JODOHKU..

JODOHKU..
SIUMAN


__ADS_3

Aku pikir saat itu aku sudah tidak berada di dunia ini. Malam itu menjadi malam terakhirku melihat dunia ini. Aku ingin tau seberapa banyak orang yang akan merasa kehilanganku disaat aku pergi dari dunia ini.


Malam itu aku mendengar suara alat detak jantung. Mungkinkah aku masih bernafas dan hidup? aku membuka mata, melihat disekelilingku. Dimana aku? Mungkinkah aku sudah berada di alam yang berbeda dengan mereka yang masih hidup? Tapi kenapa aku terbujur lemas seperti tak berdaya? Dimanakah aku sebenarnya?


Sejenak aku termenung didalam kebingungan. Aku tersadar bahwa aku masih bernafas di dunia ini setelah melihat seseorang yang aku kenal berada di samping tempat tidurku. Dia tertidur saat menungguku. Entah sudah berapa lama aku disini tak sadarkan diri. Yang aku tau aku tertidur setelah itu dan tak merasakan apa apa lagi hingga akhirnya aku mampu membuka mataku lagi. Dan aku tau aku berada di sebuah ruangan Rumah sakit. Karena aku mencium bau khas yaitu obat.


Di satu sisi aku bersyukur masih  berada di dunia ini, tapi di sisi lain aku takut jika aku tak mampu bertahan dengan kenyataan yang harus aku hadapi. Tapi dengan apa yang aku alami saat ini membuatku tersadar bahwa apa yang aku lakukan bukan jalan yang terbaik karena aku hanya akan merepotkan orang lain. Aku bersyukur dia menyelamatkanku dari kebodohan yang aku lakukan.

__ADS_1


Tanpa aku sadari aku mengelus kepalanya, dan membuatnya terbangun dari tidurnya. Mungkin dia kelelahan menungguku sendiri disini. Setelah melihatku Dia menunjukkan senyumnya, akupun membalas senyumnya. Raut wajahnya tak bisa membohongiku, di wajahnya jelas tampak kekhawatiran terhadapku, hingga aku bisa melihat rasa leganya setelah melihatku telah membuka mata.


"Kamu sudah sadar?" Tanyanya sambil tersenyum,  dia berdiri sedikit membungkuk sambil mengelus rambutku dan memegang tanganku. Saat itu aku hanya mengangguk tak tersenyum kepadanya. dia ikut tersenyum dan kedua tangannya kini memegang tanganku. Dia kembali duduk.


"Kamu jangan pernah melakukan hal yang membuat aku khawatir seperti ini lagi. Hal bodoh apa yang kamu pikirkan saat itu."  katanya dengan khawatir.


"setelah kamu di tinggalkan oleh pacarmu, aku merasa khawatir kamu akan melakukan hal hal diluar nalar. Aku memutuskan untuk pergi ke kost'mu untuk melihat keadaanmu. Sesampainya di kost aku mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban. Aku penasaran kamu kemana. Aku mencoba membuka pintu ternyata pintu gak di kunci, aku masuk dan melihatmu sudah tak sadarkan diri." Katanya menjelaskan.

__ADS_1


"terimakasih yaa kamu sudah menyelamatkan aku, kalau gak ada kamu mungkin akun sudah tak ada disni lagi." kataku untuk berterima kasih kepadanya. Dan aku bersyukur dia menyelamatkan aku.


"Ya udah kamu istirahat dulu, kamu baru siuman pasti masih terasa lemas." katanya sambil membenahi selimutku.


Aku tertidur untuk beristirahat karena memang badanku masih terasa lemas mungkin karna efek obat yang ada di dalam tubuhku. Dia tetap berada di sampingku untuk menjagaku. Kekhawatirannya terlihat dengan sangat jelas. Mungkin banyak hal yang dia takutkan ketika aku melakukan hal bodoh itu, sehingga dia terus mengawasiku dan berada di sampingku dengan setianya.


Aku memang sudah lama tak bertemu dengannya, tapi sifat dan sikapnya tak pernah berubah terhadapku. Kasih sayang yang dia berikan kepadakupun tak pernah berubah sejak dulu hingga saat kita dipertemukan kembali. Dia tak pernah peduli aku sedang bersama siapa saat ini, yang dia inginkan hanya menunjukkan kasih sayangnya kepadaku tanpa harus aku membalasnya.

__ADS_1


Aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena Dia slalu memberikan orang orang baik di sekelilingku disaat aku membutuhkan seseorang yang mendukungku.


__ADS_2