
Setiap hari aku mengantar jemput anakku kesekolah. Baru aku merasa sendiri setiap kali aku dirumah pada siang hari. Suami pergi untuk bekerja. Dan anakku pergi kesekolah. Aku tak terbiasa berkumpul dengan tetangga tetanggaku. Karena kebanyakan dari berkumpul dan berghibah tetangga yang pantas dibicarakan. Dan Adi tidak menyukai itu. Makanya aku tidak diijinkan beehobby berkumpul yang tak ada manfaatnya seperti itu.
Setiap kali bertemu mereka para tetangga, aku hanya menunjukkan rasa hormatku dengan menyapa dan tersenyum kepada mereka. Dan berbicara sesekali hanya seperlunya saja.
Hari ini Adi yang mengantarkan Celine pergi kesekolah. Dan aku, hanya tinggal dirumah menyelesaikan pekerjaanku.
"Sayang! Kesekolah nanti Ayah yanh antar ya!" Kata Adi sambil mengelus kepala malaikat kecilnya.
"Siap komandan!" Jawab Celine.
Aku tersenyum mendengar jawaban malaikat kecilku yang begitu cerdasnya.
"Ya sudah, kita sarapan dulu dan berangkat." Kata Adi.
Celine menganggukkan kepala dan berjalan dibelakang Adi menuju ke meja makan. Ketika Adi menghentikan langkahnya, dan membalikkan badannya berniat ingin menggendong malaikat kecilnya, Celine ikut berhenti dan menggelengkan kepala seakan tau niat Ayahnya.
"Hem." Gumam Adi kecewa.
Mengetahui Ayahnya kecewa, Celine hanya tersenyum dengan manisnya. Aku bahagia melihat kedekatan mereka berdua. Setidaknya tidak ada yang mengganggu keluarga kecilku saat ini. Dan aku berharap kedepannya akan tetap berjalan seperti ini.
"Ayo sarapan dulu." Suruhku kepada Ayah dan Anak yang hanya berdiri saling pandang.
Mendengar panggilanku, mereka berdua sama sama melanjitkan langkahnya.
"Bundaaa!" Teriak Celine.
Aku melihatnya berlari kearahku. Aku tersenyum dan berjongkok untuk memeluknya. Aku nelepaskan pelukannya dan jari telunjukku memberikan isyarat untuknya menciumku dipipi. Celine yang paham akan maksudku langsung mencium pipiku. Aku tersenyum senang. Akan tetapi aku melihat wajah muram yang mungkin iri dengan apa yang dilakukan Celine kepadaku.
"Celine! Kamu nggak sayang Ayah ya?" Tanya Adi setelah melihat dengan ikhlasnya Celine menciumku.
"Sayang kok Ayah. Celine sayang kalian." Jawab Celine.
"Tapi kenapa kamu tak pernah mencium Ayah? Dan lagi kamu justru melarang Ayah mencium kamu." Kata Adi sedih.
"Ini Celine mau cium ayah." Jawab Celine berjalan kearah Adi.
Adi tersenyum dan mengangkat tubuh kecil Celine kepangkuannya. Celine mencium Ayahnya dan Adi membalas mencium Celine.
Setelah sarapan selesai, Adi pergi mengantatkan Celine kesekolah, dan sekalian pergi bekerja. Sejak saat itu, setiap hati Adi yang mengantar Celine pergi ke sekolah. Sedangkan ku mendapat bagian untuk menjemputnya setiap pulang sekolah.
Setiap hari, setelah aku selesai beberes aku tak tahu harus melakukan apa. Rumah terasa sepi. Dan mau tak mau aku harus terbiasa begitu. Hanya bisa mainan hp, nonton tv dan rebahan. Hanya itu yang bisa aku lakukan. Terkadang bosan tapi mau bagaimana lagi.
Rumah kembali berwarna kalau Celine sudah pulang, dan itu harus menunggu sampai siang. "Apa seperti ini yang dirasakan para ibu rumah tangga ketika ada dirumah sendiri dan tak tahu apa yang harus dikerjakan?" Tanyaku dalam hati.
__ADS_1
"Hallo." Suara Ibuku via telepon.
"Hallo! Ibu lagi apa? Sibuk tidak?" Tanyaku.
"Ibu lagi dirumah ini. Enggak. Ada apa kok tumben telepon Ibu?" Tanya Ibuku penasaran.
"Enggak apa apa kok Bu. Cuma pengen telepon saja. Kesepian aku, nggak tau mau ngapain." Kataku.
"Celine sekolah?" Tanya Ibuku lagi.
