
Semenjak waktu itu aku merasa sangat bahagia, dan kebahagian seperti apa yang aku rasakan tak mampu aku ungkapkan dengan kata kata. Aku mempunyai Kekasih yang menyayangiku ,dan mempunyai sahabat yang paling mengerti aku. Aku , Adi dan Rudi menjadi sangat akrab. Tak ada salah paham lagi di antara kami bertiga. Rudi mengerti bahwa aku sangat menyayangi Adi, dan Adipun mengerti bahwa aku membutuhkan Rudi.
Saking akrabnya, sampai sampai kami membuat grub chat yang anggotanya hanya cukup kami bertiga. Tidak ada rahasia rahasiaan lagi di antara kami. Disetiap waktu senggang kami meluangkan saling sapa melalui chat. Karna memang jarak aku dan Rudi lumayan jauh dengan Adi.
Suatu hari kami merencanakan untuk libur bersama dan maen bersama. Karena mereka berdua tau tempat favorit aku, Adi dan Rudi memilih pergi ke pantai.
"woeyy... Sepi amat ini grub.. ?" chat Rudi mengawali chattingan kami di grub.
Dari dulu Rudi memang di kenal sebagai orang yang kocak dan mudah bergaul.
"Gimana gak sepi, isinya aja cuma 3 orang." Kirimku membalas chat Rudi.
"Ya udah besok aku masukin orang satu kampung biar ramai." Canda Rudi.
"Kenapa gak sekalian satu kelurahan atau satu kecamatan, biar ramai sekalian. Satu kampung nanggung oeee." Balas Adi
"Ahh udah ada kalian berdua aja ramainya udah ngelebihi orang satu kecamatan. hahahah." Balasku
"Aku mau curhat nih." Tulis Rudi Mengalihkan pembahasan.
"Curhat?? Emang situ punya pacar? HAhaha." Ejekku
__ADS_1
"Emangnya yang boleh curhat cuma yang punya pacar. Jomblo juga boleh kaleee." Tulis Rudi
"Curhat apa?" Tanya Adi
"Aku tuh gak tau kenapa tiba tiba pingin refreshing tapi kok gak ada yang ngajak gitu." Terang Rudi
"Makanya punya pacar biar bisa diajak refreshing. hahaha." Godaku lagi
"Harusnya tu ada yang peka setelah dengar ini tuh langsung ngajak maen. " Kata Rudi yang mengarah pada kepekaan aku dan Adi.
"Kamu ngarep aku dan Adi peka? Jangan mimpi,Hahahah." Aku tetap menggodanya.
"Ayokk.. Kapan kita pergi bersama bertiga?" Tanya Adi tanda menyetujui Rudi.
"Hahahaha aku kena lagi.. Huuuu. Ya udah kalian mau kemana? Aku ngikut aja." Tulisku bertanya kepada mereka berdua.
"Pantai aja gimana? Kan ada tuh orang yang paling nyebelin seneng banget ama bau amisnya pantai." Ajak Rudi tetap menyindirku.
"Oke aku setuju. Aku juga tau kalau orang super rese itu suka pantai." Lanjut Adi menyetujui
"Tunggu.. Tunggu.. Ini yang di maksud akoh?" Tanyaku
__ADS_1
"Kita gak bicarain kamu loh. Tapi kalau ngerasa ya alhamdulillah. Aku gak perlu jelasin lagi" Kata Rudi
"Kamu? huhh." Kataku agak kesal dengan Rudi dan Adi
"Kapan nih baiknya kita on the way?" Tanya Adi
"Yaa.. Kira kira kapan kita bisa libur bareng. Tinggal agendakan acara." Kata Rudi
"Bulan depan aja gimana?" Usul Adi
"Oke aku setuju. Kamu gimana Vin?" Tanya Rudi
"Aku ngikut aja." Kataku masih sedikit kesal.
Malam itu kami bertiga membahas kapan dan kemana kita akan berlibur. Sudah di agendakan kami akan pergi ke pantai bulan depan. Tidak terasa malam semakin larut mataku sudah tak kuat lagi. Aku berpamitan untuk tidur.
Keesokan harinya kami bertiga bekerja seperti biasa di tempat kerja masing masing karena memang tempat kerja kami bertiga berbeda. paling jauh jaraknya Adi, karena memang dia bekerja di daerah berbeda. Setiap ada waktu senggang seperti jam istirahat makan siang kita saling sapa dan saling mengingatkan untuk makan. Perhatian kami yang menjadikan kami bertiga sekarang begitu akrab. Meski jarang bertemu dan berkumpul bertiga, tapi tak mempengaruhi keakraban kami.
Rudi yang sering hadir lebih dulu menyapa di chat. Karena dia yang mempunyai banyak waktu senggang. Berbeda dengan aku dan Adi, karena terkadang di jam istirahat kita masih sibuk melayani pelanggan.
Setiap malam kami bertiga selalu chattingan di grub agar semakin akrab kata Rudi. Aku hanya mengiyakan tanpa komentar yang lain. Aku yang sering kesel dengan mereka berdua karena aku yang sering kena bully'an mereka berdua. Sering kali aku kabur dari chat karena sering kesel kena bully.
__ADS_1
Tapi aku bahagia dengan adanya mereka, karena aku bisa tersenyum meski aku yang slalu kena perangkap mereka berdua. Terkadang aku merasa kalau Adi lebih cocok sama Rudi daripada sama aku. Karena justru mereka berdua yang kompak dan terkadang sehati. Terkadang aku bingung sendiri. Dan bersyukurnya aku Rudi itu cowok coba kalau cewek mungkin aku sudah salah paham kepada mereka berdua. Haha
Hari Hari berlalu begitu cepat. Bulanpun berganti. Besok adalah waktu yang sudah kami agendakan untuk pergi berlibur bersama. Kami sudah tak sabar untuk itu, karena itu pertama kalinya kami pergi bertiga.