
Aku Alsava Anindira danuar biasa di sapa Alsa ataupun Sava (22 tahun), Ya... Aku adalah wanita dengan mata bulat dengan manik mata hitam pekat, dengan rambut panjang sepinggang dan potongan rambut yang sesuai dengan wajahnya yang oval yang anggun sekaligus imut bila dipandang katanya, mahasiswi tingkat akhir disalah satu universitas Xx di kota Jakarta.
Kehidupan ku sama sebagaimana para mahasiswi menjalani kuliah, berteman dengan teman-teman dan sahabat-sahabatnya tentunya, ah bisa dibilang sebagai mahasiswi tingkat akhir yang sudah dikatakan tua karena tingkatannya
Lucunya,,, padahal sepertinya baru kemarin dia masuk universitas sebagai mahasiswi baru dan sekarang dia harus disibukkan dengan tugas akhir sebagai mahasiswa yang notabenenya tingkatan terakhir. Yahh, jangan lupakan saat kita menjalani hidup ini akan ada suka maupun duka, ada susah maupun senang ada hari baik dan hari kurang baik. Dan itu berlaku untuk
Brukk
'Hari ini'
"Akkk hidung ku" pekik ku lirih saat merasakan tubuh ku menabrak seseorang ah tidak lebih tepat nya di tabrak dengan cukup keras mengenai pangkal hidungku
Kudongakkan wajah ku sambil mengelus hidungku yang terasa sakit untuk melihat siapa yang telah menabrakku ah hidungku
'Tampan' gumamku dalam hati
"Maaf" ucapnya santai lalu melenggang pergi meninggalkan gadis yang baru saja ditabraknya
'Maaf katanya!' gumam ku dalam hati, aku benar-benar tak bisa berkata-kata lagi dengan apa yang terjadi saat ini. Seketika aku merasa kesal dengan kondisiku, senyum langsung tersungging dibibirku dan
Bugh
__ADS_1
'Yess binggo tepat sasaran' ucapku senang setelah ku lempar botol air mineral yang beberapa saat lalu ku pegang
"Maaf" kataku sesaat setelah orang yang ku lempar tadi lebih tepat nya orang yang menabrakku menoleh ke arah ku, ku langkahkan kaki ku meninggalkan pria itu saat kulihat raut wajahnya yang tak bersahabat, kulihat dia begitu kesakitan, baru beberapa langkah kurasakan tangan ku dicekal oleh seseorang
"Hei Nona" kata pria yang sekarang mencekal tangan ku, bukan bermaksud menyapa tapi ada kilatan marah yang menghiasi matanya saat ini
'uhh masalah' gumamku dalam hati
"Apa kau tahu berapa harga pakaian dan waktu yang kugunakan saat ini" sambungnya lagi
Aku masih tak merespon apa maksud yang di ucapkan pria asing di depan ku
"Dan,, apa kau tidak diajarkan sikap sopan santun oleh orang tua mu?" tegas nya
"Huhh, dan apa anda juga tahu tuan berapa harga pakaian dan waktu yang kugunakan saat ini?" Ucapku kembali menanyakan hal yang sama, pria ini semakin menajamkan alis nya hingga sejajar bak garis lurus
"Jangan bertanya jika kita sama-sama tak tahu jawabannya tuan!!" kata ku sinis
"dan mengenai sopan santun, emm aku hanya mengikuti apa yang kau lakukan padaku tuan!" jawabku malas
Kulihat pria ini mengerutkan kening nya tanda tak paham
__ADS_1
"Apa maksud mu Nona?" tanya nya dengan ekspresi datarnya
"Huh, apa anda tidak ingat dengan apa yang anda perbuat beberapa saat yang lalu tuan, anda menabrakku" jelasku dengan marah
"Aku sudah meminta maaf dan apa lagi yang kau permasalah kan Nona? harus nya aku yang mendapat kata maaf dari mu karena sudah melemparku dengan botol mineral itu" katanya dingin dengan menunjuk botol air mineral yang kulemparkan tadi
"dan itu, membuat baju ku basah Nona" pria itu menekankan ucapannya
'wahhh wahhh,,, aku tak percaya dengan apa yang diucapkan pria ini bukankah harus nya disini aku korban nya, aku yang seharusnya marah, kenapa jadi dia, hufth apa yang ada di dalam otak nya itu sih sebenarnya' batinku
"Hahhaha" tawaku pecah, pria itu mengerutkan dahi nya dengan tanggapan wanita yang ada didepannya saat ini
"Hhh, Aku sudah meminta maaf padamu juga tuan, dan mengenai bajumu yang basah, ayolah tuan ini hanya air putih yang tak berwarna dan akan kering secepatnya" kataku dengan menghela nafas panjang sambil menunjuk baju pria yang basah itu
"Tapi apa anda tidak melihat ulah perbuatan anda dengan minuman yang anda bawa saat ini, anda membuat baju ku basah sekaligus berubah warna sama dengan warna minuman yang ada ditangan anda sekarang dan anda hanya meminta maaf tanpa menunjukkan ekspresi rasa bersalah anda, dimana tanggung jawabmu itu tuan. Jadi apa aku harus meminta maaf lagi ha" ucapku marah
"Dan satu lagi, anda membuat berkas yang ku bawa juga berubah warna, 'haaahhhh 😱" aku membulatkan mata ku mengingat berkas yang kupegang saat ini, ah kenapa aku sampai lupa rutukku dalam hati.
Kulangkahkan kaki ku meninggalkan pria yang menatapku dengan bingung, ku abaikan panggilan yang terus memanggilku ah memanggil dengan nada marah maksudnya, aku keluar dari gedung apartemen menuju parkir untuk mengambil mobil ku, kulajukan mobilku keluar dari bangunan itu.
'kenapa bisa lupa sih, harusnya hari ini selesai, aghh, ini gara-gara pria gila itu,' Rutukku dalam hati sambil mengemudikan mobilku membelah jalanan kota
__ADS_1
Disisi lain pria itu menatap heran sekaligus marah pada wanita yang meninggalkan nya begitu saja padahal urusannya belum selesai.
"Sial" umpat pria itu lalu juga melenggang pergi dari gedung apartemen yang saat ini dia pijaki