JODOHKU..

JODOHKU..
KEPUTUSAN


__ADS_3

"Sejak kapan kamu bersamanya?" Tanyaku kepada Adi.


Aku sudah tak sanggup menanggungnya sendiri. Aku sudah tak bisa lagi menahan dan tetap diam. Karena ketika ku menahan semua ini sendiri, hatiku semakin tak mampu untuk bertahan.


"Aoa maksud kamu?" Tanya balik Adi tak tahu apa yang aku bicarakan.


"Sudah berapa lama kamu dengan wanita itu?" Tanyaku lagi lebih jelas.


"Wanita siapa? Jangan berpikir yang aneh aneh." Kata Adi mengelak tuduhanku.


"Kamu tak perlu berpura pura lagi." Kataku.


"Siapa yang mempengaruhimu? Apa kmu sudah tidak percaya sama aku?"Tanya Adi tetap mengelak.


"Ingin sekali aku tidak tau apa apa dan percaya sama kamu. Jadi akan tetap diam dengan apa yang kamu lakukan dibelakang aku. Tapi sayangnya aku sudah tau semuanya. Jadi kamu sudah tidak perlu mengelak. Percuma." Tegasku.


"Maafkan aku Vina. Aku sangat menyesal." Kata Adi meminta maaf kepadaku.


Adi berlutut didepanku dan menundukkan kepalanya.


"Apa jika aku tidak mengetahuinya kmu tetap akan menyesal?" Tanyaku.


"Maafkan aku." Kata Adi terus meminta maaf.


"Sejak kapan kamu bersamanya? Kenapa kamu tega hianati aku?" Tanyaku penasaran apa alasannya.


"Maafkan aku." Kata Adi hanya terus meminta maaf.


"Sejak kapan kamu bersamanya? Jawab!" Teriakku.


"Satu sampai dua tahun lalu." Jawab Adi.


"Satu sampai 2 tahun lalu?" Tanyaku terkejut.


"Maafkan aku." Kata Adi.

__ADS_1


Satu sampai dua tahun lalu, aku berusaha mengingat ingat apa kesalahanku sehingga Adi menghianatiku dengan wanita lain. Setelah beberapa saat berpikir aku teringat, jalau satu sampai dua tahun lalu, aku sibuk mengurus rumah karena setelah Ibu Adi meninggal tak ada yang membantuku mengurus semua. Dan aku tak selalu bisa memperhatikan Adi. Apakah itu bisa dijadikan sebuah alasan? Aku kira Adi akan mengerti aku. Tapi ternyata apa yang aku lakukan menjadi pembuka jalan untuknya menghianatiku.


"Kenapa kamu menghianatiku?" Tanyaku.


"Maafkan aku. Semua terjadi begitu saja." Jawab Adi.


"Begini saja, kamu tinggalkan dia dan kita perbaiki ini semua." Kataku memutuskan.


"Maaf aku tidak bisa." Jawab Adi.


"Apakah kamu tidak bisa meninggalkannya? Kamu mencintainya?" Tanyaku.


"Maafkan aku. Aku mencintainya." Jawab Adi.


"Lalu bagaimana denganku?" Tanyaku lagi.


Airmataku mulai mengalir deras. Tak kuasa aku menahan rasa sakit ini.


"Aku juga mencintaimu." Jawab Adi.


"Tidak. Semua tidak bisa seperti ini. Kamu tidak boleh mencintai keduanya secara bersamaan. Jika kamu tak ingin meninggalkannya. Biar aku yang pergi." Tegasku.


"Aku tidak bisa tetap bersama orang yang mencintai orang lain. Mari kita berpisah saja." Kataku.


"Jangan tingglkan aku.Aku tak bisa jauh dari kamu dan Celine." Kata Adi memohon kepadaku.


"Tidak! Kamu tidak punya pilihan apapun.Jalan terbaik buat kita hanya berpisah. Dan hiduolah dengan tenang dengan pilihanmu. Aku tidak ingin dicintai seseorang yang mencintai orang lain." Kataku.


"Maafkan aku! Jangan pergi!" Kata Adi.


"Karena kamu yang berkhianat,jadi kmu yang harus meninggalkan rumah ini." Suruhku.


"Aku mohon!" Pinta Adi.


"Besok sebelum Celine bangun, kamu sudah harus pergi. Biar aku yang mencari alasan buat Celine." Kataku.

__ADS_1


Aku pergi meninggalkan Adi. Aku memasukkan semua barang barang Adi kedalam koper dan mengeluarkannya dari kamar. Aku sudah tak ingin mendengar penjelasannya lagi.


