Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Mengisi Energi


__ADS_3

Seharian menyiapkan party nyatanya begitu melelahkan, meskipun dibantu dengan semua karyawan ku, tapi rasa lelah itu tetap saja ada


Aku begitu senang, karena acara malam ini sukses tak ada hambatan satu pun, bahkan semua pengunjung juga teman-teman ku menikmati party yang kami persiapkan


Setelah mengantarkan Nara kerumahnya aku memilih untuk pulang keapartement ku, rasanya aku ingin segera merebahkan tubuhku dan terbang kealam mimpi, hanya sekitar 15 menit aku sampai dari rumah Nara ke apartement ku


Drrrtt Drrrt


Ponsel ku bergetar, dengan cepat aku melihat siapa yang menelfon ku, ternyata nama Mama yang tertulis disana


"Halo Ma, Assalamu'alaikum" ucap ku sambil berjalan masuk kedalam gedung apartement


"Wa'alaikumsalam, gimana hasil sidangnya sayang?" ucap mama menanyakan hasil sidang kemarin


"Alhamdulillah sukses Ma!" jawabku


"Kamu ini ya, bukannya langsung menghubungi Mama kasih tahu gimana hasilnya, ini malah Mama yang telfon duluan" omel Mama diseberang sana


"Ma,,,, Mama sama Papa kemarin malam sama sekali nggak bisa dihubungi, kenapa coba?" tanya ku agak kesal


"Eh iya, kemarin habis temani papa kamu ada urusan bisnis, baru aja sampai tadi pagi" jelas Mama


"Bukan salah Alsa dong, kan Alsa udah coba telfon Mama sama Papa" sanggahku


"Iya iya, Mama minta Maaf, tapi kan bisa telfon hari ini?" ucap Mama yang masih kekeuh minta penjelasan karena tidak dihubungi terlebih dahulu


"Iya,! Alsa juga minta maaf, hari ini Alsa ajak semua temen Alsa buat ke cafe"


"Jadi Alsa harus menyiapkan semuanya, ini Alsa juga baru aja pulang" jelas ku pada Mama


"Acara apa sayang?" Mama malah bertanya


"Tuh kan, pasti Mama lupa hari ini apa?" tanya ku


"Hari apa memangnya?" Mama justru balik bertanya


"Selain perayaan karena udah dapat gelar sarjana, sekaligus hari ini kan hari ulang tahun berdirinya Al Cafe ke 4 Ma....!" Ucap ku


Kudengar Mama disana sedikit kaget mendengar penuturanku, mungkin mama memang benar-benar lupa, karena memenag beliau tidak pernah ikut andil dalam mendirikan cafe yang kubangun


"Ya ampun sayang, kenapa nggak bilang ke Mama,, tahu gitu kan Mama nggak ikut Papa kemarin!" ucap Mama


"Nggak apa-apa Ma, lagian semua nya sukses kok" jawabku senang

__ADS_1


"Ya udah,, Mama lega dengernya" kata Mama terlihat lega


"Kapan kamu mau pulang kerumah sayang" tanya Mama padaku


"Nggak bisa sekarang deh Ma, mungkin satu minggu lagi aku pulang"


"Mmmm... Atau kalau enggak tunggu dua bulan lagi setelah wisuda hehe" goda ku pada Mama


"Hush, Mama culik nanti kamu kalau nggak mau puang" gertak Mama


"Ihhh, Mama apaan sih, pake culik anaknya segala" kata ku sambil merajuk


"Ya habisnya, kamu nggak kangen apa sama Mama sama Papa juga hmm?" tanya Mama


"Hehehe iya iya Ma, satu minggu lagi Alsa pulang deh, soalnya ada yang mau Alsa urus dulu dikampus ya" alibiku


Sebenarnya sudah tak ada lagi alasan untukku tetap berlama-lama berada diapartement, tapi aku masih tak ingin pulang kerumah, karena pada akhirnya aku akan masuk keperusahaan Papa jika aku pulang, dan itu membuatku semakin malas untuk pulang kerumah


"Ya udah, kamu buruan istirahat ya sayang" ucap Mama yang terdengar sedikit kecewa


