
Setelah sekian lama apa yang menjadi impianku dan Adi tercapai. Akhirnya Aku dan Adi bisa membeli rumah baru walau sederhana tapi sudah bisa menampung keluarga kecil kami. Dan Bapak mertuakupun akhirnya menyetujui aku dan Adi tinggal dirumah yang berbeda. Sebenarnya aku tak tega meninggalkan Bapak mertuaku dirumah sendiri tapi mau bagaimana lagi, sudah menjadi impian sebelum menikah kalau aku dan Adi harus membangun keluarha kecil sendiri. Lagian setelah beberapa tahun Ibu mertuaku meninggal, kini Bapak sudah menikah lagi. Terima nggak terima harus merestui karena kasihan juga kalau Bapak harus tinggal sendirian tidak ada yang mengurusnya. Istri Bapak yang sekarang juga baik.
"Kalian mau mulai pindahan kapan?" Tanya Bapak saat kami sedang makan malam bersama.
"Mungkin besok minggu Pak, pas aku libur." Jawab Adi.
"Oh! Kalau sudah dirumah baru, jangan lupa sering sering datang berkunjung. Aku mungkin nggak kangen sama kalian, tapi aku pasti kangen sama cucu Bapak." Canda Bapak.
Kami hanya tertawa mendengar candaan Bapak mertuaku.
"Apa kalian nggak berencana buatin Celine teman?" Tanya Bapak mertuaku.
Pertanyaan Bapak mertuaku seakan membuat jantungku berhenti berdetak dan darah berhenti mengalir. Aku dan Adi hanya saling pandang. Adi tersenyum licik melihatku, dan meninggikan alisnya. Aku hanya nyengir melihatnya. Setelah risi dengan tatapan liciknya, aku memalingkan wajahku dan fokus meneruskan makanku.
"Aku kemarin juga udah rencana begitu Pak. Tapj Vina menolaknya." Jawab Adi melirikku dengan liciknya.
Aku yang mendengar Jawaban Adi, menghentikan kunyahanku dn tersedak..
Uhuk uhuk.. Aku mengambil segelas air minum dan meminumnya. Adi semakin puas tertawa. Aku menatap tajam Adi.
"Kasihan loh Celine kalau tidak punya teman. Sebaiknya kalian segera buatin dia teman." Usul Bapak lagi.
"Bapak, sebaiknya kita selesaikanmakannya dulu. Gak baik loh makan sambil ngobrol." Kataku terus terang agar Bapak berhenti bicara yang menurutku itu omong kosong.
Semua tertawa mendengar ucapanku. Dan menganggap itu lucu. Karena mereka tahu bahwa aku sedang dipermalukan saat ini.
Setelah makan, aku kembali kekamar untuk menidurkan Celine karena hari sudah malam.
"Aku kekamar dulu ya Pak Bu, mau nidurin Celine dulu." Pamitku.
"Iya. Jangan lupa untuk segera buatin Celine tan." Usul Bapak untuk menggodaku.
Aku yang mendengat pertanyaan itu lagi, tak menjawab. Hanya berbalik dan pergi menuju kamar. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara seseorang membuka pinti kamarku, ternyata itu Adi.
"Kok sudah masuk kamar. Memangnya sudah tidak ngobrol lagi sama Bapak dan Ibu?" Tanyaku.
"Apa kamu tidak mendengat usulan Bapak tadi?" Tanya Adi menggodaku.
"Tauk ahh.. Aku capek mau tidur. Besok mau beresin barang barang untuk pindahan." Jawabku.
Aku memejamkan mata untuk menghindari Adi menyerangku. Adi ikut berbaring disampingku dan memelukku.
Keesokan harinya, Adi memutuskan untuk mengambil cuti kerja 3 hari biar bisa membantuku beberes untuk pindahan besok. Aku dan Adi membereskan barang barang yang akab dibawa pindahan.
__ADS_1
Setelah seharian penuh beberes, akhirnya semua selesai. Aku dan Adi istirahat lebih awal karena besok harus mulai pindahan.
Hari minggu pagi, aku da Adi mulai pindahan dibantu oleh Ibu mertuaku yang baru. Rumah baruku dan Adi terletak agak jauh dari rumah Bapak saat ini jadi harus menggunakan ttuk untuk mengangkutnya.
Setelah sampai dan semua barang sydah dipindahkan, aku dan Adi mulai menata ulang rumah baru kami. Celine sengaja masih aku titipkan kepada Ibu mertuaku agar aku bisa leluasa membereskan rumah.