"Iya Bu. Maaf ya Bu belum bisa pulang kerumah Ibu. Harus nunggu Celine liburan dulu batu bosa pulang." Kataku meminta maaf.
"Iya nak. Tidak apa apa yang penting kalian baik baik saja Ibu sudah senang. Oh iya, bagaimana kabat Bapak mertua kamu dan istrinya?" Tanya Ibuku.
"Mereka juga baik baik saja kok Bu. Ibu mertuaku yang bari juga baik dan mengurus Bapak dengan baik juga. Ibu juga baik baik saja kan disana?" Tanyaku balik kepada Ibuky.
"Ibu sama Bapak juga baik baik saja." Jawab Ibu.
"Alhamdulillah kalau gitu. Sudah dulu ya Bu, ini sudah waktunya jemput Celine. Kasian kalau dia harua nungguin lama di sekolah." Pamitku.
"Iya sayang. Kamu jaga diri baik baik ya disana." Perintah Ibu.
"IyaBu. Ibu juga ya. Aku tutup teleponnya dulu ya Bu." Pamitku menutup teleponku.
Aku menunggu Celine didepan gerbang sekolahnya. Beberapa saat aku menunggu, aku mendengar suara kecil berteriak memanggilku.
"Buuundaaaa!" Panggil Celine.
Aku tersenyum dan bersiap memeluknya.
"Adek kalau lari jangan kenceng kenceng. Nanti kalau jatuh gimana? Kan Bunda jadi sedih." Kataku dengan nada lembut lalu mencium keningnya.
"Besok lagi enggak deh. Maafin Adek ya Bunda." Kata Celine.
"Iya tidak apa apa. Ayo pulang. Oh iya Adek mau makan apa?" Tanyaku.
"Aku mau makan apa ya?" Tanya Celine pada dirinya sendiri.
Melihat tingkah dia yang bergaya seperti orang dewasa yang sedang berpikir, aku merasa gemes sendiri.
"Makan masakan Bunda aja deh." Lanjut Celine memberiku jawaban.
"Ya sudah ayo kita pulang " Ajakku.
__ADS_1
Sesampainya dirumah, aku memasakkan suo ayam untuknya. Dia menunggu masakan matang sambil tiduran didepan tv dan menonton tv. Setelah semua beres dan matang, aku memanggilnya untuk makan. Tetapi aku mendapati tubuh kecil yang tertidur dengan pulasnya. Aku tahu dia sangat lelah. Dan aku membiarkannya tertidur tanpa membangunkannya.
Satu jam kemudian, Celine belum juga bangun. Aku bangunkan dia agar makan dulu.
"Adek bangun yuk. Makan dulu." Panggilku lembut dan mencium keningnya.
Mata mungilnya mulai terbuka dan bangun.
"Makan dulu yuk. Adek belum makan. Tadi pulng sekolah langsung tidur." Kataku membantunya duduk.
Kedua tangan mungilnya mengusap matanya.
"Adek cuci muka lalu makan ya!" Kataku.
Aku menggendongnya kekamarandi dan membasuh mukanya. Lalu aku dudukkan dia dikursi dan aku menyuapinya.
"Adek capek ya? Tadi disekolah Adek diajarin apa sama Ibu guru?" Tanyaku
"Tadi aku diajarin menyanyi dan membaca." Jawab Celine.
"Adek kesusahan nggak belajarnya?" Tanyaku khawatir.
Celine menggelengkan kepalanya. Dan aku merasa sedikit lega.
"Bunda, abis ini aku mainan boneka ya!" Pinta Celine.
"Iya. Tapi kalau Adek merasa capek langsung istirahat ya. Jangan lecapekan, besok sekolah loh." Kataku.
"Iya Bunda." Jawab Celine.
Celine bermain boneka sendiri dan aku hanya duduk mengawasinya. Aku merasa lega juga sedih. Leganya, malaikat kecilku bisa mandiri sendiri sekarang. Sedihnya, aku merasa tak dibutuhkannya lagi. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Kemarin rasanya dia masih berada didalam perutku. Dan sekarang, dia sudah tumbuh sebesar ini tanpa aku sadari.
Dia asyik dengan mainannya, dan tak terasa sudah waktunya Adi pulang kerja.
"Adek, sudah sore. Mandi dulu yuk. Mainannya nanti lagi." Suruhku dengan suara lembut.
"Iya Bunda." Jawab Celine.
Aku membereskan mainannya, dan memandikannya. Beberapa saat kemudian Adi pulang kerja.
"Ahh sayangku baru selesai mandinya?" Tanya Adi.
"Iya Ayah." Jawab Celine dengan cerianya.
__ADS_1
"Tadi mainan boneka dulu." Lanjut Celine.