JODOHKU..

JODOHKU..
BAHAGIAKU


__ADS_3

Setelah malam itu, aku merasa kebahagiaanku dalam hidup bertambah satu. Satu hal sederhana yang mungkin tak semua orang bisa merasakannya. Untuk sebagian orang mungkin hal seperti ini biasa, tapi bagiku ini sangat luar biasa dan bisa membuatku merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Aku percaya kalau semua ini adalah campur tangan Tuhan. Jika bukan karena campur tanganNya mungkin aku tak akan sebahagia ini.


Seperti inikah rasa kebahagiaan yang sempurna? Aku hanya membayangkan seperti inikah kebahagiaan yang mereka rasakan ketika mereka dilamar oleh seseorang yang sangat mereka cintai.


Awalnya aku tak percaya dengan semua yang terjadi. Aku mrngira itu semua hanya sebagian dari mimpi indahku tentang Adi. Semenjak hari itu, aku sering melamun ketika bersama Rudi. Tersenyum sendiri dengan rasa hampir tak percaya. Rudi bingung melihat aku yang sering melamun dan terkadang tersenyum sendiri. Wajahnya tampak jelas melihatku dengan rasa bingung.


"Hei,, kamu kenapa? Sekarang jadi sering melamun sendiri, senyum senyum sendiri." Tanya Rudi dengan ekspresi bingungnya.


"enggak papa (tersenyum). Hanya gak percaya aja Adi ngelamar aku. Semua kayak mimpi." Jawabku dengan senyum lebarku.


Aku di kagetkan oleh Rudi, yang tiba tiba mencubit tanganku.


"Aaaaahh,, sakiiit." Erangku tampak bingung krnapa Rudi mrncubitku.


"Sakit? Udah sadar sekarang kalau srmua bukan mimpi? Ngeselin ya kadang kadang." Kata Rudi yang terlihat agak kesal.


Aku hanya tersenyum manis ke arahnya, agar dia tak kesal lagi kepadaku.

__ADS_1


"Gak usah di lebay lebay'in senyumnya aku tetep kesel sama kamu." Kata Rudi mempalingkan wajahnya dariku.


"Ah jangan ngambek gitu. Rudi baik deh." Godaku sambil tersenyum sembari memegang tangannya.


"Ihh pinter banget sih bikin orang gak jadi marah." Katanya sambil mencubit kedua pipiku.


"Hehehe. Sakit." Aku tersenyum dengan mengerang kesakitan. aku mengelus ngelus pipiku bekas cubitan Rudi.


"Sukurin." Kata Rudi


"Udah ah. Aku laper. Makan yuk." Ajak Rudi.


Mungkin kesal membuatnya merasavlaper sekarang. Aku hanya mengiyakan ajaknnya. Kami pergi ke sebuah warung makan terdekat karena hari sudah malam. Kami makan. Setelah makan selesai, kami langdung pulang karena besok harus bekerja.


Keesokan harinya aku bekerja seperti biasa. Tapi dengan semangat yang berbeda. Setelah kebahagiaanku bertambah, aku menjadi lebih semangat melakukan segala hal. Seperti mendapatkan motivasi dari seseorang yang sangat berharga di hidupku.


"Ini pasti lagi bahagia ini. Dari tadi senyum senyum sendiri kaya orang gila." Goda Rio kepadaku yang sedari tadi melihatku tersenyum sendiri.

__ADS_1


"Hehehe. Aku bahagia banget dong." Kataku


"Aduh yang lagi bahagia, bagi bagi dong kebahagiaannya." Goda Agus


"Kalian tau gak aku bahagia karena apa?" Tanyaku mbuat mereka penasaran


"Karena apa?" Tanya Agus. Penasaran dengan jawabanku, mereka mendekatiku dan ingin mendengarkan jawabanku.


"Aku di lamar sama Adi." Jawabku sambil tersenyum lebar.


"Wahhh,, selamat yaa.. semoga lancar sampai hari H ya." Kata Rio memberiku selamat dan mendoakanku


"Aamiin. Makasih ya." Kataku


"Selamat ya.. Aku ikut seneng dengernya." Kata Agus


Aku semakin merasa bahagia karena tanpa aku ketahui ternyata banyak orang yang mendukung di belakangku. Aku merasa lebih bersyukur lagi, mereka ikut bahagia karena aku bahagia. Aku sangat berterima kasih kepada mereka yang sudah mendukungku dalam diam. Mesku mereka diam tapi mereka slalu berdoa untuk kebahagiaanku.

__ADS_1


__ADS_2