
Hari sudah beranjak malam namun Alva begitu enggan untuk beranjak dari tempat duduknya, bahkan setelah makan siang dia memilih untuk mengerjakan yang bisa dikerjakannya dicafe, Raefal begitu dibuat heran dengan tingkah laku sahabatnya itu
Raefal juga lebih memilih untuk kembali kekantor setelah pertemuannya dengan client siang tadi, karena ada beberapa pekerjaan yang harus segera diselesaikannya
Entah apa yang difikirkan Alva saat ini, dia pun juga bingung apa yang dilakukannya sekarang, bahkan dia tak tahu alasan mengapa dia sampai melakukan hal sampai sejauh ini
Dia begitu menyukai saat melihat gadis itu tersenyum ramah, juga dengan interaksinya bersama dengan rekan kerjanya membuatnya senang bila berlama-lama memandang wajah cantik gadis itu.
"Kenapa dia begitu manis" ucap Alva lirih
Suara alunan musik menggema dipenjuru cafe, menambah suasana semakin nyaman. Alva tak begitu menghiraukan alunan musik yang ada didalam cafe, dia begitu menikmati berlama-lama memandang wajah cantik Alsava yang menurutnya makin hari semakin bertambah
"Mau sampai kapan kamu disini Al" ucap Raefal membuyarkan lamunan Alva yang tengah memandang kearah lain
Ya.. Raefal kembali ke cafe karena sedari siang setelah pertemuannya dengan client ditekturnya itu tak menunjukkan batang hidungnya lagi kekantor
Raefal ingat kalau alva membawa semua pekerjaannya dan dibawanya dicafe untuk dikerjakan disana. Dan benar saja, saat raefal kembali ke cafe alva masih ditempat yang sama. Bahkan saat ini dia seperti orang gila karena tersenyum
Alva bahkan mengabaikan tatapan para wanita yang menatap kagum padanya. Apalagi saat tersenyum seperti itu membuat kadar ketampanan alva bertambah berkali-kali lipat
"Kukira kamu sudah pulang ke rumah atau ke apartement"
"Nyatanya kamu masih menetap disini" raefal menggelengkan kepalanya
Alva masih acuh menatap gadis disebrang sana tanpa mau menjawab atau menanggapi celotehan raefal yang mulai kesal
"Ayo lah. Sudah berapa lama kamu berada disini?"
"Apa kamu nggak punya rencana untuk pergi dari tempat ini?" gerutu raefal
"Hmm, aku lapar, kita pesan makan lalu kita pulang" jawab Alva sambil berdehem yang diangguki oleh Raefal.
"Alasan" cibir Raefal
"Aku memang lapar.. Aku disini juga bekerja kau tahu" elak alva
"Ya.. Ya.. Terserah apa mau mu" raefal memilih mengalah
Berurusan dengan pria yang tengah jatuh cinta tak akan ada habisnya. Bagaimanapun juga dia akan tetap kalah jika berdebat dengan orang yang tengah dimabuk cinta
Mereka pun akhirnya memesan makanan untuk makan malam mereka. Tak berapa lama kemudian pesanan mereka datang, Raefal dibuat bertambah geleng kepala karena yang mengantarkan pesanan mereka adalah gadis yang sedari tadi diperhatikan oleh Alva siapa lagi kalau bukan Alsava
"Cafe ini begitu nyaman nona" ucap Raefal dengan sopan saat Alsava tengah meletakkan pesanan mereka dimeja
"Terimakasih tuan Rae, saya begitu senang jika anda nyaman berada disini" jawab Alsava sambil meletakkan pesanan yang dipesan oleh Alva juga Raefal beberapa saat yang lalu
"Ya, kurasa, bahkan ada seorang pria dingin yang sepertinya tengah jatuh cinta hingga dia tak ingin beranjak dari sini" ucap Raefal menggoda Alva
"Ahh, begitukah, sungguh beruntung sekali wanita itu tuan" ucap Alsava ramah, Alsava pun pergi meninggalkan mereka berdua
Dilihatnya Raefal menahan tawa melihat ekspresi yang dikeluarkan sahabatnya itu
"Apa?! Kenapa?!" ucap Raefal pura-pura bingung
"Kenapa kamu bilang seperti itu,!" ucap Alva geram
"Kenapa,! Aku benar kan. Kalau ada pria dingin yang sepertinya sedang jatuh cinta!"
"Apa kamu nggak suka, kamu nggak dengar tadi dia jawab apa!" tanya Raefal menahan tawa nya
__ADS_1
"Memangnya dia jawab apa?!" ucap Alva
"Hahhhaha, dasar." Cibir Raefal
"Dia bilang kalau sungguh beruntung wanita yang disukai oleh mu" goda Raefal
"Itu artinya kamu sudah mendapat lampu hijau darinya" ucap Raefal lagi
"Benarkah?" tanya Alva terlihat berbinar.
Raefal hanya tersenyum melihat tingkah Alva yang seperti itu. Mereka berdua pun dengan santai memakan makanan yang sudah mereka pesan, mereka begitu menikmati hidangan yang tersaji didepan mereka sambil sesekali Alva yang mencuri pandang kemanapun Alsava berdiri
Ya raefal akui, makanan yang tersaji disini sangat cocok dengan lidahnya. Meskipun masalah harga adalah kategori jauh dari style alva yang biasanya dia makan. Demi bersama dan melihat gadis pujaannya alva rela melakukan hal ini semua
Alva makan sambil sesekali tersenyum melirik Alsava yang tengah sibuk dengan pekerjaannya. Namun tak lama senyum itu memudar, Alva dibuat begitu kesal pasalnya ditempat Alsava berdiri sekarang dia tengah bersenda gurau dengan seorang pria yang begitu dia kenal, bahkan Alsava nampak begitu akrab dengannya. Pria itu kemudian kembali ketempat biasanya bernyanyi
"Tes tes"
"Hm"
"Oke,, lagu kali ini gue tunjukkan untuk seorang gadis cantik yang tengah berdiri disebelah sana!" ucap pria itu sambil tangannya menunjuk kearah Alsava, membuat Alsava membulatkan matanya
Alunan musik yang akan mengiringinya bernyanyi mulai berbunyi bait demi baitpun dinyanyikannya dengan sangat apik
"CINTA LUAR BIASA"
Andmesh Kamaleng
Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Suara indah menyapa
Geloranya hati ini tak kusangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Tulus padamu
Hari-hari berganti
Kini cinta pun hadir
__ADS_1
Melihatmu, memandangmu bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggun terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Tulus padamuu
O-o-o-oh ...
Terimalah lagu ini
Hmm ...
Dari orang biasa
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Terimalah cintaku yang luar biasa
Tulus padamu
Dengan begitu merdu dia menyanyikan lagu itu membuat siapapun yang mendengarnya begitu terpesona juga jatuh hati padanya
Tepuk tangan menggema diseluruh penjuru cafe, Alsava yang malu pun segera meninggalkan tempat dan masuk kedalam
Namun tidak dengan Alva yang kini raut wajah nya telah memerah menahan amarah, tangannya pun sudah terkepal untuk menahan emosinya yang tiba-tiba saja memuncak
Dengan kasar dia berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan cafe dengan perasaan yang bercampur aduk, Antara marah, kesal terlebih cemburu melihat gadis nya di nyanyikan oleh lelaki lain begitu sangat romantis
__ADS_1
"Urus dia" ucap Alva dingin sebelum dia meninggalkan cafe
"Mati" Ucap Raefal sambil menepuk jidatnya sendiri