
Satu minggu setelah Adi melamarku secara pribadi, dia meminta orang tuanya menemui orang tuaku dan membahas tentang aku dan Adi untuk kedepannya. Setelah pulang dari bekerja Adi istirahat sejenak dan segera mandi. Setelah mandi, Adi menemui orang tuanya sebelum mereka makan malam. Dia ingin bicara tentang hubungannya dengan Vina.
"Pak, Bu, Adi mau bilang sesuatu sama Ibu dan Bapak." Kata Adi mengajak orangtuanya duduk di ruang keluarga.
"Mau bilang apa Nak?" Tanya Bapak Adi.
"Adi sama Vina kan sudah pacaran lama, dan kami sudah minta restu Ibu dan Bapak sejak lama. Dan kemarin Adi melamar Vina secara pribadi dan dia menerimanya. Adi ingin Ibu dan Bapak datang menemui orang tua Vina untuk membahas bagaimana kami kedepannya." Pinta Adi kepada kedua orang tuanya dengan nada lembut dan serius.
"Kamu sudah bener bener yakin dengan Vina?" Tanya Ibu Adi
"Iya Bu, Adi sudah sangat yakin dengan Vina." Jawab Adi
"Ternyata anak kita sudah benar benar dewasa sekarang pak. Sudah berani melamar." Kata Ibu Adi kepada suaminya sembari tersenyum dan melirik Adi.
Adi hanya melihat orang tuanya dengan tersenyum.
"Ya sudah. Bapak juga setuju dengan hubunganmu sama Vina. Vina sepertinya wanita yang baik. Kamu ingin Bapak dan Ibu ke rumah Vina kapan?" Tanya Bapak Adi
"Kira kira Bapak Dan Ibu bisanya kapan? Kalau soal kapan Adi ngikut aja sama Bapak dan Ibu. Yang penting bagi Adi, Adi udah Bilang keinginan Adi ini kepada Bapak dan Ibu." Jelas Adi
"Bagaimana Pak? Bapak libur kerja hanya pas tanggal merah dan hari minggu saja." Tanya Ibu Adi.
Bapak Adi bekerja di sebuah pabrik tekstil. Jadi hari liburnya hanya di tanggal dan hari minggu saja. Jadi Bapak Adi tak bisa mengambil cuti di hari kerja.
__ADS_1
"Karena Bapak liburnya cuma di hari libur bagaimana kalau besok minggu?" Usul Bapak Adi
"Ya sudah nanti Adi bilang ke Vina kalau besok minggu aku, Bapak dan Ibu mau datang ke rumahnya. Terima kasih ya Pak, Bu." Kata Adi sambil tersenyum lega.
"Bu, Bapak laper." Kata Bapak Adi sambil tersenyum manja kepada istrinya.
"Ya sudah ayo makan dulu. Ibu akan siapkan makan malamnya. Tunggu di meja makan ya." Pinta Ibu Adi
Adi dan bapaknya beranjak ke ruang makan dan menunggu makanan datang, sedangkan Ibu Adi beranjak ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk suami dan anaknya.
Setelah makan malam selesai, Adi pamit ke kamar dan meneleponku untuk mengabariku kabar yang bahagia ini.
(Panggilan Masuk "My Sunshine") Aku mengangkatnya.
"Hallo, Kamu lagi apa? Udah makan?" Tanya Adi kepadaku. Suaranya terdengar seperti dia sedang bahagia. Dan suara itu yang selalu membuatku nyaman.
"Lagi gak ngapa ngapain ini. Bingung mau ngapain. (Hehehe) Aku udah makan tadi. Kamu lagi apa? Kamu udah makan juga?" Aku balik bertanya pada Adi.
"Aku baru aja selesai makan, dan langsung nelepon kamu karena ada kabar bahagia buat kita." Kata Adi membuatku penasaran
"Kabar apa?" Tanya aku sangat penasaran dengan kabar bahagia itu.
"Kepo ihi kamu. Kalau soal kabar bahagia langsung kepo mau tau." Goda Adi
__ADS_1
"Ahh kamu. Lama lama ketularan Rudi. Apaan kabar bahagianya?" Tanyaku dengan kesal karena semakin penasaran.
"(Hahaha) Aku tadi bilang sama orang tua aku kalau aku sudah melamar kamu secara pribadi kemarin. Dan tadi aku minta mereka datang ke rumah kamu untuk menemui orang tua kamu. Aku dan orang tua aku, akan ke rumah kamu besok minggu." Terang Adi menjelaskan tentang kabar bahagianya
"Yang bener kamu? Gak bohong?" Tanyaku semakin penasaran dan merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa.
"Iya beneran, makanya kamu bilang ke orang tua kamu kalau aku dan orang tuaku besok hari minggu mau datang." Kata Adi
Aku semakin tak percaya, kejutan apa lagi ini. Yang jelas ini membuatku merasakan kebahagiaan yang tak bisa aku jelaskan dengan bahasa manapun.
"Kalau gitu aku bilang dulu ke orang tua aku." Kataku
'Ya udah, keburu mereka tidur. Aku juga mau istirahat dulu, capek tadi habis kerja. Kamu juga segera istirahat. Selamat malam sayang." Adi berpamitan untuk istirahat.
"Malam juga Sayang." Aku menjawab sapaan Adi dan mematikan teleponnya.
Aku hanya tersenyum dan hampir tak percaya dengan apa yang aku dengar barusan. Sungguh di ulang tahunku tahun ini aku mendapat kado yang sangat luar biasa. Sungguh sesuatu yang sangat mengejutkanku. Kabahagiaan yang tiada tara.
Setelah mematikan telepon dari Adi, aku segera menelepon orang tuaku untuk mengabari kabar bahagia ini. Takut keburu mereka tidur. Mendengar hal ini orang tuakupun merasa sangat bahagia dan senan. Akhirnya apa yang mereka nantikan tiba juga. Melihat aku dan Adi bersama.
Aku tak tau rasa syukur seperti apa lagi yang harus aku panjatkan kepada Tuhan atas kemurahanNya kali ini dengan memberikan aku sesuatu yang membuatku sangat bahagia seperti saat ini. Satu persatu kebahagiaanku bertambah. Dan semakin membuat hidupku semakin lengkap dan sempurna. Aku bersyukur Tuhan mengirimkan seseorang seperti Adi untuk melengkapi hidupku.
Keesokan harinya, saat aku bertemu Rudi, aku memberi kabar bahagia ini kepadanya. Diapun turut bahagia atas kebahagiaan yang saat ini aku rasakan. Terlihat dari raut wajah Rudi saat ajku mengatakan kabar bahagia ini, dia terlihat ikut merasakan kebahagiaan yang aku rasakan. Aku hanya tersenyum melihat dia tersenyum kepadaku.
__ADS_1