Sorepun tiba, dan akhirnya semua selesai dibereskan. Aku dan Adi mandi, lalu beristirahat.
"Kamu telepon Ibu gih, bilang kalau kita ambil Celine besok aja. Aku capek banget lagian ini sudah hampir malam." Suruhku kepada Adi.
"Oke oke! Berarti ini bulan madu kedua kita?" Goda Adi.
"Apaan sih? Bisa nggak sih kamu sekali saja nggak berpikiran mesum?" Kataku jengkel.
"Ya nggak papa. Mesum sama istri sendiri juga." Jawab Adi dengan mata menggoda.
Aku hanya diam tak menjawabnya.
"Malam ini bisa main sepuasnya." Goda Adi lagi.
"Dasar! Aku capek mau tidur." Kataku memalingkan wajahku dan beristirahat.
Adi memelukku dan ikut beristirahat karena rasa lelah.
Seperti yang direncanakan, malam ini adalah malam bulan madu kedua aku dan Adi.
"Kok pagi pagi sekali jemputnya?" Tanya Ibu sambung Adi.
"Iya Bu, kalau agak siangan panas. Kasihan Celine." Jawabku.
"Kami pamit dulu ya Bu! Mau nyelesein berea beres rumah lagi soalnya." Pamit Adi.
"Iya! Kalian hati hati. Maaf belum bisa kesana, sialnya Bapak klian belum libur kerjanya." Kata Ibu mertuaku itu.
"Iya tidak apa apa. Kami juga masih beberes. Kesana kalau semua sudah selesai saja. Kami pamit dulu Bu." Pamitku.
Setelah sampai dirumah, aku menyuruh Adi mengajak si kecil bermain. Sedangkan aku menata baju dan memasukkannya kedalam lemari.
"Sayang butuh bantuan tidak?" Tanya Adi.
"Udah tidak usah. Kamu ajak Celine mainan saja itu sudah sangat membantu." Jawabku.
Karena jika tidak ada yang mengajak Celine bermain, pasti aku akan sangat repot dan tak bisa menyelesaikan pekerjaanku dengan segera.
__ADS_1
"Sayang Kamu makan dulu sekalian suapin Celine makan ya." Suruhku kepada Adi agar segera Sarapan.
"Iya." Jawab Adi.
Akhirnya selesai sudah tugasku. Aku mandi kemudian beristirahat.
"Haaaa! akhirnya aku bisa bersantai juga." Kataku merasa lega.
"Mau aku pijitin?" Tanya Adi.
"Mau deh. Tapi jngan nakal ya!" Kataku memeperingatkan Adi.
"Iya. Aku juga nggak akan menyerang orang capek tenang saja." Jawab Adi.
"Oke." Kataku dan mengambil posisi duduk membelakanginya.
"Ini kamu ajak Celine." Kata Adi menyerahkan Celine kepadaku.
Adi mulai memijat bahuku. Rasanya enak sekali. Adi terus memijat atea bahu kebawah.
"Enak nggak sayang pijitanku?" Tanya Adi.
"Lumayan juga." Jawabku.
"Enak mana sama seranganku?" Tanya Adi menggodaku lagi.
Adi selalu menggodaku dengan pukiran mesumnya disetiap dia mempunyai kesempatan melakukannya. Aku hanya diam tak menjawabnya.
"Enak mana?" Tanya Adi lagi karena ku tak menjawab pertanyaan sebelumnya.
"Nggak mau jawab. Kamu selalu saja menggodaku setiap kali ada kesempatan." Jawabku.
"Lah! Kan aku cuma tanya." Kata Adi tertawa.
"Aku nggak akan jawab." Kataku.
"Berarti enak seranganku ya. Aku tau, kamu nggak mau jawab karena kamu malu. Iya kan?" Kata Adi terus menggodaku.
"Tauk ahh! Kamu lanjutin aja pijatan kamu." Kataku.
"Nanti setelah pijatan langsung diservice ya." Kata Adi.
"Enggak! Aku mau tidur capek. Mau istirahat. Kemarin aja aku capek capek kamu serang. Sekarang aky mau istirahat." Kataku yakin.
__ADS_1
"Ya sudah deh. Pasrah." Ucap Adi.
Setelah dipijit oleh Adi, rasa capekku sedikit berkurang. Dan aku pergi beristirahat. Dan karena Celine belum mau tidur, jadi dia aku pasrahkan ke Adi untuk menjaganya. Adipun menyetujuinya. Karena dia sangat mengerti bahwa aku sangat kelelahan hari ini.