
Ini adalah hari kelima aku berada dirumah orangtuaku. Aku sudah merasakan rindu dengan suamiku, tetapi dia belum mau menjemputku.
(Telepon)
"Halo!" Angkatnya.
"Yang, kapan kamu jemput aku??" Tanyaku.
"Kenapa? Udah kangen ya?" Tanya suami menggodaku.
"Udah tau masih tanya. Dasar kamu gak peka." Jawabku.
"Hahaha.. Sabar ya sayang. Kamu puas puasin dulu dirumah Bapak Ibu. Besok aku jemput kamu kalau udah terobati kangennya kamu sama orangtua kamu." Jelasnya.
"Tapi sekarang kangenku teralih ke kamu sayang." Kataku
"Iya sabar. Besok aku jemput ya. aku juga kangen sama kamu. ngomong ngomong apa nih yang dikangenin dari aku?" Tanyanya tetap menggodaku
"Kamu itu. Udah tau aku kangen malah digoda terus." Gerutuku
"Haha iya iya maaf. Kamu lagi apa? Udah makan?" Tanya Adi.
"Lagi gak ngapa ngapain. Bingung mau ngapain. Bapak Ibu pergi arisan, aku dirumah sendiri. Aku udah makan. Kamu lagi ngapain? Udah makan?" Tanyaku balik kepadanya.
__ADS_1
"Katanya kangen, tapi masih bisa makan? Hahaha (ketawa). Aku lagi istirahat kerja. Aku juga udah makan." Dia tetap menggodaku.
"Ya sudah kamu lanjut kerja dulu gih." Suruhku
"Emangnya sudah gak kangen lagi? Kok aku sudah diusir?" Godanya.
"Kamu.. Huft." Aku mulai kesal
"Hahaha.. Iya iya maaf. Ya sudah aku lanjut kerja dulu ya. Semangat sayang kangennya." Pamitnya
"Iya. Kamu juga semangat kerjanya ya. Hati hati disana. Eh sayang, kemarin Rudi main kesini, katanya dia tau aku disini dari kamu." Kataku memberinya semangat.
"Iya, kemarin aku yang beritahu dia, dan suruh dia buat nemenin kamu biar kmu gak kesepian dirumah Ibu. Jadi aku suruh dia sesekali main kerumah." Terangnya
"Oh gitu, ya sudah kalau kamu yang suruh." Kataku.
"Huhh siapa yang mancing kamu. Udah ahh.. Aku mau tidur ." Kataku kesal kepadanya.
"Tuh malah ngajak tidur. Udah dibilangin aku lagi kerja malah ngajak tidur." Godanya
"Tauk ahh.. Udah ahh,, aku udah mulai kesal sama kamu. Assalamu'alaikum wr wb." Pamitku kesal
"Wa'alaikumsalam wr wb." Jawabnya
__ADS_1
Meskipun aku kesal tapi godaan adi mampu membuatku senyum senyum sendiri. Hanya dengan mendengar suara suamiku saja aku sudah sangat bahagia. Rasa nyaman yang selalu dia berikan membuatku semakin tak mampu hidup tanpanya.
Belum ada satu minggu, aku sudah merasakan rindu yang begitu hebatnya kepadanya. Orangtuaku hanya suka menggodaku karena mereka tau aku sering melamun.
Aku tak tau apa yang harus aku lakukan. hanya dirumah sendiri. Orangtua belum pulang. henya rebahan rebahan dan rebahan. Aku tidak tau harus melakukan apa. Rasa bosanku mulai menyelimuti. Hari sudah sore tapi bapak ibu belum pulang juga.
"Bapak Ibu kalian kemana?? Kenapa belum pulang juga?? Aku bosan sendiri dirumah." Teriakku sendirian.
Tak lama kemudian alu mendengar langlah kaki dan suara memanggilku dari luar. Ternyata orangtuaku sudah pulang.
(keluar kamar)
"Bapak Ibu aku bosan. Kalian lama perginya" Keluhku
"Hahaha..(tertawa) Kamu bosan atau rindu sama suamimu?" Goda Ibuku seperti mampu membaca pikiranku.
"Dua duanya.. Haha (tertawa)" jawabku.
"Kapan suamimu jemput kamu?" Tanya bapak
"Gak tau, katanya suruh disini dulu sampai kangemku sama bapak ibu terobati." Jelasku.
"Dia memang suami yang pengertian." Kata ibuku
__ADS_1
"Pengertian apanya? Dia gak tau kalau aku kangen dia." Kataku dengan cemberut.
"Hahahaha(suara tawa)" Bapak Ibuku hanya tertawa mendengar jawabanku. Akupun sendiri merasa geli dengan jawaban yang aku lontarkan. Tapi jawaban itu justru membuatku merasa malu didepan mereka. Aku memilih melarilan diri pergi kekamar. Dan aku semakin mendengar suara tawa mereka semakin keras setelah melihat ekspresi wajah malu yang terlihat jelas.