JODOHKU..

JODOHKU..
HARI PERTAMA SEKOLAH


__ADS_3

Sesampainya dirumah, aku mengganti pakaian anakku dan menyuapinya makan siang. Setelah makan siang aku menyuruhnya untuk tidur. Disaat anakku tertidur pulas, aku mengurus diriku sendiri dan beristirahat tidur juga.


Jam didinding menunjukkan pukul 3 sore. Aku bangunkan anakku dan memandikannya. Beberapa saat kemudian suamiku pulang.


"Aduhh! Aduuhh! Malaikatku sudah mandi. Sudah cantik ya." Kata Adi berjalan kearah Celine dan mencium kedua pipinya.


"Ehem." Aku batuk kecil.


"Hahahaha (ketawa)! Bundanya cemburu. Tapi aku enggak mau nyium dia, karena dia pasti belum mandi." Kata Adi mengejekku didepan anaknya.


Aku hanya diam menerima ejekannya. Adi mencium kedua pipi Celine lagi.


"Ayah! Ayah! Jangan menciumku sembarangan. Sekarang aku sudah besar. Aku sekarang sudah sekolah." Kata Celine dan menghapus bekas ciuman Adi.


Aku yang mendengar ucapan Celine spontan tertawa melihat ekspresi Adi yang malu didepan anaknya.


"Kamu kan anak Ayah. Jadi kamu akan selalu menjadi anak kecil dimata Ayah. Jadi Ayah bebas dong mau nyium kamu kapan saja." Terang Adi kepada Celine.


"Tapi aku sudah besar. Jadi Ayah jangan nyium nyium aku." Teriak Celine.


Adi terkejut mendengar Celine berbicara seperti itu. Adi mencurigaiku, bahwa ku yang sudah mengajarinya. Dia melirikku dengan oenuh rasa curiga. Aku menyadari kecurigaannya, dan aku hanya menggelengkan kepalaku tanda bahwa aku tak mengajari apapun kepadanya.


"Sayang! Ayah akan sedih kalau kamu melarang Ayah untuk menciummu. Kan Celine anak Ayah." Kata Adi menatap Celine dan berpura pura sedih.


"Ya sudah begini saja. Ayah boleh nyium aku tapi sebelumnya harus ijin aku dulu ya. Dan jangan didepan teman temanku. Besok aku sudah mulai sekolah." Jelas Celine.


Aku semakin terkejut mendengar perkataan Celine. Aku juga bingung darimana dia bisa mendapat perkataan yang seperti itu. Sungguh menggemaskan. Aku hanya bisa menahan senyumku saat ini. Dan merasa senang, karena pada akhirnya ada juga yang mengalahkan Adi dan mau tak mau dia harus mengalah dan tak berani menyerang lagi. Aku sekarang seakan akan punya senjata kelemahannya. Haha dalam hatiku tertawa puas.


"Ya sudah tidak apa apa. Yang penting Ayah masih boleh nyium kamu." Kata Adi.


Adi pergi mandi, aku menyiapkan makan malam, sedangkan Celine sedang asyik bermain bonekanya.


"Akhirnya kamu bisa terkalahkan oleh malaikat kecilku. Hahah (ketawa puas)." Kataku mengejeknya.


"Darimana dia dapat kata kata yang melemahkan pertahananku seperti itu?" Tanya Adi tetap mencurigaiku.


"Aku juga terkejut mendengarnya. Ya sudah, cepetan ganti baju dan kita makan bersama." Suruhku.


Adi pergi kekamar untuk ganti baju. Dan aku pergi keruang utama untuk memanggil Celine.


"Adek! Udaj maennya. Makan malam dulu yuk." Ajakku.

__ADS_1


"Baik Bun." Jawabnya.


Kami bertiga makan malam.Aku lebih dulu menyuapi Celine makan sambil menunggu Adi selesai makan dan giliran menyuapi Celine.


Keesokan harinya.


Ini adalah hari pertama Celine sekolah. Aku mengantarnya sampai didepan pintu gerbang Sekolah.


"Sayang! Kamu jangan nakal ya. Biar banyak temen. Nanti Bunda jemput lagi kesini." Kataku.


"Iya Bunda. Dadaaa!" Kata Celine dan berlari masuk kekelas dengan melambaikan tangannya kearahku.


Aku tersenyum dan membalas lambaian tangannya. Aku sebenarnya tak tega meninggalkan dia sendiri, karena ini hari pertamanya sekolah. Tapi mau bagaimana lagi, ini sudah jadi peraturan sekolah. Orangtua murid tidak boleh menunggu atau menemani anaknya disekolah. Saat disekolah, itu semua menjadi tanggungjawab guru yang mengajar mereka. Tapi ada baiknya juga, itu bisa membuat anak anak bisa mandiri dan berani. Untung saja malaikatku langsung berani tak memakai cara menangis dulu karena takut. Meski dia sebelumnya tak punya teman. Tapi aku bersyukur dia tak suka rewel seperti kebanyakan anak seusianya.


