
Semenjak Ibu mertuaku mendengar pertikaian aku dan Rudi, Beliau menjadi sering sakit. Mungkin terlalu banyak berpikir. Tetapi setiap kali aku meminta maaf, Ibu mertuaku tak bersedia memaafkan aku. Aku tau bahwa dia sangat kecewa terhadapku.
Seminggu yang lalu Ibuku merasa tak enak badan beberapa hari. Sekarang mulai merasa tak enak badan lagi. Setiap kali Ibu mertuaku sakit, mau tak mau aku harus mengurus semua. Tak lupa aku juga mengurusnya dengan baik. Tapi entah kenapa setiap kali aku meminta maaf, beliau selalu tak bersedia memaafkan aku.
"Sayang! Ibu sakit lagi. Mau aku bawa ke rumah sakit Ibu menolaknya." Kataku melalui pesan.
"Ya sudah, kamu urus Ibu dulu ya. Sebentar lagi aku pulang. Aku akan izin setengah hari." Balas Adi.
Tak lama kemudian, Adi pulang dan langsung menuju ke kamar Ibunya.
"Ibu! Ibu kenapa lagi? Aku bawa kerumah sakit ya?" Ajak Adi.
"Tidak usah. Ibu hanya tidak enak badan saja. Kamu kok sudah pulang?" Tanya Ibu mertuaku.
"Aku izin setengah hari. Tadi Vina bilang kalau Ibu sakit lagi." Jawab Adi.
"Ibu tidak apa apa. Istirahat saja nanti juga sembuh." Kata Ibu mertuaku.
"Ya sudah Ibu istirahat dulu." Suruh Adi.
Ibu hanya mengangguk dan memejamkan matanya untuk beristirahat. Adi yang khawatir dengan keadaan Ibunya, duduk disamping tempat tidurnya. Aku tak berani mengganggunya jadi aku biarkan saja Adi disana.
Beberapa saat kemudian, aku mengantarkan makanan beserta obat untuk Ibu mertuaku. Aku masuk ke kamar Ibu mertuaku.
__ADS_1
"Ini makanan dan obat Ibu." Pasrahku kepada Adi.
"Kamu letakkan dimeja saja." Kata Adi tanpe melihatku.
"Bagaimana keadaan Ibu?" Tanyaku sambil meletakkan makanan dan obat dimeja.
"Sudah agak mendingan setelah buat istirahat." Jawab Adi.
"Ehm! Syukurlah kalau begitu." Kataku.
Tiba tiba aku mendengar tangisan bayi. Ya bayiku menangis. Dengan segera aku berlari menuju kamarku dan menggendong serta menyusui anakku agar tidak menangis dan kembali tidur.
Badanku terasa lemas, karena memang sedari tadi pagi belum makan apapun karena harus mengurus rumah, bayi dan Ibu yang sedang sakit. Setelah bayiku tertidur kembali, aku bergegas menyelesaikan tugasku dan kemudian beristirahat.
"Aku tidak apa apa. Mungkin hanya kecapekan saja." Jawabku.
"Ya sudah kamu istirahat dulu saja." Suruh Adi.
Tiba tiba ada suara gemuruh diperutku dan Adi mendengarnya.
"Kamu lapar? Kamu belum makan?" Tanya Adi.
Aku menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Aku belum sempat makan seharian." Jawabku.
"Kenapa kamu nggak makan?" Tanya Adi.
"Aku nggak sempat makan." Jawabku.
"Ya sudah aku ambilin kamu makan dulu. Kamu istirahat saja disini." Kata Adi.
Aku merebahkan badanku untuk beristirahat sejenak. Beberapa saat kemudian aku melihat Adi membawa sepiring nasi dan segelas air minum.
"Sayang! Kamu makan dulu." Suruh Adi dengan lembut.
Aku terbangun dan segera makan.
"Aku suapin ya?" Usul Adi.
"Kamu gak nungguin Ibu?" Tanyaku
"Ibu sedang istirahat setelah tadi minum obat. Kamu juga butub perhatian aku." Kata Adi.
Hatiku merasa tenng mendengar kata kata Adi barusan. Aku tersenyum kearahnya. Adi menyuapiku makan sampai semua habis. Kemudian dia berpamitan untuk mandi.
"Kamu istirahat dulu ya. Aky mau pergi mandi dulu." Pamitnya dengan lembut.
__ADS_1
Adi mencium keningku dan pergi keluar untuk mengembalukan piring ke dapur dan kemudian dia mandi. Aku membaringkan tubuhku diranjang dan memejamkan mataku.