JODOHKU..

JODOHKU..
DIRUMAH


__ADS_3

(tok tok tok)


Suara ketukan pintu terdengar dari dalam. Aku bergegas kearah pintu dan membukanya. Aku melihat Rudi didepan berdiri didepan pintu dengan senyum cerianya.


"Sepertinya kamu datang terlalu pagi." Kataku.


"Aku mau lihat kondisi Adi dulu jadi sengaja datang pagi." Kata Rudi menjelaskan.


"Oh begitu? Silahkan masuk." Kataku mempersilahkan Rudi masuk.


"Adi dikamar. Kamu langsung saja kekamar, aku mau nyiapin sarapan dulu." Jelasku.


Rudi berjalan menuju kearah pintu kamar Adi. Adi tersenyum melihat Rudi pagi pagi sudah datang.


"Kenapa kamu masih pagi gini sudah sampai dirumahku?' Tanya Adi.


"Aku mau minta sarapan. Kan lumayan ngirit." Kata Rudi sambil tersenyum.


Mendengar jawaban Rudi, Adi tertawa lepas. Rudi mengikuti tawanya.


"Aku beneran tanya tauk." Kata Adi


"Bukannya kemarin kamu minta tolong nganterin istri kamu periksa kandungannya? Jangan bilang kamu lupa?" Tanya Rudi.


"Oh iya ya. Maaf aku lupa." Kata Adi tersenyum.


"Apa perlu kamu aku bawa ke Rumah Sakit lagi? Aku takut kamu amnesia." Canda Rudi.

__ADS_1


"Dasar." Kata Adi tertawa.


Begitu lama mereka berdua ngobrol. Obtolan mereka terhenti ketika aku masuk kamar dan mereka sudah diam menatapku.


"Kenapa pada diam? Apa yang kalian obrolkan? Kenapa aku masum pada diam?" Tanyaku penasaran dengan apa yang mereka obrolkan.


"Sssssttt,, jangan dijawab kalau kamu masih pingin hidup." Kata Adi dengan jari telunjukkan diletakkannya dibibir memberi isyarat agar Rudi diam.


Rudi hanya menahan tawa karena kata kata Adi. Aku bisa mendengar kata katanya yang mengataiku.


"Kamu." Teriakku.


Adi dan Rudi tertawa puas setelah melihatku kesal. Mereka justru menertawakanku.


"Udah ya bercandanya. Kalian mau makan tidak?" Tanyaku.


Rudi hanya mengangguk tanda setuju. Mereka bertiga menuju keruang makan. Sudah banyak makanan yang disediakan.


"Wahh ternyata disini ada banyak makanan setiap pagi." Kata Rudi takjub


"Iya makanya kamu sering sering datang kesini biar bisa saraoan bareng. Disini tak akan ada yang kelaparan." Canda Ibu mertuaku.


"Kalau begitu, gimana kalau aku datang setiap hari tante?" Tanya Rudi kepada Ibu Adi.


"Ya tidak apa apa, tante justru seneng kamu datang setiap hari." Terang Ibu Adi.


"Bener ya tante aku datang setiap hati ya." Kata Rudi.

__ADS_1


"Jangan, gak boleh." Kataku menentangnya.


"Kenapa?" Tanya Rudi.


"Ya pokoknya gak boleh." Kataku tegas.


"Boleg kan tante?" Tanya Rudi kepada Ibu Adi.


"Iya gak apa apa." Jawab Ibu Adi dengan senyum.


Rudi melirikku dengab senyum sinisnya, senyum tanda kemenangannya. Aku menjadi sedikit kesal karena ulahnya pagi ini.


"Ya sudah ayo makan, tuh Bapak sudah datang." Ajak Ibu Adi.


"Selamat pagi Om." Sapa Rudi.


"Oh pagi juga. Rudi temnnya Adi ya ternyata yang datang? Pantesan dari kamar Om dengar ada keributan." Kata Bapak Adi dengan tawanya.


Rudi membalas tawa Bapak Adi.


"Kamu sering sering ya datang kesini biar rame." Ujar Bapak Adi.


"Baiklah Om." Jawab Rudi dengan menunjukkn senyum sinisnya.


"Kenapa semua jafo nyuruh dia datang setiap hari?" Tanyaku dalam hati.


Kami bersarapan bersama. Setelah selesai sarapan, Bapak Adi berpamitan untuk oergi bekerja. Sedangkan Rudi dan Adi melanjutkan ngobrol mereka diruang tamu. Orangtuaku juga menemani Adi dan Rudi ngobrol. Aku membantu kedua Ibuku membereskan ruang makan dan dapur. Sesekali aku mendengar obrolan mereka yang begitu asik. Terkadang aku penasaran tentang apa yang mereka bicarakan. Kenapa begitu asyik.

__ADS_1


__ADS_2