JODOHKU..

JODOHKU..
PENGAKUAN CINTA


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti biasa aku mrmbantu ibuku mengurusi rumah. Setelah selesai aku mandi lalu sarapan bersama keluargaku. Setelah selesai sarapan, aku hanya bersantai didepan rumah karena tak tau harus mengerjakan apa.


Beberapa saat kemudian, aku dikejutkan dengan kedatangan Rudi kerumahku.


"Hallo cantik.. sendirian aja nih?" Goda Rudi.


"Huhh kamu ngagetin aja. Ngapain jam segini udah keluyuran sampai sini?" Kataku


"Mau ngapelin cewek, mumpung suaminya gak ada." Godanya


"Dasar gila. hahaha." Kataku


Aku beranjak kedalam rumah membuatkan Rudi minum.


(keluar membawa minum)


"Nih minumnya." Kataku


"Aku gak minta kamu repot repot buatin minum loh." Katanya sambil tersenyum tipis.


"Ya udah aku kembaliin." kataku dengan mengambil gelas yang berisi minuman tersebut.


"Ehh jangan.. kan udah terlanjur dibuat, sayang kalau gak diminum." Cegahnya


Aku dan Rudi ngobrol sampai gak sadar waktu. Banyak hal yang aku bicarakan dengannya.


"Kita jalan jalan yuk. Biar bisa mengenamg masa lalu." Ajaknya


"Kemana?" Tanyaku


"Kemana aja asal sama kamu." Katanya tetap menggodaku

__ADS_1


"Ya udah ayo. Aku juga bosan tiap hati dirumah gak ada kerjaan. Bosan." Kataku


Aku diajak Rudi ketempat dimana dulu aku sering main bersamanya. Terkadang aku juga merindukan saat saat seperti dulu. Berkumpul bersama, main bersama sahabat sahabatku.


"Vin, kamu tau gak kalo terkadang aku masih rindu sama kamu. Gak tau kenapa perasaanku sama kamu gak bisa hilang. Aku ingin tetap bersama kamu." Katanya terus terang kepadaku.


"Kamu jangan bercanda deh. Candaanmu sama sekali gak asyik." Kataku menyuruh Rudi berhenti bercanda


"Apa menurut kamu aku sedang bercanda?" Tanyanya


"Kamu tau sendiri kan hatiku untuk Adi. Otomatis cintakupun untuk dia." Jelasku


"Aku tau tentang perasaanmu. Makanya aku hanya bisa lakuin ini semua untuk bisa dekat sama kamu. Setidaknya aku bisa lihat kamu bahagia meski dengan yang lain." Terang Rudi


"Maafin aku ya." Kataku meminta maaf.


"Kamu sama sekali gak salah. Aku yang harusnya minta maag. Aku dulu yang hilang gak ada kabar. Kalau saja aku dulu tetap ada buat kamu, mungkin semua yang terjadi tidak seperti ini. Aku benar benar minta maaf sama kamu." Kata Rudi terus meminta maaf kepadaku.


"Maafkan aku. Aku dulu juga sakit karena harus ninggalin kamu seperti itu. Makanya saat bertemu kamu lagi, aku ingin menebus semuanya. Aku ingin mendukung apapun yang kamu putuskan. Aku hanya ingin ku bahagia meski bahagiamu bukan bersamaku. Aku ingin menrbus semua kesalahanku padamu. Aku benar benar minta maaf sama kamu." Kata Rudi menjelaskan.


"Sudahlah semua sudah terlanjur terjadi. Lagian sekarang aku sudah menikah sama Adi." Kataku menegaskan


"Iya aku hanya ingin kamu bahagia. Aku akan selalu mendukung kamu apapun keputusanmu. Aku tak ingin kamu terluka ataupun menangis lagi. Sudah cukup aku yang membuatmu terluka. Jangan terluka lagi." Kata Rudi


Aku sudah lama mengenal Rudi. Sifat yang biasanya ceria dan suka bercanda itu. Ini pertama kalinya aku melihat hatinya yang lembut dan ketulusannya. Aku mampu merasakan kesedihan hatinya saat ini. Aku tak berami berkata kasar ataupun mengusirnya dari hidupku. Karena selama ini dia sudah berbuat baik kepadaku dan berulangkali menolongku. Bagiku ketulusannya selama ini sudah cukup untuk membayar luka yang aku rasakan dulu disaat dia meninggalkan aku tanpa kabar.


"Sudah. Kalau kamu mau kita tetap berteman saja seperti kemarin. Dan jangan sampai Adi tau tentang perkataanmu hari ini. Adi sudah sangat percaya sama kamu." Kataku berniat untuk menyelesaikan masalah ini.


"Kamu selalu memperdulikan perasaan Adi. Apakah kamu pernah memperdulikan tentang perasaanku?" Tanya Rudi


Pertanyaannya membuatku semakinterpaku. Semakin tak mengerti apa yang harus aku lakukan. Apa yang akan aku katakan kepadanya.

__ADS_1


"Mau bagaimanapun aku sekarang istrinya Adi. Bagiku dia yang paling penting saat ini." Kataku menegaskan..


"Apakah kamu bahagia bersamanya?" Tanyanya dengan nada yang terdengar sangat lemah.


"Aku bahagia bersamanya. Aku gak bisa bayangin jika aku tak ada dia." Jawabku


"Ya udah. Aku turut bahagia atas kebahagiaanmu saat ini. Aku ingin kamu selalu bahagia. Jika kamu tak bahagia suatu saat nanti kembalilah kepadaku. Akan aku pastikan, aku akan membahagiakanmu." Katanya membuatku srmakin tak tau harus berkata apa..


"Aku lapar,, ayo pulang aku mau makan. Udah jangan bahas lagi." Kataku mrngalihkan pembicaraan ini. Aku hanya tak ingin fia semakin terluka.


"Aku akan tetap jadi adik kecil yang selalu ingin aku bahagiakan." Terangnya


"Oke okr.. Tapi sekarang ayo makan. Aku lapar." Ajakku


"Gak harus pulang kan. Kita makan diluar." Ajak Rudi


"Enggak. Pulang." Kataku sembari beranjak berjalan ke parkiran.


"Ayolah adik kecil, kita makan diluar." Katanya mengejarku kemudian merangkul bahuku seperti biasa.


"Mau makan apa?" Tanyaku


"Steak." Ajaknya


"Ya udah ayo. Kamu yang traktir." Kataku


"Kok aku? Kamu dong. Kan yang bahagia kamu." Katanya bercanda


"Aku gak bawa uang." Kataku menatapnya sambil tersenyum tipis.


"Ya sudah aku yang traktir mumpung aku lagi baik hati." Kata Rudi

__ADS_1


"Ya udah ayo." Kataku.


__ADS_2