
Pagi telah tiba, matahari bersinar cerah pagi ini. Aku terbangun dan bersiap siap untuk bekerja seperti biasa. Aku lebih bersemangat seperti aku masih bersama Adi. Entah apa yang aku mimpikan tadi malam, entah kebahagiaan apa yang telah aku dapatkan tapi yang pasti hari ini aku merasa lebih ceria dari biasanya.
Seperti biasa sebelum Rudi berangkat kerja dia slalu mampir ketempatku. Sekarang bukan hanya mengantar makanan untukku sarapan. Tapi juga mengantarku untuk berangkat kerja. Karena aku terlihat bahagia sepertinya mulutnya sudah gatal ingin menggodaku.
"Menang lotre ya neng? kok kelihatan bahagia gitu. Apa karna paginya melihat cowok ganteng kaya abang?" Godanya.
"Ih kecentilan banget jadi orang." Jawabku kesal padanya karena slalu saja menggodaku setiap kali ada kesempatan.
__ADS_1
"Hahaha manyun. Ya udah ayo berangkat daripada aku nanti kena semprot ni cewek." Katanya jelas mengejekku
Kami berangkat bekerja. Diperjalanan dia tetap saja menggodaku, menguji kesabaranku. Aku memilih tak menjawab godaannya. Sesampainya di tempat bekerja aku tersenyum lebar tak seperti biasanya.
"Kamu sehat Vin?" Tanya Agus. Mereka sama saja dengan Rudi, nyebelin.
Akupun heran dengan apa yang terjadi denganku. Yang aku rasakan hanya bahagia. Entah bahagia itu datang darimana hanya saja perasaanku lebih tenang setelah kemarin aku bertemu Adi dan mendengarkan penjelasannya. Apa mungki Adilah alasan kenapa aku sebahagia ini?
__ADS_1
Memang aku akui, aku sangat mencintainya hingga aku tak ingin kehilangannya. Dan setelah mendengar tentang semua yang dia inginkan aku sangat bahagia setelah aku melalui semua ini. Kehidupanku terasa berat tanpanya hingga hal bodoh yang aku lakukan saat itu, membuat aku menyadari bahwa memang aku tak mampu tanpanya. Aku sudah terlalu jauh mencintainya sampai akupun tak bisa hidup jika bukan karenanya.
Dia alasanku bertahan. Dia alasanku untuk tersenyum dan bahagia. Seperti inilah cinta yang aku miliki saat ini. Bukan tentang siapa dia, tapi ini tentang siapa aku saat bersamanya. Mungkin dia bukan apa apa bagi orang lain, tapi dia segalanya bagiku. Dialah seseorang yang slalu membuatku merasa ada tanpa harus memperdulikan orang lain. Dia yang slalu memberiku semangat disaat aku lemah, menopangku disaat aku tak mampu berdiri, menjadi tongkat disaat aku tak bisa berjalan.
Manusia mempunyai cara sendiri sendiri untuk bahagia, dan menurutku bahagiaku yaa dengan mencintainya. Dia yang slalu mengertiku, hanya dia yang tahan dengan sifatku yang terkadang kekanak kanakan. Ini tentang dia, tentang bagaimana aku mencintai dia, sampai akhirnya takut untuk kehilangannya. Mencintai memang mudah, mungkin hanya butuh waktu beberapa detik saja untuk bisa mulai mencintai. Tapi disaat sudah mulai takut kehilangan, butuh waktu yang lama untuk melupakannya, atau mungkin sampai selamanya tak mampu melupakan.
Mungkin bagi sebagian orang cinta itu hal yang konyol, bagi sebagian orang adalah hal yang mustahil. Tapi bagiku cinta itu adalah semangat yang bersumber dari kebahagiaan. Itulah yang aku rasakan saat aku mencintai Adi, bahagia.
__ADS_1
Mungkin bagi mereka aku gila, tapi bagiku inilah caraku mensyukuri cinta yang aku miliki. Karena ketika seseorang mampu bersyukur dengan cinta yang mereka miliki, mereka akan mampu menemukan kebahagiaan yang sebenarnya. Dan disaat aku mencintai Adi aku menemukan kebahagiaanku tersendiri yang mungkin tak semua orang bisa merasakannya. Aku bahagia ketika bersamanya.