
"Yang.. Besok hari minggu pulang kerumah orangtuaku ya. Aku kangen sama mereka. Lama nggak bertemu. Mereka juga bilang kalau kangen sama Celine." Ajakku kepada suamiku untuk berkunjung kerumah orangtuaku.
"Ya coba besok aku lihat dulu ya hadi minggu ada yang libur tidak." Jawab Suamiku.
"Iya." Kataku.
"Sayangnya Bunda mau kangen nggak sama kakek dan nenek?" Tanyaku kepada malaikat kecilku Celine.
"Kangen Bunda. Kita mau maen kesana ya?" Tanya Celine.
"Beson hari minggu kalau Ayah libur kita kerumah kakek sama nenek ya." Kataku.
"Asiiikkk.. Bakalan main kerumah kakek sama nenek." Kata Celune dengan senyum manisnya yang merasa sangat senang.
Aku dan Adi hanya saling pandang, serta tersenyum senang melihat sikecil tersenyum senang.
Seperti yang telah dijanjikan, aku, Adi dan Celine akan pergi berkunjung kerumah orang tuaku. Dua hari sebelumnya aku sudah memberi kabar kepada mereka bahwa kami akab datang. Merekapun merasa sangat senang dan mengiyakannya. Dan aku sudah sekalian memintakan izin kepada guru Celine untuk hari senin.
Sesampainya dirumah orangtuaku, aku lega melihat orangtuaku masih terlihat sangat sehat.
(tokk tokk tokk) Aku mengetuk pintu.
"Assalamu'alaikum. Ibuuu...! Bapaaakk...! Kami sudah sampai." Teriakku sambil mengetuk pintu.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Ibuku.
(Cekrekk) Membuka pintu.
__ADS_1
"Aduh Cucu nenek sudah datang." Kata Ibuku.
Aku dan Adi bergantian bersalaman dengan Ibu dan mencium tangannya.
"Neneeeekkk...!" Teriak Celine dan langsung memeluk neneknya.
Ibuku membalas pelukannya.
"Bapak kemana Bu?" Tanya Adi.
"Ohh Bapak ada urusan sebentar. Ayo kalian masuk dulu kerumah." Ajak Ibu dengan menggendong Celine.
"Adek kamu kan sudah besar. Kasihan nenek kalau disuruh gendong kamu. Berat." Kataku, takut merepotkan Ibuku.
"Udah tidak apa apa. Jarang jarang kan aku bisa gendong cucuku yang cantik ini." Jawab Ibuku.
Aku hanya diam tak menjawab apapun dan membiarkan Celine tetap berada digendongan Ibuku.
Aku dan Adi duduk bersantai dan beristirahat. Sedangkan Celine sedang asyik bermain dengan Ibuku. Mereka jarang sekali bertemu, tetapi entah kenapa Celine sangat mudah bergaul dengan siapa saja.
"Adek... Adek kalau capek istirahat dulu ya. Nenek juga mau istirahat." Kataku dengan Lembut.
"Iya Bunda." Jawab Celine.
"Nenek sudah capek ya?" Tanya Celine kepada Ibuku.
"Belum sayang. Nenek masih mau bermain sama kamu. Nenek masih kangen. Jarang jarang kita bis bermain seperti ini." Jawab Ibuku dengan lembut.
__ADS_1
Ibuku mencium kening Celine.
Beberaoa saat kemudian ada langkah kaki yng berjalan mendekati kami.
"Kakeeeeek..." Teriak Celine dan berlari kearah Bapakku.
"Aduuuhh cucu kakek sekarang sudah semakin besar. Apa kakek masih kuat menggendongnya?" Kata Bapak.
"Celine sudah besar Kek sekarang. Coba aja gendong Celine masih kuat atau tidak." Kata Celine dan kemudian mengulutkan kedua tangannya keatas, kearah Bapak agar digendongnya.
"Coba ya?" Kata Bapak kemudian mencoba mengangkat tubuh mungil Celine yang mengaku sudah besar sekarang.
"Tuh kakek masih kuat." Kata Celine.
"Iya.. Ternyata kakek masih sangat kuat." Jawab Bapak.
"Kalau gitu ajak Celine jalan jalan kakek." Suruh Celine dengan tertawa.
"Baik Tuan Putri. Mari kita jalan jalan." Kata Bapak yang memperlakukan Celine seperti Tuan Putri.
Aku hanya melongo heran melihat tingkah Celine yang tak seperti biasanya. Hari ini dia sangat manja kepada Bapak dan Ibu.
"Ibu.. Maafin Celine ya! Dia nggak biasanya manja seperti ini." Kataku minta maaf kepada Ibuku.
"Iya tidak apa apa. Ibu dan Bapak malah senang seperti ini. Ya sudah kamu istirahat dulu. Kmu pasti capek. Biar Celine nanti Ibu yang urus. Dia juga lagi jalan jalan sama Bapak." Suruh Ibuku.
"Iya Bu." Jawabku.
__ADS_1
Aku membaringkan tubuhku disamping suamiku dan beristirahat. Tidur.