
Satu bulan setelah kedatangan keluarga Adi ke rumahku, kini giliran orang tuaku datang ke rumah Adi untuk menentukan tanggal yang tepat untuk kami menikah. Hari ini Bapak dan Ibuku berencana datang ke rumah Adi untuk membicarakannya. Karena dari pihak wanita yang menentukan tanggal.
Sesampainya di rumah Adi, orang tuaku di sambut dengan baik oleh orang tuanya. Mereka duduk dan orang tuaku memberitahu maksud kedatangannya. Mereka menetapkan tanggal yang tepat untuk aku dan Adi menikah. Akhirnya sudah di putuskan aku dan Adi akan menikah di pertengahan maret tahun depan, yaitu tanggal 15 maret 2019.
Mendengar keputusan orang tua kami, aku dan Adi merasa sangat bahagia. Akhirnya tanggal pernikahan kami sudah di tentukan. Tinggal mengurus segala sesuatu yang akan kami butuhkan. Meski terkadang hal hal kecil dan selisih pendapat membuat kita bertengkar tapi kita tetap satu pedoman dan satu tujuan. Bagi kami bertengkar ataupun berselisih pendapat adalah salah satu hal yang biasa di lakukan oleh setiap orang. Bukan hal yang tabu lagi. Tergantung kita yang menyikapinya.
Aku dan Adi semakin sibuk menyiapkan segala sesuatunya. Rudipun ikut membantu mencarikan segala sesuatu yang kami butuhkan. Rudi mengenal seseorang yang berprofesi membuat undangan pernikahan. Rudi membantu kami memesankan undangan, sedangkan aku dan Adi sibuk menyiapkan yang lain.
Karena tinggal 5 bulan lagi, aku dan Adi harus menyiapkan segala sesuatunya sekarang. Karena jika aku siapkan semua secara mendadak takut semua tak sesuai harapan.
Hari ini aku dan Adi ada janji bertemu WO untuk memilih dekor, rias serta gaun pernikahan yang akan kami kenakan. Aku dan Adi menentukan warna apa yang akan kami gunakan untuk dekor. Ada sedikit perdebatan karena selisih pendapat.
__ADS_1
"Bagaimana kalau semua bernuansa pink yang?" Tanyaku meminta pendapat Adi.
"pink? (Adi bengong) Yang lain gak ada?" Tanya Adi sepertinya tidak setuju dengan warna yang aku tentukan.
"Aku pengennya itu bernuansa pink. Bagus." Kataku
"Bagus biru." Kata Adi mengeluarkan pendapatnya.
"Pink aja." Kataku lebih tegas.
"Deal pink ya." Kataku memantapkan pilihan.
__ADS_1
"Iya terserah kamu aja semua." Kata Adi
"Kok gak ikhlas gitu kayaknya?" Tanyaku setelah melihat Adi sepertinya gak ikhlas.
"Terserah kamu sayang." Katanya dengan senyum terpaksanya.
"Oke" Kataku sambil tersenyum melihat ekspresinya.
Adi hanya pasrah dengan warna yang aku pilih. Dia sudah tak mau berkomentar kepadaku lagi karena dia tau pendapatnya gak akan ada gunanya. Pada akhirnya dia juga harus ngikut dengan kemauanku. Begitu juga dengan rias dan gaun yang akan kami kenakan. Adi hanya nurut saja kepadaku.
Setelah selesai memilih dekor, rias dan viting baju, kami pulang untuk beristirahat karena besok harus pergi ke KUA untuk mengurus surat surat yang akan di butuhkan.
__ADS_1
Keesokan harinya, pukul 09.00 aku dan Adi pergi ke Kantor Urusan Agama (KUA) untuk mengurus surat surat yang menjadi persyaratan pernikahan. Aku dan Adi mengurus surat tersebut sampai pukul 13.00 WIB. Setelah semua selesai kami makan siang dan kemudia pulang kerumah untuk beristirahat karena sore harinya Adi harus mengantarkan aku pergi ke kost. Besok aku harus kembali bekerja.
Aku lega akhirnya satu per satu urusanku selesai juga. Tinggal beberapa hal saja yang harus aku urus.