JODOHKU..

JODOHKU..
MENGENANG MASA LALU


__ADS_3

Suamiku menyuruhku untuk beberapa hari tinggal bersama orangtuaku. Aku sangat bahagia mendengar hal itu. Aku sangat merindukan orangtuaku. Sejak aku menikah, ini ertama kalinya aku berkunjung kerumah mereka.


"Aku berangkat kerja dulu ya. Besok aku kesini lagi kalau mau menjemput kamu." Kata suamiku


"Iya. Hati hati ya sayang." Kataku


"Iya." Jawabnya


"Pak, Bu saya berangkat kerja dulu ya. Saya nitip Vina biar disini beberapa hari." Kata Adi berpamitan kepada kedua orangtuaku yang sekarang menjadi mertuanya.


"Iya nak. Kamu tenang saja. kamu hati hati kerjanya." Kata bapakku kepada Adi


Setelah melihat kepergian suamiku untuk bekerja, aku membantu ibu membereskan rumah. Aku merasa kasihan kepada kedua orangtuaku yang sudah tua tapi harus mengurus apa apa sendiri. Tapi mau bagaimana lagi, sekarang aku sudah bersuami dan aku harus ikut suamiku. Orangtuakupun sudah menyetujuinya karena sudah sepantasnya seorang istri mengikuti suaminya.


"Ibu, aku bantu ya beresin rumah." Kataku


"Udah tidak usah. Kamu istirahat saja." Kata ibuku


"Gak apa apa bu." Kataku.


Setelah selesai semua, aku pergi mandi. Setelah itu menyiapkan makan siang untuk orangtuaku. Kami makan bersama. Sudah begitu lama aku tak merasakan kehangatan makan bersama mereka.


Setelah makan kami beristirahat tidur. Ibu membangunkanku, katanya ada temanku yang datang berkunjung. "Teman? Siapa?" tanyaku dalam hati..


"Nak itu kamu dicari temanmu didepan. Bangun." Ibu membangunkanku dengan lembut.

__ADS_1


"Siapa bu?" Tanyaku


"Gak tau. Tapi katanya dia temanmu sejak sekolah." Jawab ibuku


Aku beranjak dari tempat tirdurku. Kekamar mandi cuci muka dan menemuinya. Ternyata Rudi..


"Kamu.. Darimana kamu tau aku ada dirumah orangtuaku?" Tanyaku yang penasaran kenapa rudi bisa tau aku dirumah orangtuaku.


"Tadi aku telepon suamimu bilang kalau aku ada dirumah. Trus dia bilang kalau kamu juga ada disini. Trus dia nyuruh aku sesekali datang. Ya sudah ku datang karena aku juga gak ada kerjaan dirumah." Jawab rudi sambil tersenyum.


"Oh gitu. Sebentar ya aku buatin kamu minum. Kamu mau minum apa?" Tanyaku


" Terserah yang buatin aja.. Seikhlasnya." Jawab Rudi


Aku pergi membuatkan dia minum.


"Iya terimakasih. kamu gak ajak aku jalan jalan?" Tanya Rudi


"Mau jalan jalan kemana?" Tanyaku


"Kemana aja deh. Lama gak jalan jalan disini ku." Katanya


"Ya udah ayo." Ajakku.


Aku dan Rudi jalan jalan mengelilingi desa. Melihat anak anak yang bermain dengan asyikmya. Menikmati suasana desa pada sore hari. Semua belum berubah dan terasa nyaman.

__ADS_1


Semua meningatkan aku pada masa aku masih sekolah, sering kali berjalan jalan menelusuri desa disetiap hari libur, bermain bersama dan berkumpul bercanda tawa. Sekarang semua sudah menjadi kenangan yang tak akan bisa terulang.


Banyak hal yang aku rindukan tentang kampung halamanku. Bersama rudi aku mengenang semuanya. Berjalan jalan seperti yang aku lakukan dulu.


"Suasana dikampung halaman memang tidak ada duanya." Kataku


"Iya ya. Tidak ada yang berubah." Sahutnya.


"Dulu ku kira semua akab berubah seiring berjalannya waktu tapi ternyata suasana yang aku rasakan tetap sama seperti dulu." Kataku


"Hanya saja sekarang tak banyak anak anak yang bermain seperti kita dulu. sekarang mereka lebih memilih sibuk dengan gedget daripada bermain kumpul bersama." Kata Rudi


"Ya namanya perkembangan jaman bang." Sahutku


"Udah sore, pulang yuk." Ajakku karena hari sudah sore


Aku dan Rudi pulang kerumahku. Setelah sampai dirumahku, Rudi pamit pulang.


"Aku langsung pulang ya. Udah sore. besok aku kesini lagi." Pamit Rudi


"Iya. Hati hati ya.. Memang kamu berapa hari dirumah?" Tanyaku


"Aku ijin kerja satu minggu. Capek jarang libur." Jawabnya


"Ya sudah hati hati." Kataku.

__ADS_1


Rudi sudah pulang, dan aku merasa senang karena aku disini ada teman yang sangat dekat denganku. Jadi aku tak akan bosan. Karena aku juga tidak tahu kapan suamiku akan menjemputku. Katanya aku disuruh puas puasin disini agar rinduku terobati kepada kedua orangtuaku.


__ADS_2