"Iya ma, Assalamu'alaikum" kata ku menutup panggilan


"Wa'alaikumsalam" jawab Mama diseberang sana


Lucu melihat gaya nya yang biasa cool tapi sekarang seperti anak ayam kehilangan induknya, aku mencoba menahan tawa ku, tapi seketika rasa kesal merasuki hati ku, entah kesal karena apa, yang jelas aku merasa sangat kesal saat melihat nya disini


"Awas" ucap ku dengan ketus mengusirnya agar bergeser dari depan pintu kamarku


Mendengar aku yang mengusirnya, seketika dia berdiri menghadap ku, tapi bukannya bergeser dia justru menutupi pintu apartement ku dengan tubuhnya


"Awas, aku mau masuk" ucap ku lagi dengan nada yang lebih tinggi


Diapun bergeser dari pintu, memberiku ruang untuk mendial password apartement ku agar terbuka, dengan kesal aku masuk kedalam apartement


Grep


Aku tersentak kaget saat kurasakan kedua tangan kekar merengkuh pinggangku, kurasakan hembusan nafasnya saat kepalanya tepat diletakkan dipundakku


"Sebentar" katanya lirih


Aku berusaha memberontak dari rengkuhannya, tapi apalah daya tenagaku yang kecil dibanding dengan tubuhnya yang kekar itu


"Apasih" ucapku kesal dan masih berusaha memberontak

__ADS_1


Aku kaget saat tubuhku dengan cepatnya dibalikkan menghadap dirinya, dipandanginya aku dengan lekat, membuatku merasa malu karena diperlakukan seperti itu, karena malu aku menundukkan kepalaku agar dia tak lagi menatapku seperti itu


Lagi-lagi aku direngkuhnya, kurasakan rengkuhan kali ini lebih erat dari sebelumnya,


"Kenapa?" tanya ku membalas pelukannya


Bukannya menjawab dia hanya diam seribu bahasa dengan aku yang masih dipelukannya, kuusap punggungnya pelan, ada rasa lelah kurasakan dari dirinya,


'Mungkin dia butuh teman' batinku dalam hati


Setelah lama kami berpelukan dia melepas pelukannya, lalu menarikku menuju sofa dan mengajakku duduk disana


Lagi-lagi dia memelukku dan meletakkan kepalanya diceruk leherku dengan tangannya dipinggang kecilku, membuatku semakin kebingungan karena tingkah lakunya


"Biarkan aku seperti ini sebentar" bisiknya lirih


"Aku ingin mengisi energi ku yang hilang" katanya semakin mengeratkan pelukannya


"Ada apa?" tanyaku menyentuh lengannya. Dia hanya menggelengkan kepalanya


"Kamu udah makan malam?" tanya ku, Lagi-lagi dia hanya menggeleng lemah


"Mau makan?" tanyaku lagi, yang hanya dijawab dengan anggukan


"Aku masak makan malam dulu buat kamu ya" ucapku yang hendak beranjak dari dudukku, namun ditahan olehnya


"Al!" ucapku sedikit kesal


"Aku memang lapar, tapi aku ingin mengisi energiku sebentar" ucapnya membenamkan wajahnya


Aku yang masih bingung hanya menuruti permintaannya, cukup lama dia memelukku, hingga kudengar dengkuran halus keluar dari dirinya, dia tertidur sambil memelukku. Kutepuk pelan lengannya agar dia lebih terlelap lagi dalam tidurnya, mungkin dia kelelahan, begitu batinku


Kurebahkan tubuhnya dengan pelan disofa mengingat pundakku yang sudah bertambah pegal karena menahan berat badannya yang tak seimbang denganku, aku berjalan menuju kamarku mengambil selimut yang biasa dipakai oleh Kaila yang biasa menginap diapartement ku


Kuselimuti tubuhnya untuk menutupi tubuh besarnya, dan kuusap pelan kepalanya, dia begitu terlelap sampai tak bergerak saat ku usili dengan mentoel toel wajah tampannya


"Sebegitu lelah nya kah sampai dia tidur disini" ucap ku pelan


Kulihat wajah tampannya yang polos tanpa kepura puraan, dia begitu manis seperti bayi saat tertidur seperti ini


Cup


"Selamat tidur" kata ku mengecup singkat pipinya

__ADS_1


Dengan malu aku segera berlari kedalam kamarku untuk membersihkan diri dan segera tertidur karena badanku yang begitu lelah seharian


__ADS_2