Setelah melihat malaikat kecilku masuk kedalam kelas dan bersama gurunya. Aku pulang kerumah. Jika aku terus menunggu disekolahpun percuma. Justru bingung mau ngapain. Aku menyelesaikan tugas rumahku dan beristirahat sejenak.


Karena ini hari pertama Celine sekolah, jadi dia pulang lebih awal. Aku pergi menjemputnya.


"Bundaaaa!" Teriak seorang anak dari dalam kelas dan berlari kearahku.


Aku tersenyum melihatnya senang. Itu tandanya dia tak ada masalah didalam kela


"Aduh sayangku! Kita pulang dulu ya." Kataku memeluknya.


"Adek mau makan apa? Atau makan dirumah saja?" Tanyaku.


"Ehmmm! Aku may makan bakso." Teriaknya dengan senyum cerianya.


"Ya sudah kita beli bakso. Goooo." Kataku ikut senang.


Aku mengajak Celine pergi kewarung bakso dan makan disana. Setelah selesai kami langsung pulang.


Sesampainya dirumah, aku menggantikan semua pakaiannya.


"Ehmmm! Adek mau tidur dulu. Atau cerita dulu sama Bunda tadi disekolah ngapain aja?" Tanyaku dengan lembut.


"Tadi aku diajarin sama Bunda bernyanyi dan bermain. Disana adek punya banyak teman." Katanya menceritakan dengan cerian.


Aku melihat Celine sangat senang dengan hari pertamanya sekolah. Aku turut lega jika dia baik baik saja.


"Adek senang nggak?" Tanyaku.

__ADS_1


"Senang banget. Adek banyak teman disana." Jawab Celine.


"Ya sudah kalau adek senang, sekarang waktunya buat istirahat biar besok adek bisa sekolah lagi dan banyak teman lagi. Oke?" Kataku menyuruhnya untuk tidur.


"Oke Bunda." Jawab Celine.


Celine langsung membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya. Aku menunggunya sampai dia benar benar tertidur.


2 jam kemudian Adi pulang bekerja.


"Ehm! Kamu sudah pulang?" Tanyaku.


"Iya. Celine mana?" Tanya Adi setelah mencium keningku.


"Masih tidur." Jawabku.


Adi tersenyum mendengar jawabanku.


"Aku bisa menciumnya tanpa diketahui oleh dia." Katanya berjalan menuju kamar.


Sesampainya dikamar, masih terlihat tubuh mungil yang mengaku sudah besar didepannya. Adi tersenyum dan berjalan pelan kearahnya. Kemudian mencium keningnya. Aku yang melihat kasih sayang Adi kepada malaikat kecil kami, aku tersenyum bahagia. Adi duduk ditepi tempat tidur dan mengusap usap kepalanya.


"Kita tidak salah sudah menyekolahkannya. Dia merasa sangat bahagia. Dan lebih senangnya lagi, dia tidak memakai cara rewel seperti anak anak lain seusianya." Terangku kepada Adi.


"Memang benar, malaikat kecil kita sudah besar sekarang." Kata Adi tersenyum melihat tubuh mungilnya.


"Ohh! Ayah sudah pulang?" Kata Celine lirih karena baru bangun tidur.


"Sudah sayang. Ayah baru mau membangunkan kamu mau minta izin boleh nyium tidak?" Kata Adi membuat alasan agar tidak ketahuan kalau tadi sudah menciumnya.


"Jangan! Aku belum mandi." Larang Celine menutupi wajahnya.


"Ya sudah, Ayah enggak akan maksa. Kalau gitu kamu mandi dulu. Dan nanti izinin Ayah buat nyium kamu. Setuju?" Kata Adi lembut.


"Kalau soal itu, biar nanti aku pikirkan setelah mandi." Jawab Celine seperti sudah dewasa.


Aku lirik Adi dan tersenyum licik karena dia kalah lagi kali ini. Adi yang melihat senyumku, berbalik menatapku dengan penuh dendam. Aku tetap tersenyum.


"Bunda ayo mandi!" Ajak Celune mengayunkan tanganya kearahku menta digendong.


"Ayok!" Jawabku meraih tubuh mungilnya.

__ADS_1


Setiap Celine mengetahui Adi ingin menciumku, dia selalu mencegahnya. Celine juga melarang Adi menciumku. Aku serasa mempunyai malaikat pelindung saat ini.


__ADS_2