JODOHKU..

JODOHKU..
BERTEMU MANTAN


__ADS_3

Tidak terasa, aku bekerja di Rumah Makan Cabang Sudah berjalan 3 bulan. Aku semakin akrab dengan teman teman baruku. Hanya saja Laras sepertinya tidak menyukaiku. Apa yang aku lakukan selalu salah di depannya. Padahal aku tak pernah tau dimana letak kesalahanku dan kesalah apa yang ku perbuat.


"Ah udah biasa dia mah gitu orangnya, biarin aja gak usah diladenin." kata Agus


"Yaudahlah. Aku juga gak ladenin kok". katamu sambil tersenyum


Aku tetap bersikap biasa kepadanya, meski di dalam hatiku mungkin ingin sekali memakinya.


Hari hari telah berlalu, tak sengaja aku melihat seseorang yang sangat aku kenal. Seseorang yang pernah jadi bagian dalam hidupku. Rudi. Dia juga yang pernah menghancurkan sebagian waktuku. Aku pura pura tak melihatnya. Tapi ternyata dia melihatku dan menghampiriku.


"Vina?" sapanya


Aku terkejut mendengar suaranya, suara seseorang yang aku kenal.


"Rudi." kataku terkejut


"Lama tidak bertemu. bagaimana kabar kamu? baik kan?" tanyanya

__ADS_1


"alhamdulillah aku baik kok." kataku sambil terpaksa tersenyum.


"ehm kamu bekerja disini?" tanyanya lagi.


"Iya baru bulan aku pindah kesini dari Cabang 1." jelasku


"aku senang bertemu sama kamu. Aku agak lama gak kesini, kesini lagi bisa ketemu sama kamu." kata Rudi


"ohh.. ya udah ya aku lanjut kerja dulu. Kamu mau pesan apa?" tanyaku


"Aku udah pesan kok tadi". jelasnya


Setelah hari itu, Rudi jadi lebih sering datang dan mengajakku ngobrol. tapi anehnya dia gak pernah tanya tentang siapa orang yang dekat aku sat ini. Dia hanya bersikap biasa seperti dia mengakui bahwa dirinya yang bersalah. Aku semakin tak mengerti dengan sikapnya yang tak pernah berubah dari dulu. Tidak bisa dipungkiri bahwa aku tetap merasa nyaman setiap kali ngobrol dengannya. Apa karna dia pernah jadi hal sulit untuk aku lupakan atau apalah. Aku tak tau apa rencana Tuhan kali ini? kenapa aku di pertemukan dengan dia lagi disaat aku sudah menyayangi orang lain.


Aku tak berani berterus terang kepada Adi tentang pertemuanku dengan Rudi. Aku takut Adi akan marah dan salah paham. Tapi setiap kali ku bertemu Rudi, aku merasa bersalah dengan Adi. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan? Ada banyak hal yang aku takutkan.


Suatu hari, Rudi mengajakku bertemu. Dia ingin membicarakn sesuatu. Awalnya aku tak mau tapi karena dia memohon, aku akhirnya mengiyakannya. Perasaan takut mulai menyelimutiku.

__ADS_1


"Kamu mau ngomong apa?" tanyaku


"Aku mau minta maaf sama kamu karna perlakuanku dulu sama kamu. karna sudah ninggalin kamu begitu saja. Bukan maksud aku pergi tanpa kabar." jelas Rudi


"Iya gpp." kataku


"kamu gak marah?" tanyanya


"dulu awalnya aku marah, tapi sekarang aku udah fak punya waktu marah sama kamu." kataku agak sadis.


"maafin aku vin." dia terus memohon


"iya gpp. aku udah lupain semua kok. udah gak aku inget inget lagi." kataku


"kita masih bisa temenan kan?" tanyanya


"iya masih kok." kataku

__ADS_1


Kami mulai berteman lagi. setiap hari dia mendatangiku ketempat kerjaku. Kamu sering mengobrol. Disaat kami lagi asyik ngobrol, aku melihat Laras seperti mempunyai dendam kepadaku. aku makin bingung, kesalahan apalagi yang aku perbuat kepadanya. Dan aku baru tau dari Rio ternyata Laras sudah lama menyukai Rudi. Aku semakin bingung apa yang harus aku lakukan.


__ADS_2