
Setelah Rudi tau bahwa kondisiku membaik, keesokan harinya dia berpamitan untuk bekerja. Karena selama aku tak sadarkan diri di Rumah sakit dia mengambil cuti. Aku mengiyakannya karena aku juga gak enak kalau slalu merepotkan dia.
"Kamu kan udah baikan jadi aku pamit kerja dulu yaa." pamitnya
"Hati hati ya. Dan maaf sudah merepotkan." kataku meminta maaf.
"Tadi aku download games di hp kamu, kamu bisa main game kalau kamu merasa bosan. Aku pamit dulu." katanya sambil mengelus pipiku lembut lalu beranjak pergi.
Aku tak tau apa yang harus aku lakukan saat ini. Sendiri terbaring disini. Aku hanya memainkan game yang diunduhnya, dan menunggunya kembali. Hari sudah mulai petang tapi dia belum kembali. Beberapa saat setelah itu aku mendapat pesan darinya.
"maaf yaa hari ini aku lembur jadi jangan menunggu, tidurlah dengan nyenyak malam ini. Aku akan kembali besok setelah pulang kerja. Selamat malam. Nice dream."
Gak tau perasaan apa yang muncul di hatiku, aku merasakan kekecewaan karena tidak ada dia disampingku. Mungkinkah karena aku kesepian atau alasan yang lain aku juga tak tau. Aku merasa kesepian, aku memilih langsung tidur tanpa membalasnya.
Setiap pulang kerja dia datang menemaniku kecuali ketika dia harus bekerja lembur. Hari ini hari minggu, sebenarnya dia libur bekerja tapi dia berpamitan pergi karena ada keperluan mendadak. Aku mengiyakannya dengan rasa kecewa karna aku harus sendirian lagi.
"Aku pamit pergi dulu ya?" pamitnya
"kamu mau kemana? Bukannya kamu libur? Inikan hari minggu." kataku.
"Ada keperluan sebentar." katanya
"ya udah kamu hati hati." kataku
Setelah aku mengiyakannya dia beranjak meninggalkan aku. akhirnya aku sendiri lagi dihari liburnya.Sedikit kecewa tapi mau gimana lagi. Aku hanya memegang handphone dengan serius memainkan game online.
Aku tak tau dia melakukan sesuatu untukku. Tanpa sepengetahuanku dia mencari info tentang Adi. Setelah tau informasi tentangnya, Rudi pergi menemuinya. Setelah tau dimana tempat Adi bekerja, Rudi pergi ketempat kerjanya. Di waktu makan siang Rudi meminta waktu Adi untuk bicara.
"Kamu Adi?" Sapa Rudi
"Iya.. Kamu siapa? dan ada urusan apa dengan saya?" Tanya Adi
__ADS_1
"Saya Rudi, saya meminta waktu sebentar untuk berbicara." terang Rudi
"Tapi saya sedang bekerja." kata Adi
"Saya akan menunggu sampai di jam makan siangmu." kata Rudi
"Ada urusan apa?" Tanya Adi
"Kita bicara nanti." kata Rudi, lalu beranjak pergi meninggalkan Adi.
Seperti yang di bicarakan, Rudi datang menemui Adi di jam makan siangnya. Adi penasaran apa yang akan di bicarakan kepadanya.
"Kamu mau bicara apa?" Tanya Adi
"Ini tentang Vina." Kata Rudi
"Aku sudah tak ada hubungannya dengan dia." Katanya, Adi lalu berbalik untuk pergi.
Adi membalikkan badannya lagi ke arah Rudi.
"Aku lebih merasa dibodohi lagi oleh kalian." Kata Rudi sambil menunjuk muka Rudi
"Kamu bodoh karena meninggalkan dia, kita tak ada hubungan apa apa. memang kita bertemu tapi dia slalu menghindariku, dia tak ingin menyakitimu." terang Rudi
"Lalu kenapa dia tidak berterus terang kepadaku kalau dia sudah bertemu denganmu lagi?" Tanya ADi penasaran
"Kamu tau dia sangat mencintaimu, jadi dia tak ingin membuatmu khawatir. Dia takut kamu marah, makanya dia gak bilang". Jelas Rudi
"Berarti selama ini dia mencoba untuk menghancurkan hubunganku dengan Vina?" Gumam Adi lirih tapi Rudi mendengarnya.
"Siapa?" Tanya Rudi penasaran
__ADS_1
"Laras." Kara Adi
"Laras? Kamu terhasut dengan omongan Laras?" Tanya Adi
"Aku juga tak tau kenapa aku bisa dengan mudah terhasut dengan omongannya." Kata Adi menjelaskan
"Kamu tau gara gara kamu tinggalkan Vina secara sepihak hal bodoh apa yang telah dia lakukan?" TEgas Rudi
"Apa maksud kamu?" TAnya Adi penasaran
"Vina hampir saja mengakhiri hidupnya karena kamu tak mau mendengarkan apa yang ingin dia jelaskan ke kamu." Kata Rudi menjelaskan.
"Apa?" Teriak Adi terkejut dan mulai merasa gelisah mendengar kabar Vina yang mencoba mengakhiri hidupnya gara gara dia.
"Lalu bagaimana keadaannya sekarang? Dimana dia sekarang?" Tanya Adi semakin gelisah, hatinya mulai tak menentu.
"Dia masih berada di Rumah sakit. Kondisinya sudah mulai membaik." Kata Rudi
Adi seketika merasa tubuhnya lemas dan hampir terjatuh tapi dengan spontan Rudi menyangganya dan mengajaknya duduk. Rudi mengambilakan segalas air putih dan diberikan kepada Adi agar lebih tenang. Adi syok mendengar kabarku.
Setelah beberapa saat, kondisi Adi sudah pulih, Rudi berpamitan untuk pulang. Karena Rudi tak ingin meninggalkanku terlalu lama. Takut merasa merasa kesepian.
"Tolong jagain Vina. Aku belum siap menemuinya. Nanti kalau aku sudah siap aku akan menemuinya." Kata Adi sangat mengkhawatirkanku
Rudi hanya mengangguk dan pergi menuju Rumah sakit dimana aku dirawat.
"Kamu udah kembali?" Tanyaku
"Maaf ya aku terlalu lama perginya." kata Rudi meminta maaf
Aku hanya tersenyum kepadanya. Kami mengobrol sejenak dan dia menyuruhku untuk beristurahat. Karna dokter menyuruhku lebih banyak istirahat.
__ADS_1