
Satu jam setelah Ijab Qabul, resepsi pernikahanku di mulai. Teman temanku datang menghadiri resepsi. Aku senang banyak temanku yang datang. Rudi datang bersama teman teman kerjaku. Acara demi acara telah berjalan dengan lancar.
Acara terakhir aku dan Adi berfoto bersama kerabat dan sanak saudara serta teman temanku. Ini akan menjadi sebuah momen kenangan yang tak akan pernah aku lupakan selama hidupku. Setelah berfoto mereka bersalaman denganku dan Adi untuk memberikan selamat.
"Selamat ya. Semoga SaMaWa." Ucapan selamat dan doa untukku dan Adi. Aku hanya membalas dengan senyuman doa doa mereka. Aku bahagia ada banyak orang yang datang mendoakanku.
Rudi menhampiriku, dia tak ingin ketinggalan ikut berfoto. Aku, Adi dan Rudi berfoto bersama dengan gaya bebas penuh tawa.
"Selamat ya gaes." Kata Rudi kepadaku. Dia bersalaman denganku kemudian memelukku.
"Makasi yaa udah dateng. Cepetan nyusul. Masak iya mau sendiri terus (hahaha)" Kataku menggodanya
"Iya. Tenang. Aku nyari dulu yang kayak kamu." Kata Rudi sambil tertawa.
Mendengar perkatan Rudi, Adi hanya ketawa. Rudipun ikut ketawa..
"Gila kamu. (hahaha)" Kataku ikut tertawa.
__ADS_1
"Selamat ya gaes." Ucap Rudi kepada Adi, bersalaman dan kemudian memeluknya.
"Makasi gaes. Bener kata Vina cepetan nyusul." Kata Adi mengiyakan perkatanku tadi.
"Wah tau gini aku tadi gak usah datang. (hahaha)." Canda Rudi
Kami bertiga hanya tertawa. Tanda kebahagiaan kami.
"Udah ah ngobrolnya nanti lagi. Aku mau makan dulu laper." Canda Rudi sekali lagi.
"Dasar ya kamu." Kataku sambil tertawa.
Pukul 12.30 sesi foti selesai. Acara penutuppun di umumkan. Aku pergi ke depan untuk bersalaman dengan keluarga suamiku yang pamit pulang karena acara sudah selesai. Setelah semua acara selesai aku dan Adi menemui Rudi dan teman teman kerjaku. Kami ngobrol dn mereka menggodaku tak henti hentinya.
"Capek ya Vin?" Tanya Agus.
"Iya. Tapi aku bahagia." Jawabku
__ADS_1
"Tenang ntar malam juga sembuh. (hahaha)." Goda Rudi
"Iya bener kata Rudi. Ntar malem pasti ilang capeknya." Kata Rio membenarkan perkataan Rudi.
"Ih apaan sih. Jangan bicara yang enggak enggak ya kalian." Kataku sedikit malu karena godaan mereka.
Adi hanya tersenyum tak mengatakan apapun.
"Adi, kenapa kamu diam saja? Udah bayangin nanti malem ya? (hahaha)." Goda Rudi
Spontan aku memukul lengan Rudi.
"Ngomong apa sih?" Kataku sembari ku mencubit lengan Rudi
Semua tertawa karena melihatku sangat malu. Aku tersenyum bahagia melihat tawa mereka. Aku senang banyak orang yang bahagia di hari kebahagiaanku. Ini termasuk momen langka yang tak akan pernh ingin ku lupakan.
Selesai ngobrol mereka pamit untuk pulang. Aku berterima kasih keoada mereka karena sudah meluangkan waktu mereka untuk datang ke pesta pernikahanku.
__ADS_1
Mereka pulang dengan melambaikan tangan kepadaku dan Adi, Aku dan Adi membalas lambaian tangan mereka. Aku bernafas lega akhirnya aku bisa istirahat sebentar.
Perias melepaskan Riasan di kepalaku, setelah selesai ku berganti pakaian. Dan aku membersihkan riasan di wajahku. setelah bersih ku merasa lega. Akhirnya semua berjalan dengan lancar. Hari ini adalah hari kebahagiaanku. Aku hidup bersama dengan Adi.