
Semenjak mendengar cerita dari Laras, sifat Adi mulai berubah tak seperti dulu. Setiap aku tanya dia kenapa? Jawabannya selalu sama "aku tidak apa apa". Semakin lama sikapnya semakin membuat aku tak mengerti apa dan dimana letak kesalahanku padanya. Tapi dia tetap diam tak mau menjelaskan apa yang membuatnya berubah. Semakin hari aku semakin jauh dengannya.
Aku tak menginginkan semua seperti ini. Dia mulai tak mau mengerti aku, mulai tak memperdulikanku lagi. Aku merasakan sakit untuk yang kedua kalinya. Mulai ditinggalkan tanpa tahu kesalahan apa yang telah aku lakukan. Berulang kali aku meminta penjelasan darinya tapi dia tetap tak mau memberitahuku apa yang terjadi. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan, dan aku hanya bisa menangis. Hingga suatu hari disaat aku ingin ada seseorang yang mengerti Rudi datang menghampiriku dan mencoba menenangkan aku. Aku tak bisa menolak karena memang pada saat itu aku butuh sandaran seseorang. Rudi hanya mendengarkan ceritaku tanpa berkomentar apapun.
"kamu kenapa? cerita sama aku." tanya Rudi
"Kenapa aku slalu seperti ini? di tinggalkan tanpa tahu kesalahan apa yang sudah aku perbuat. Aku merasa aku tak melakukan kesalahan apapun, tapi kenapa aku yang di sakiti? Aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan". jelasku sambil menangis.
Rudi hanya diam tak berkomentar apapun. Tapi dari tatapannya dia bisa mengerti penderitaanku. Dia hanya memegang kepalaku dan mengarahkannya ke bahunya.
"Aku harus bagaimana? Aku mencintainya. Sebelumnya dia yang slalu mengerti aku, meyakinkanku agar tetap kuat dan berjanji akan selalu berada disampingku, menemaniku apapun yang terjadi." lanjutku terus menangis.
"Sebaiknya kamu menemui dia dan jelaskan apa yang ingin dia dengar darimu." kata Rudi
Tanpa sepengetahuanku dan Rudi, Laras memfoto kedekatan kami berdua. Dan mengirimkan foto itu kepada Adi. Aku tau kalau selama ini Laras yang memata mataiku dan mencoba menghancurkan kebahagiaanku. Adi sangat marah ketika mengetahui hal itu. Dan langsung mengakhiri hubungan kamu berdua melalui telepon. Hati aku semakin hancur mendengar apa yang baru saja dia katakan. Mengakhiri semua tanpa mau mendengarkan semua penjelasanku sedikitpun. Aku semakin merasa kacau pada saat itu.
__ADS_1
Malam terasa sunyi, butuh dukungan dari seseorang. Ingin mencurahkan segala beban yang aku rasakan tapi tak ada orang yang mau mendengar. Satu satunya orang yang paling mengerti aku sekarang menjadi orang yang tak mau tau tentang aku. Aku ingin pulang dan menangis dipelukan Ibu.
Keesokan harinya aku mengambil cuti dan pulang untuk menemui dan meminta penjelasan dari Adi. Di jam makan siang aku menemuinya.
"Adi, aku mau ngomong sama kamu." kataku
"Apa lagi yang perlu kita omongin?" tanyanya sedikit sadis
"kamu tidak salah apa apa. mungkin aku saja yang belum bisa membahagiakanmu." jelas Adi
"Siapa bilang aku tak bahagia bersamamu? Aku sangat bahagia bersamamu dan aku bersyukur akan hal itu." kataku menjelaskan
"Kalau kamu bahagia sama aku tak mungkin kamu melakukan hal dibelakangku." kata Adi yang membuatku semakin bingung
__ADS_1
"Apa maksud kamu? Aku tak tau apa yang kamu katakan." tanyaku
"Bukannya kamu sekarang sudah menemukan kebahagiaan yang kamu cari selama ini?" perkataan Adi ,membuatku semakin bingung.
"Apa maksud kamu yang sebenarnya? jelaskan padaku biar aku bisa terima." kataku meminta penjelasan.
"Siapa Rudi? Dan kenapa kamu tidak terus terang menjelaskan kepadaku kalau kamu bertemu dia?" sepontan aku kaget ternyata dia mengetahui tentang Rudi.
"Dia Rudi, sesorang yang pernah aku ceritain ke kamu dulu. Tapi demi apapun aku tak ada hubungan apa apa sama dia." jelasku
"Kamu fikir aku percaya?" katanya, lalu pergi meninggalkan aku.
Aku hanya bisa menangis ketika aku ingin menjelaskan tapi dia tak mau mendengarkan. Dia tak ingin tau alasan kenapa aku tak menceritakan pertemuanku dengan Rudi. Padahal hanya semata mata aku tak mau dia salah paham.
Aku sudah tak bisa menjelskan apa apa lagi karena dia sudah tak mau mengerti. Menjauh dariku adalah hal yang dia lakukan saat ini. Aku merindukan dia yang dulu. Dia tau bahwa aku sangat mencintainya dan bahagia bersamanya. Tapi dengan kesalahpahaman yang tak ingin dia dengar penjelasannya dia tega meninggalkan aku tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1