Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Panggilan


__ADS_3

Alsava merebahkan tubuhnya dengan malas, kali ini Alsava pulang kerumah kedua orang tuanya, setelah beberapa kali perdebatan dengan keluarga besar nya pagi tadi, Alsava memilih mengalah dan ikut pulang bersama mereka semua


Mereka sampai di kediaman danuar sekitar jam 10 pagi setelah tadi mendapat macet panjang, sungguh melelahkan, biasanya perjalanan hanya satu sampai satu setengah jam tapi kali ini mencapai tiga jam baru sampai


Jika dihitung sudah empat hari Alva meninggalkan tanah air, tanpa disadari Alsava mulai merasa kesepian, bagaimana tidak, setiap harinya Alva akan menjemputnya untuk diantar ke cafe maupun kebutik atau mengajaknya keluar sekedar untuk berjalan-jalan mengelilingi padatnya kota jakarta


Hari-hari yang biasanya akan diganggu oleh Alva walaupun Alsava akan kesal dengan semua tingkah laku Alva, kini Alsava seperti merindukan gangguan itu, tak ada lagi yang mengganggunya seperti biasa, terlebih selama empat hari itu pula Alva yang biasanya tak pernah absen walaupun hanya menanyakan sedang apa dirinya


Namun kali ini sama sekali tak ada pesan maupun panggipan masuk di ponsel Alsava, sesibuk apakah Alva disana sampai dia sama sekali tak menghubunginya, Alsava mulai terlihat gelisah


Drrt Drrtt


Alsava kaget mendapati Ponsel nya berbunyi secara tiba-tiba, Alsava mengerutkan alisnya melihat siapa yang menelfon kali ini, Alva tertulis di layar ponsel Alsava, senyum tersungging disudut bibirnya, segera Alsava mengangkat telfon tersebut


"Halo Assalamu'alaikum" jawab Alsava mengucap salam


"Wa'alaikumsalam" jawab Alva


"Udah selesai acaranya?"


"Udah, kan kemarin acaranya bukan hari ini"


"Oh ya,! maaf nggak bisa ikut menghadiri"


"Nggak apa-apa"


"Lagi apa, udah makan"


"Lagi tiduran, mmm udah sih tadi pagi"


"Al" panggil Alsava


"Hm" Alva menjawab


"Gimana pekerjaan disana?" tanya Alsava


"Mmm, ada sedikit gangguan, tapi semuanya sudah aman terkendali"


"Hanya sedang dalam masa pengawasan" jawab Alva


"Syukurlah"


"Al" panggil Alva disebrang sana


"Hm"


"Aku rindu" ucap Alva tanpa malu


Alsava hanya tersenyum tersipu malu, sebenarnya dia juga ingin mengatakan kalau dia juga merindukannya, tapi rasanya malu hanya untuk menjawab itu semua


"Aku ingin segera pulang ke tanah air"


"Aku butuh banyak energi sekarang"


"Aku rindu"


"Sangat sangat rindu"

__ADS_1


"Aku ingin segera memelukmu"


"Arg, aku butuh energi sekarang" ucap Alva dengan manja


"Apa sih Al"


"Peluk aja kak Rae sana" jawab Alsava menahan tawanya


"Kak Rae?!" tanya Alva tak suka


"Hm"


"Kakak? sejak kapan kamu panggil dia Kakak hm" Alva semakin tak suka


"Udah lama, semenjak kita kenal, toh dia memang lebih tua dari aku kan" jawab Alsava dengan polosnya


"Sayang" geram Alva


"Apa" jawab Alsava bingung


"Kamu nggak pernah memanggilku dengan sebutan kakak"


"Tapi Rae, kamu memanggilnya dengan sebutan itu?" ucap Alva


"Alva sayang"


"Bukannya dari awal kamu yang nggak mau aku panggil kakak"


"Kamu sendiri kan yang bilang, sebutan kakak membuat kamu jadi tua"


"Siapa yang bilang gitu ha" tanya Alsava ngotot


"Al" panggil Alsava kemudian


"Hm"


