JODOHKU..

JODOHKU..
MELAMAR


__ADS_3

Hari demi hari telah aku lalui. Aku dan Rudi menjadi sahabat dekat, Adi dan Rudipun berteman semakin dekat. Begitu juga hubunganku dengan Adi semakin serius. Tapi memang sampai saat ini dia belum datang untuk melamar. Aku hanya perlu bersabar.


hari ini, 18 september 2018 adalah hari ulanh tahunku yang ke 23. Namun aku tak menyadari itu, aku tak lupa bahwa hari ini adalah hari jadiku. Yang aku tau di hari sebelumnya Adi marah besar kepadaku hanya karna masalah sepele. Tak biasanya dia seperti ini kepadaku hanya karena hal kecil seperti ini.


Awalnya, siang itu dia mengirimku pesan tapi karena kondisi Rumah makan sangat ramai aku tak sempat membalas pesannya. Sore harinya aku baru sempat membalas chatnya. Entah apa yang merasukinya, tanpa aku duga dia begitu marah kepadaku. Aku tanya apa salahku tapi dia tak mau menjelaskannya.


"Sayang, maaf ya tadi ramai jadi gak sempet bales pesan kamu. Ini aku baru senggang dijam pulang. maafin aku ya." Isi pesanku untuknya. Aku klik kirim


"Udah biasa gak dipeduliin, gak usah balas aja sekalian. Gak penting juga kan aku buat kamu." Balas pesannya yang membuatku sangat terkejut.


"Sayang maafin aku kalau aku punya salah." Kataku meminta maaf


"Udah terserah kamu. Urusi saja urusanmu, gak usah peduliin aku lagi." Balasnya semakin membuatku tak mengerti aku sudah melakukan kesalahan apa.


"Sayang apa salahku? Sampai kamu ngomong gitu ke aku. Maafin aku." Kirimku lagi.


Adi mengabaikan pesanku. Dia tak membalasnya, membuat aku semakin takut tanpa tau apa yang terjadi padanya. berulang kali aku mencoba meneleponnya tapi dia tak menjawabnya. Aku kirim banyak pesan permintaan maaf, hanya di abaikan.


Malamnya aku mencoba bercerita kepada Rudi, siapa tau dia akan membantuku menyelesaikan masalahku dan menenangkan Adi. Namun tak seperti yangn aku harapkan, Rudi justru menyalahkanku dan bilang tak ingin ikut campur dengan ini. membuatku semakin merasa sedih.


"Mass..." Aku mengirim pesan kepada Rudi


"Iya, kenapa?" Balas Rudi


"Aku sedih nih. Adi kenapa ya kok tiba tiba sangat marah sama aku? padahal aku cuma telat bales chatnya. tadi disini ramai dan aku gak sempet bales trus aku bales pas pulang kerja, dia malah marah marah sama aku. Tolongin aku mas." Pintaku kepada Rudi


"Maaf ya dek aku gak mau lagi ikut campur masalahmu. Mulai sekarang kamu selesaikan sendiri masalahmu jangan bawa bawa aku lagi. menurutku ini memang salahmu gak adea waktu buat dia." Katanya yang seakan akan menyalahkanku dalam hal ini

__ADS_1


"Tapi mas,, semua tifdak aku sengaja. Namanya juga tuntutan pekerjaan." Balasku.


Rudipun juga mengabaikanku. Tak membalas pesanku. Aku merasa semakin bingung kepada mereka berdua. Apa yang terjadi kepada mereka. Mungkin jika mereka melihatku bingung seperti ini mereka akan tertawa terbahak bahak di belakangku.


Aku tak tau bahwa semua ini adalah bagian dari rencana mereka berdua. Tak tau lagi apa yang harus aku lakukan. Rudi dan Adi sama sama tidak bisa di hubungi. Aku di kost sendiri merasa kesepian tak seperti biasanya. Hatiku gundah, tidak tenang tapi tak tau harus berbuat apa. Aku memutuskan tidur lebih awal berharap semua yang terjadi hari ini hanyalah mimpi dan ketika besok pagi aku terbangun semua akan baik baik saja seperti sebelumnya.


Belum lama aku terlelap aku mendengar ketukan pintu, aku terbangun dan melihat jam di hp. jam menunjukkan pukul 00.01 WIB. "Siapa yang datang dijam segini." Gerutuku.


Merasa lama aku tak membuka pintu, ketukan mereka semakin keras, semakin membuatku takut.


