JODOHKU..

JODOHKU..
TINGGAL BERSAMA


__ADS_3

Sehari setelah resepsi di rumahku, aku di boyong ke rumah Adi. Keluargaku menghantarkan aku dan Adi. Itulah adat di daerah kami. Jadi, belum sembuh rasa lelah karna resepsi di tempatku, kini aku harus mengikuti adat di daerahku untuk memboyong pengantin baru ke tempat sang suami.


Acara demi acara berjalan dengan lancar. Pukul 11.30 akhirnya acara selesai. Aku merasa lega karena semua acara sudah usai dan berjalan dengan lancar. Lelah itu pasti, tapi aku lebih merasa bahagia karena acara demi acara berjalan dengan lancar tanpa halangan satu pun.


Keluarga besarku berpamitan pulang dengan berjabat tangan drngan keluarga besar Adi. Di rumah Adi memang kami sengaja acara boyongan di adakan secara sederhana. Karena menurut Adi, acara yang besar cukup di adakan di tempatku. tidak perlu semua besar besaran.


Setelah semua acara selesai, aku duduk untuk beristirahat karena merasa lelah yang amat sangat. Ibu Adi yang sekarang menjadi Ibu mertuaku datang menghampiriku.


"Kamu lelah sayang?" Tanya Ibu mertuaku sembari mengelus rambutku.

__ADS_1


"Sedikit bu." Jawabku sambil tersenyum


"Ya sudah kamu istirahat aja di kamar. Jangan sampai kecapekan ya." Suruh Ibu mertuaku


Memang Ibu mertuaku yang paling baik, mengerti kalau menantunya itu kelelahan.


"Tapi Bu, aku gak enak. Masak kelurga masih berkumpul aku tinggal pergi ke kamar." Kataku merasa gak enak karena anggota keluarga besar Adi masih berkumpul di rumahnya.


"Tapi Bu, nanti siapa yang membantu Ibu beresin ini semua. Masih banyak kerjaan masak aku istirahat." Kataku tetap merasa gak enak pada semuanya.

__ADS_1


"Sayang, Ibu disini untuk mencari istri buat Adi, bukan cari pembantu. Kamu tenang saja banyak yang bantu beresin. Yang penting kamu gak kecapekan." Kata Ibu Mertuaku tetap memksaku untuk beristirahat..


"Ibu aku gak apa apa. Nanti aku istirahat kalau semua udah selesai ya. Aku gak enk sama yang laen. Masak keluarga baru udah seenaknya sendiri. Yang lain beres beres malah tidur. Kan gak enak Bu." Jelasku kepada Ibu mertuaku tentang rasa ketidakenakanku kepada keluarga yang lain.


Aku Baru saja masul ke keluarga mereka. Gak mungkin aku akan membiarkan mereka mengecap tentangku yang tidak mengenakkan. Aku menahan rasa lelahku dan membantu mereka membereskan rumah. Aku tau mereka merasakan lelah sama seperti yang saat ini aku rasakan. Makanya aku tak bisa membiarkan mereka bekerja dan aku hanya duduk manis beristirahat di kamar.


Setelah semua selesai di bereskan, aku pamit ke kamar ketika sebagian keluarga sudah pamit pulang. Aku berbaring di kasur untuk menghilangkan rasa lelahku. Tanpa aku sadari aku tertidur selama 1 jam. Aku terbangun ketika suamiku mencoba membangunkan aku. Menyuruhku mandi dan makan. Karena sedari siang tadi aku belum makan apapun.


Aku pergi mandi dan kemudian makan bersama sng suami. Namanya juga pengantin baru jadi kmi makan di piring yang sama. Ibu dan Bapak melihat dengan tersenyum dan melirik satu sama lain. Aku sedikit malu tapi mau gimana lagi, aku harus terbiasa dengan semua ini.

__ADS_1


Malampun tiba, kami menonton TV sambil mengobrol di ruang keluarga. Bercanda tawa penuh dengan kasih sayang. Aku bersyukur mempunyai keluarga baru yang mampu menerimaku dengan hati ikhlas mereka.


Hari hari berlalu, aku semakin terbiasa dengan keluarga suamiku. Aku merasakan keharmonisan di dalam keluarga ini. Ibu dan Bapak menyayangiku seperti aku anak kandung mereka. Mereka tak pernah membeda bedakan antara aku dan Adi yang anak kandungnya. Mereka menyayangiku seperti mereka menyayangi Adi. Yang aku rasakan saat ini hanyalah rasa bahagia dan bersyukur atas segala yang Tuhan berikan kepadaku. Semoga semua tak akan pernah berubah. Semoga semua tetap seperti ini, mereka menyayangiku seperti ini. Aku sudah tak membutuhkan yang lain selain keharmonisan di keluarga baruku.


__ADS_2