"Selamat tidur" Ucap Alsava kemudian, tak ada jawaban disebrang sana


"Kamu nggak mau aku hubungi Al?" tanya Alva disebrang sana


"Apa sih" ucap Alsava


"Kamu marah karena aku pergi saat acara wisuda kamu hmm?" tanya Alva lagi dengan nada melembut


"Aku nggak marah Al"


"Udah buruan tidur"


"Tapi kamu seolah mengusir ku Al sayang" ucap Alva menolak permintaan Alsava


"Aku nggak mengusir kamu Al"


"Oke disini masih siang"


"Tapi bukannya di tempat mu sekarang tengah malam ha" tanya Alsava


"Mmmm.... Ya" Alva menjawab

__ADS_1


"Oke, jadi sekarang tidur, udah malam, kamu pasti capek kerja seharian"


"Tapi aku masih rindu Al"


"Selamat malam, Selamat tidur"


"Assalamu'alaikum" Alsava segera mematikan sambungan telfonnya, sebenarnya dia juga merindukan Alva, tapi Alsava tak mau egois dengan membiarkan Alva mengantuk esok hari menurut jam Alva


****


Drrtt Drrt


"Halo" terdengar suara parau seperti bangun tidur


"Selamat pagi" salam ceria dari sebrang sana


"Al" Alsava masih setengah tertidur belum sepenuhnya terbangun


"Hm"


"Kamu sakit" tanya Alva panik


"Enggak" jawab Alsava masih parau


"Al" panggil Alva


"Hm"


"Jauhkan ponsel nya dari telinga mu Al" ucap Alva dengan jelas


"Telinga" tanya Alsava bingung, tapi masih menuruti perintah Alva dengan mengarahkan ponselnya di depan wajahnya


"Selamat pagi, bidadari ku"


"Alva nggak lucu" teriak Alsava sambil menutup wajahnya dengan selimut


"Kamu cantik kalau baru bangun tidur" Alva terkekeh di seberang sana


"Nggak lucu ah, males banget sih" kesal Alsava yang kemudian mematikan sambungan terlfonnya, ternyata Alva melakukang panggilan video kepada Alsava yang tidak disadari oleh Alsava sedari awal


*New York*


Masalah di cabang perusahaan merupakan masalah yang lumayan rumit, begitu banyak kekacauan yang terjadi kali ini, proyek di New York yang tengah dikerjakan benar benar kacau, bahkan seorang yang sangat dipercaya oleh Alva justru berhianat dan menggelapkan dana proyek, membuat Ava kelabakan


Butuh waktu lama untuk Alva juga tim nya untuk membereskan segalanya, bahkan setelah sampai di New York, Alva sama sekali tak istirahat dan langsung terjun menangani proyek tersebut


Banyak client yang protes karena masalah tersebut, bahkan banyak yang menggugat perusahaan Alva jika mereka tak segera menyelesaikan masalah kali ini


Setelah berpuluh-puluh jam mereka menangani kekacauan kini Alva bisa merasa lega, karena berangsur-angsur masalah yang dihadapi membaik walaupun belum sepenuhnya membaik


Alva juga seluruh timnya kembali ke hotel untuk merehatkan tubuh lelah mereka, kini waktu hampir menunjukkan tengah malam, Alva kini telah sampai di kamar hotelnya, dengan segera dia merebahkan tubuh nya


Alva mengecek ponselnya, ternyata tak ada panggilan masuk dari siapapun, dengan lelah Alva mendial di nomor ponselnya, Alva menelfon Alsava, dia begitu merindukan suara indah dari kekasihnya itu, beberapa hari tak bertemu nyatanya dia sangat merindukan wajah cantik gadisnya


Alva begitu senang bisa mengobrol dengan Alsava, tapi terdengar nampaknya Alsava tak menyukai dirinya yang tengah menelfon membuat Alva sedikit kecewa bercampur marah


Tapi tak berapa lama Alsava memarahinya, kalau dia menelfon terlalu larut untuk waktu New York membuat Alva tersenyum kecut, tapi tak berapa lama Alsava justru mematikan sambunga ponselnya

__ADS_1


Karena tubuh lelahnya mau tak mau Alva secara tak sadar memejamkan matanya dan langsung tertidur hingga pulasnya, tubuh yang lelah membuatnya cepat terbang ke alam mimpi


__ADS_2