
Aku tak tau lagi kata apa yang bisa aku ungkapkan untuk menyatakan bahwa aku sangat bersyukur memililki orang orang yang sangat menyayangiku. Kebahagiaan ini sulit untuk aku uraian dengan bahasa manapun. Kehadiran mereka membuat hidupku lebuh berwarna. Tanpa mereka entah hidup seperti apa yang akan aku jalani.
Setiap hari Rudi dan Adi slalu menemaniku. Mereka berdualah yang menjadi pelengkap hidupku saat ini. Keakraban kami bertiga mungkin akan membuat orang lain iri jika mengetahuinya. Setiap kami berkumpul bertiga, aku tak pernah membedakan antara mana kekasih, mana sahabat. Karena ketika kami bersama, bagiku semua sama di mataku. Tidak ada perbedaan diantara keduanya.
__ADS_1
Adipun mengerti, dia tak pernah sekalipun menunjukkan rasa marah ataupun cemburu disaat aku sedang bercanda tawa dengan Rudi. Dan Rudipun juga mengerti dimana posisinya. Kami bertiga saling mengerti dan saling menghargai satu sama lain. Kami tak pernah mau memperdulikan apa yang dikatakan orang lain tentang hubungan yang kami jalin, karena bagi kami terkadang orang lain hanya akan mencela tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi. Karena terkadang apapun yang kita lakukan, entah salah atau benar, kita tetap salah di mata mereka.
Meski kami mempunyai jarak yang membuat kami jarang bertemu, tapi kami tetap saling memberi kabar melalui grub chat yang tempo hari di buat oleh Rudi. Meski tak bertemu, kami setiap hari selalu bercanda tawa melalui chat tersebut. Walau tak melihat ekspresi wajah mereka seperti apa, tapi aku bisa merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan, dan aku ikut merasa bahagia atas kebahagiaan mereka.
__ADS_1
Hari demi hari kami jalani, dan hubungan yang terjalin diantara kami semakin dekat. Semakin merasa tak mampu jika harus kehilangan salah satu dari mereka. Bagaimanapun mereka berdualah yang menjadi alasan kenapa aku bahagia saat ini. Alasan setiap senyum di bibirku.
Dalam banyak hal mungkin kami banyak perbedaan, entah dari sifat, kebiasaan atau pemikiran. Tapi kami selalu meluruskan apapun yang menjadi perbedaan diantara kami. Karena yang kami tau semua orang itu berbeda, tergantung yang menyikapi.
__ADS_1
Karena aku seorang cewek sendiri, mungkin sifat aku yang paling sulit jika di bandingkan mereka berdua. Aku yang sering marah, egois dan ngambek. Setiap kali sifat keegoisanku keluar Adi dan Rudi hanya bisa mengalah tanpa berkomentar apapun. Karena mereka tau disaat itu aku tak mau mengalah, daripada bertengakr mereka memilih diam dan meminta maaf. Tapi disetiap kali aku sudah merasa tenang, gantian aku yang meminta maaf kepada mereka berdua karena sudah egois.
Perbedaan perbedaan diantara kamilah yang semakin membuat kami menjadi saling mengerti dan memahami satu sama lain. Rasa terima kasihpun sering kami lontarkan tanda kami sangat bersyukur bisa seakrab ini sekarang.
__ADS_1