Setelah mengeluarkan semua barang barang Adi, aku pergi kekamar dan mengunci pintu. Adi mencoba mengejarku dan berulangkali mengetuk pintu agar aku membukanya. Tapi aku biarkan.


"Celine sedang tidur, jangan membuat suara yang membuatnya bangun." Kataku.


Adi menghentikan ketukannya dan suara memanggilku. Aku menangis tak kuasa menahan semua rasa sakit ini sendiri.


Saat pagi hari ku terbngun dari tidurku, aku keluar dari kamar untuk memastikan Adi sudah pergi dari rumah. Dan ternyata dia sudah pergi. Tubuhku terasa lemas, seakan akan aku tak lagi punya daya untuk hidup. Orang yang sangat aku cintai dan percaya selama bertahun tahun ini, dan kami jidup bersama ternyata diam diam menghianatiku dan lebih memilih wanita yang belum lama dikenalnya.


Celine terbangun dari tidurnya. Dan berjalan kearahku.


"Bunda.. Bunda kenapa?" Tanya Celine.


"Bunda tidak apa apa sayang. Mungkin Bunda kecapekan saja. Celine sudah bangun?" Tanyaku mengalihkan pembicaran.


"Sudah Bunda. Oh iya, Ayah kemana?" Jawab Celine dan bertanya kemana Ayahnya.


"Oh Ayah tadi dapet telepon dari bosnya. Ayah disuruh kecabang yang ada diluar kota. Jadi Ayah buru buru pergi pagi pagi tadi. Kamy tidurnya pulas jadi Ayah gak bangunin kamu." Terangku berbohong pada Celine.


"Ohh jadi Ayah sudah pergi? Kira kira Ayah lama nggak ya Bun?" Tanya Celine.


"Bunda juga belum tau." Jawabku.


"Sayang! Kamu hari ini nggak usah sekolah dulu ya. Bunda lagi nggak enak badan." Kataku.


"Ya sudah Bunda istirahat dulu saja." Suruh Celine.


Aku tak bisa memulihkan hatiku begitu saja. Mungkin butuh waktu lama untuk menyembuhkan luka ini. Aku tak perduli Adi pergi kemana dan aku tak may tau tentangnya lagi. Apa yang dia lakukan sudah cukup menghancurkan hidupku. Aku tak ingin lagi berurusan dengan dia kecuali tentang Celine.


Hari demi hari berlalu begitu saja. Aku semakin terbiasa dengan semua ini. Aku berencana memberitahu kabar perceraianku kepada orang tua dan mertuaku ketika aku sudah siap.


Setelah satu bulan berlalu, aku memberitahu orangtua dan mertuaku. Tetapi aku tak memberikan alasan kenapa aku ingin bercerai. Biar mereka tahu dengan sendirinya. Semua terkejut dengan keputusan yang aku ambil. Mereka juga bertanya kenapa yang tadinya terlihat baik baik saja tak ada masalah apa apa, tiba tiba ada kabar ingin bercerai. Aku hanya meminta kepada mereka untuk tidak menanyakan kepadaku tentang alasan kenapa aku dan Adi bercerai.Karena aku tau mereka tak akan menerimsnya dan pasti akan sangat marah kepada Adi. Aky hanya tak ingin semua masalah keluargaku melibatkan orangtuaku dan orangtua Adi. Aku hanya mengatakan bahwa keputusan ini sudah aku dan Adi bahas dan inilah jalan yang terbaik untuk kita berdua.


Akhirnya orangtuaku dan orangtua Adi mengerti tanpa bertanya lagi alasannya. Karena mereka tau, aku dan Adi tak ingin membuat mereka bersedih jika tau alasan yang sebenarnya.

__ADS_1


Ketika aku sudah memberitahu keluargaku dan keluarga Adi, dan keputusanku sudah bulat. Aku mengajukan surat perceraian kepengadilan Agama. Aku harus menunggu paling lama satu bulan untuk melakukan sidang. Aku hanya harus sabar untuk lepas dari semua ini san betnafas lega.


Suati hal yang tak pernah aku bayangkan selama hidupku, tetapi akhirnya justru terjadi padaku. Wanita mana yang menginginkan terjadi perceraian disaat dia mencintai seseorang yang menjadi suaminya. Pasti sama dengan yang aku rasakan saat ini. Tapi aku yakin, aku bisa kuat menghadapi semua ini. Dan lagi aku memiliki Celine yang membuatku mampu tersenyum meski aku tak mampu.


__ADS_2