JODOHKU..

JODOHKU..
KONFLIK


__ADS_3

Semua berbeda dengan sebelum aku dan Adi memutuskan untuk membangun komitmen dan memutuskan untuk lebih serius. Aku dan Adi sekarang lebih sering bertengkar ketika kami tak sependapat. Terkadang hanya hal hal kecil yang seharusnya tak dipermasalahkan yang menjadikan kami berdua berdebat karena selisih pendapat. Semakin banyak godaan dan masalah yang harus kami hadapi setelah hari pernikahan kami di tentukan. Seing kali kami bertengkar karena hal hal yang tak seharusnya menjadi masalah. Memperdebatkan sesuatu hal yang seharusnya tak perlu untuk di perdebatkan.


Rasa sedih selalu menyelimuti disaat pertengkaran terjadi antara aku dan Adi. Meski semua akan baik baik saja setelahnya, Namun aku selalu berpikir apa yang salah dengan hubungan kami berdua. "Apakah semua orang yang akan mendekati hari pernikahan mereka selalu banyak masalah dan godaan seperti yang aku dan Adi alami saat ini?" Pertanyaan itu slalu muncul dalam benakku. Ingin rasanya aku menangis setiap kali berdebat atau bertengkar. Kenapa semua tak sama seperti waktu sebelum aku dan Adi memutuskan untuk menikah.


Hampir setiap hari kami bertengkar, berdebat hanya karna masalah sepele. Seperti banyak godaan yang aku ndan Adi hadapi untuk menguji seberapa seriusnya kami berdua.


Pertengkaran, selisih pendapat, kedatangan orang orang yang tak pernah kami harapkan adalah sesuatu hal paling sulit.Menyakiti satu sama lain menjadi kebiasaan baru kami saat ini. Sampai hal kecil seperti mengambil libur juga menjadi masalah. Malam ini aku merasa sangat merindukan Adi, ingin rasanya aku bertemu. Aku mengajaknya mengambil libur, tapi tak aku sangka ajakanku justru menjadikan kami berdua bertengkar.


"Sayang, aku rindu. Besok minggu libur yuk. Pingin sama kamu seharian." Ajakku kepadanya melalui pesan singkat.


Aku menunggu balasan pesan darinya, tapi dia tak kunjung membalasnya. Setelah satu jam hp ku bunyi. Dan ternyata itu pesan darinya. Memang lama tapi aku memakluminya mungkin dia sibuk bekerja. Aku membuka isi pesannya.


"Aku gak bisa, minggun sudah ada yang libur." Balasnya dalam pesa\n singkat yang aku kirim satu jam yang lalu.


"Trus kamu bisanya kapan?" Tanyaku

__ADS_1


"Gak tau, lagi gak pingin libur." Balasannya membuat aku merasa kesal.


"Kok gitu sih, aku tuh kangen sama kamu." Kataku lagi didalam pesan yang aku kirim kepadanya.


"Udah deh gak usah kaya anak kecil gitu. Kebutuhan kita itu banyak jangan manja gitu." Balasannya membuat aku semakin kesal kepadanya dan ingin sekali meneriakinya.


"Kenapa sih kamu berubah 180 derajat. Apa salahku? Ya udah terserah kamu mau gimana, aku udah gak mau tau lagi." Balasku dengan perasaan sangat marah dan kesal.


"Kamu kenapa sih jadi kaya anak kecil gini?" Kirimnya pesan singkat kepadaku


Malamnya, Adi mengirimku pesan dan meminta maaf atas kata katanya tadi siang. Sejenak aku berpikir "Akan semudah itukah dia akan meminta maaf? Dan akan semudah itukah hatiku akan memaafkannya?" Selalu saja seperti ini, bertengkar hanya karena hal yang tak penting. Setiap kali aku memaafkan, semakin sering aku dan Adi bertengkar. Tapi jika aku tak memaafkan, aku takut semua yang aku lakukan akan membuatku sangat menyesal pada akhirnya.


"Sayang, maafin aku ya. Tadi siang aku sudah kasar sama kamu. Kamu kan tau sendiri kita akan banyak kebutuhan untuk pernikahan kita besok. Aku cuma tak mau kalau aku gak bisa menuruti apa maumu. Makanya aku harus bekerja lebih giat lagi mulai sekarang. Udah ya marahnya. Jangan marah lagi. Maafin aku ya." Isi dalam pesannya membuatku ingin berteriak dan menangis.


Aku tak membacanya dan tak membalasnya.

__ADS_1


"Sayang maafin aku ya?" Kirimnya lagi


Aku tetap tak membalasnya.


"Yaudah kamu tenangin diri kamu dulu. Kalau udah tenang maafin aku ya sayang. Aku sayang kamu. I LOVE YOU VINA." Kirimnya lagi untuk yang ketiga kali.


Berpikir tentang isi pesannya membuatku tak tega untuk marah kepadanya lebih lama. Lagian disaat aku terlalu lama marah dan diam padanya justru membuatku semakin sakit dan rasanya hati seperti tercabik cabik dengan pisau. Hancur.


"IYa gak papa. Tapi jangan ulangi lagi kata kata kasar kamu. Sakit tau kalau kamu ngomong kayak gitu ke aku." Balasku


"Iya sayang maafin aku ya. Aku gak akan ulangi lagi." Katanya


Selalu saja seperti itu, dan selalu saja hal lain yang akan menjadi masalah. Terkadang aku merasa semua lelah dengan semua ini, tapi jika aku bayangkan jalan yang telah aku lalui selama ini tidaklah mudah membuatku tersadar bahwa semua masalah ini tak sebanding dengan perjuangan yang aku dan Adi hadapi bersama.


"Aku yakin semua akan indah nantinya. Ini hanyalah ujian agar aku dan Adi lebih kuat. Aku yakin bahwa aku dan Adi akan mampu menghadapinya." Kataku untuk menguatkan diriku sendiri setiap kali aku ingin menyerah.

__ADS_1


__ADS_2