JODOHKU..

JODOHKU..
DIJEMPUT SUAMI


__ADS_3

Hari ini hari minggu, setelah bangun tidur seperti biasa aku membantu Ibuku mengerjakan pekerjaan rumah. Tiba tiba aku mendengar ada seseorang mengetuk pintu.


"Siapa pagi pagi datang?" Tanya Ibuku kepadaku.


"biar aku saja yang membuka pintu Bu." aku bergegas pergi membuka pintu.


(Membuka pintu)


Aku terkejut ternyata yang pagi pagi datang adalah suamiku. Aku tersenyum lega melihatnya berdiri didepanku. Rasa rinduku akhirnya terobati.


"Siapa kamu?" tanyaku seolah olah aku tak percaya bahwa yang datang adalah suamiku.


"Saya diutus untuk menjemput Anda pulang." kata suamiku


mendengar perkataan suamiku tersebut, aku merasa senang dan aku bergegas memeluknya. adi hanya terdiam membiarkan aku memeluknya. Dia sangat memahami bahwa aku sangat merindukannya.


"sampai kapan aku akan membiarkan suamimu berdiri disini? Apakah kamu gak akan menyuruhku masuk untuk beristirahat.' Lanjutnya


mendengar perkataannya aku tersenyum dan melepaskan pelukanku.


"Kenapa kamu gak bilang kalau mau datang?" tanyaku


"kan biar jadi kejutan. kalau aku bilang kamu gak akan terkejut seperti ini sekarang." katanya dengan mata  menggodaku.


"Ih kamu. (Mencubit perut). yaudah ayo masuk dan beristirahat dulu." Kataku

__ADS_1


"Aduh sakit." keluh suamiku dan tangannya memegang tanganku yangt mencubitnya.


Aku mengajaknya masuk dan menyuruhnya duduk untuk beristirahat.


"Ibu, bapak, suamiku yang datang." teriakku kepada orangtuaku


"Oh ternyata Adi yang datang?"Tanya Ibuku


"Iya Bu." Jawab Adi yang bergegas berdiri dan menyalami Ibuku.


"Yasudah kamu istirahat dulu. Ibu lanjutin masak dulu ya." Kata Ibuku


"Iya Bu." Jawab Adi


Aku keluar dari dapur membawakan segelas minuman buat Adi.


"katanya kangen, kok aku ditinggal sendiri?" Tanya Adi menggodaku


"Kamu jangan manja ya." Kataku meninggalkannya


Aku melanjutkan membantu Ibuku memasak. Beberapa saat kemudian, Bapak datang dan menemani Adi ngobrol. Entah apa yang Bapak dan Adi bicarakan sepertinya sangat menarik. Tawa mereka terdengar sampai didapu. Aku merasa senang Bapak dan Suamiku terlihat akur.


Akhirnya semua selesai pekerjaanku, dan aku menyiapkan sarapan.Setelah itu aku menyuruh semua sarapan.


"Mas, Pak ayo sarapan dulu." Ajakku

__ADS_1


"Ayo sarapan dulu Adi." Ajak Bapak


Kami sekeluarga sarapan. Selesai sarapan karena Bapak dan Ibu gak ada pekerjaan jadi mereka hanya dirumah.


"Pak, Bu Saya datang kesini mau jemput istriku, katanya dia sudah rindu." Kata Adi melirikku dengan lirikan nakalnya.


mendengar perkataannya, meskipun dia suamiku tapi aku tetap tersipu malu. Ingin rasanya aku mencubitnya.


"Iya Nak gak apa apa. kami juga kasian sama dia, setiap hari melamun gak tau kenapa." Canda Bapak.


semua hanya tertawa mendengar candaan Bapak dan Adi. Aku semakin merasa malu.


"kenapa jadi aku yang dibully?" kataku dengan ekspresi malu.


Semua semakin keras tertawa. dan aku pamit kekamar untuk membereskan semua pakaianku. Yang paling penting untuk melarikan diri dari mereka. Aku hanya tersenyum senyum sendiri didalam kamar, mendengar mereka bercanda dengan akrabnya.


Siangnya aku dan suami berpamitan untuk pulang.


"Bapak, Ibu kami pulang dulu ya." Pamit Adi, kemudian aku dan Adi bersalaman sambil mencium tangan mereka.


"Kalian hati hati ya." Kata Bapak


"Sering sering main kesini ya." Kata Ibu


"Baiklah Bu." Kataku

__ADS_1


Kemudian aku dan Adi pulang. Butuh waktu satu jam untuk sampai dirumah.  Karena rasa rinduku, aku memeluk erat suamiku. Seakan tak ingin aku lepaskan. Aku merasa sangat bahagia hanya dengan hal sederhana seperti ini.


__ADS_2