"Siapa?" Teriakku dari dalam kamar.


Tapi mereka tak menjawab, hanya ketukan pintu semakin sering yang mereka lakukan. Risi mendengar ketukan yang tak kunjung berhenti, aku beranjak membuka pintu. Dengan nyawa yang belum sempurna aku membuka pintu.


"Happy birthday." Teriak Adi dan Rudi dengan kompak.


Aku terkejut mendengar suara itu, spontan mataku melotot melihat mereka. Aku melihat Rudi membawa kue ulang tahun dan Adi membawa setangkai bunga di tangannya. Mereka melakukan hal yang membuatku sangat terharu.  Aku hampir tak percaya, mengira ini hanyalah mimpiku malam ini. Aku baru sadar ini buakanlah mimpi setelah Rudi menyuruhku meniup lilin.


"Tapi sebelum tiup lilin berdoa dulu." Kata Adi menyuruhku


Aku berdoa dan kemudian meniup lilin. dengan mata berkaca kaca aku memeluk mereka berdua secara bersamaan. Aku terharu denagn kejutan yang mereka berikan kepadaku. Dan mereka berhasil.


"Selamat ulang tahun ya adik kecilku, semoga tambah dewasa, sehat selalu dan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri." Kata Rudi dengan senyum liciknya memberiku ucapan tapi tetap saja menyindirku tapi aku tau dia tulus.


"Makasih ya. Dan kalian berhasil membuatku sangat terkejut dengan ulah kalian hari ini. Selamat kalian berhasil." Kataku kepada mereka dan menangis


"Kalian jahat." Lanjutku sambil mengusap air mata di pipiku.

__ADS_1


Mereka hanya tertawa puas melihatku menangis. Rudi tiba tiba memberi kode kepada Adi. Entah kode apa itu tapi terlihat jelas bahwa Rudi memberi kode. Adipun menghampiriku dan memberiku setangkai bunga yang ada di tangannya.


"Selamat ulang tahun ya sayang, semoga semakin dewasa dan bahagia selalu. Semakin sayang sama aku." Kata Adi memberiku ucapan


"Terimakasih ya sayang. Aku sempat bingung kenapa hari ini kalian berdua sangat jahat kepadaku." Kataku dengan air mata mengalir kembali. Aku merasa terharu dan bahagia saat ini.


"Ayo." Kata Rudi dengan menyenggol lengan Adi, Rudi memberi kode kepada Adi. Entah kode apa aku tak tau.


Tiba tiba saja Adi berlutut di hadapanku, dan mengeluarkan sesuatu di saku celananya. Sebuah kotak kecil, Adi membuka kotak itu dan ternyata cincin yang ada di dalamnya.


"Sayang, kita sudah lama berhubungan sebagai kekasih, mungkin aku bukan seseorang yang sempurna. Dan bersamamu aku merasa sempurna. Maukah kamu menjadi bagian hidupku selamanya?" Kata Adi membuatku semakin terharu


Aku semakin terkejut dengan apa yang dia lakukan. "Ya ampun, dia melamarku?" Kataku dalam hati. Saking terharu dan bahagia, aku menutup mulutku dengan kedua tanganku. Tanda tak percaya.


Tak menjawab dengan kata kata, aku hanya menganggukkan kepala tanpa aku mau. Adi tersenyum lebar, aku melihat kebahagiaan di wajahnya. Mengetahui jawabanku, dia langsung memakaikan cincin dijariku. Setelah memakaikannya dia berdiri dan memelukku.


"Terima kasih sayang." Katanya sambil memelukku. Aku membalas pelukannya dan semakin  terisak isak karena tangis bahagiaku.


Tak lama kemudian Rudi langsung memelukku dan Adi.


"Kenapa aku gak diajak." Kata Rudi


Aku dan Adi hanya tertawa tanpa mengatakan apapun.


Waktu menunjukkan hampir pagi, mereka berdua berpamitan pulang. Dan berpesan agar aku cepat tidur.


"Cepat tidur jangan memikirkan ini. Tenang ini bukan mimpi." Kata Rudi dengan nada menggodaku

__ADS_1


Aku hanya tersenyum, dan melihat kepergian mereka. Aku masuk kamar dan tersenyum bahagia, tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. aku di lamar di hari ulang tahunku.


Kebahagiaan yang aku rasakan saat ini tak mampu aku ungkapkan dengan kata apapun. Dan aku berharap semua akan lancar dan berjalan dengan baik seperti yang aku harapkan.


__ADS_2