang yang tengah mengawasi rumahnya. Orang itu tampak sangat kesal saat mengetahui jika Salma sama sekali tidak keluar dari dalam rumahnya.


"S**l! sejak tadi perempuan itu sama sekali tidak keluar dari dalam rumah..." sungut orang itu geram.


Sementara Salma setelah selesai memasak dengan dibantu Artnya karena suruhan Wahyu agar Salma tidak kekelahan, segera menghubungi suaminya itu untuk menyuruhnya pulang saat jam makan siang. Ia ingin Wahyu memakan makanan yang sudah ia siapkan. Karena untuk mengantarkannya ke kantor Wahyu pasti suaminya itu akan melarangnya.


"Halo mas... nanti kau pulang makan siang di rumah ya..." ucap Salma setelah Wahyu mengangkat telfonnya.


"Baiklah sayang... aku akan makan siang di rumah" sahut Wahyu membuat Salma sangat senang.


Wahyu menepati janjinya. Saat makan siang ia langsung pulang ke rumah untuk makan siang bersama istrinya itu. Sedangkan di depan rumah tampak seseorang sangat geram saat melihat mobil Wahyu yang memasuki halaman rumah. Orang itu langsung memaki-maki sambil memukul stir mobil untuk meluapkan kekesalannya. Baginya melihat Wahyu yang pulang saat makan siang sangat membuatnya muak. Ia menganggap pasangan itu sudah mengejeknya dengan menunjukkan sikap romantis keduanya.


"Dasar b***g**k! kalian fikir akan selamanya bisa menikmati kebahagiaan kalian bersama heh? tunggu saja sebentar lagi kalian akan merasakan pembalasanku..." seringai Friska.


Ya Friska...


Wanita itu sudah bebas sejak dua bulan yang lalu karena dianggap berkelakuan baik selama dalam penjara dan juga dengan pertolongan seseorang yang bisa membuatnya cepat keluar dari dalam sana. Namun semua sikap baiknya adalah sandiwara agar bisa mendapatkan keringanan dan potongan masa tahanan.

__ADS_1


Kini setelah bebas ia akan menjalankan semua rencana yang sudah disusunnya sejak di dalam penjara. Dan berkat bantuan seseorang juga ia bisa melaksanakan rencananya kemarin meski pun gagal. Tapi Friska sudah menyiapkan banyak rencana cadangan yang sudah ia siapkan sejak dalam penjara agar bisa menyingkirkan Salma.


__ADS_2