Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Ingin bertemu si imut


__ADS_3

Alvarendra selalu disibukkan dengan urusan pekerjaannya. Tak jarang dia harus terbang keluar negeri untuk mengurus langsung cabang perusahaannya yang ada di New York. Rasa lelah telah menguasai tubuhnya. Tapi barang sedetik dia tak bisa meninggalkan pekerjaannya yang masih belum terselesaikan.


Hari ini Alvarendra berencana kembali ketanah air sebab masalah yang ditimbulkan sudah diselesaikannya dan dia serahkan kepada orang-orang kepercayaanya yang di new york untuk menyelesaikan semuanya. Setelah terbang hampir 22 jam lamanya. Sampailah dia di tanah kelahiran. Sopir yang menjemputnya telah sampai satu jam yang lalu dibandara, dengan penuh hormat sang Sopir membungkuk serta mengambil alih koper yang ada ditangan Alvarendra. Sopir yang menjemput Alvarendra beserta rombonganya mempersilahkan tuannya untuk berjalan terlebih dahulu dengan dikawal beberapa bodyguard untuk menjaga kenyamanan tuannya. Setelah memasuki mobil masing masing Alvarendra beserta rombongan yang ikut bersamanya ke New York kembali kekediamannya masing masing diantar oleh mobil perusahaan yang telah stay dibandara bersama dengan sopir pribadi Alvarendra.


Jalanan cukup sepi hingga tak menghambat perjalanan menuju rumah besarnya, lebih tepatnya rumah kedua orang tuanya. Rasa rindu menyelimuti dirinya, rindu pada tanah kelahirannya, keluarganya dan juga pada gadis imut yang beberapa kali ia temui. Ingin sekali Alvarendra segera menemui gadis imut yang selalu menari nari difikirannya. Bahkan hampir satu bulan lamanya dia tak bertemu dengan gadis itu. Ingin rasanya dia pergi kebutik menemui gadis itu dengan alasan mengambil setelan yang sebelumnya pernah ia pesan. Ingin sekali rasanya melihat raut wajah kesalnya setiap kali mereka bertemu. Namun sayang, dia harus menunda keinginannya tersebut karena rasa lelah lebih mengalahkan rasa rindunya.


Pintu gerbang terbuka lebar membukakan Tuannya yang baru datang. Setelah berhenti didepan pintu utama dengan sigap sang sopir membukakan pintu untuk tuannya serta mengeluarkan koper nya untuk dibawakan masuk oleh pelayan kedalam kamarnya.


Alvarendra masuk kedalam rumah besarnya yang telah dia tinggalkan beberapa minggu yang lalu diikuti oleh Raefal Assisten kepercayaanya. Di dalam rumah seorang wanita cantik telah menyambutnya dengan senyuman yang hangat. Dibawalah Alvarendra kedalam kepelukannya untuk menyalurkan kerinduan kepada anak semata wayangnya. Meskipun baru dua minggu yang lalu Alvarendra pergi keluar negeri namun rasa rindu pada anaknya akan selalu ada dihatinya.


'Rheva shalitta Wanita cantik berumur 45 tahun itu tetap terlihat cantik walau usianya telah kepala empat, wanita itu bahkan tak pernah berubah walau telah dimakan usia, tetaplah cantik, hangat, dan penyabar.'


"Mandilah, bersihkan tubuhmu lalu turun kebawah kita makan siang bersama, Mom sudah memasakkan makanan kesukaanmu" ucap mommy Alvarendra hangat dengan memeluk putra kesayangannya, ingat kalau masih ada seseorang berdiri tegap dibelakang putra nya, sang mommy mengurai pelukkannya bergantian memeluk pria yang telah dianggapnya sebagai anak nya juga


"Mandilah juga Rae, bersihkan badanmu kita makan siang bersama, bunda juga sudah menyiapkan makanan kesukaan mu, bunda tau kamu akan kemari mengantar nya pulang" ucap mommy Alvarendra hangat kepada Raefal. Yang biasa dipanggil bunda oleh Raefal, alasannya karena dia tak ingin memanggil dengan panggilan yang sama dengan Alvarendra, jadilah Raefal memanggil Mommy Alvarendra dengan sebutan bunda.


"Tapi Rae akan kembali kekantor setelah ini bunda" tolak Raefal halus


Kecewa tercetak jelas diraut wajah cantiknya hingga dia berujar

__ADS_1


"Kalau kamu tak menuruti kata kata bunda, akan ku coret kamu dari daftar kesayangan bunda beserta kesayangan ayah, dan kamu tak akan kuizinkan lagi masuk kedalam rumah ini kalau kamu berani meninggalkan rumah ini sebelum mencicipi hidangan yang bunda siapkan" tutur Bunda dengan tegas penuh penekanan dan berlalu meninggalkan Raefal yang mematung mendengar penuturan sang bunda padanya


'Glekk' Raefal dengan susah menelan ludahnya, tak habis fikir dengan ucapan yang baru saja bunda lontarkan pada dirinya, mau tak mau diapun mengurungkan niatnya untuk kembali kekantor dan lebih memilih mengikuti perintah yang bunda perintahkan kepadanya


Melihat kejadian itu tak ayal membuat Alvarendra menahan tawanya. Ingin sekali dia menertawakan sahabat sekaligus Assisten nya itu. Melihatnya tak dapat menolak ucapan mommy nya, membuatnya lucu, terlebih akan dicoret dari daftar kesayangan mommy nya. Dia bahkan tahu sifat Raefal yang akan bersikap manja pada mommy nya. Dan dicoret dari daftar kesayangan adalah suatu kata yang keramat yang harus di dengar ditelinga Raefal. Alvarendra meninggalkan sahabatnya yang masih membatu.


Setelah membersihkan diri mereka bertiga pun menyantap hidangan makan siang yang hampir dingin karena harus menunggu kedua pria dewasa membersihkan diri. Bukan karena ritual mandi mereka berdua yang lama, melainkan sebelum mereka membersihkan diri mereka harus berdebat lama siapa dulu yang akan masuk kekamar mandi. Perdebatan mereka bukan pula karena siapa yang ingin lebih dulu membersihkan diri melainkan siapa yang ingin terakhir masuk kedalam kamar mandi. Mereka begitu ingin merebahkan tubuhnya namun mereka juga harus membersihkan diri dan menyantap hidangan yang telah dimasak oleh wanita kesayangan mereka.


Biasanya Raefal akan pergi kekamar yang biasa dia tempati karena untuk beristirahat karena bunda telah menyiapkan kamar khusus untuknya kalau sewaktu waktu Raefal menginap tak jarang pula dia akan beristirahat di kamar Alvarendra seperti saat ini. Mereka terlihat tak keluar kamar hingga hampir satu jam lama nya, dua pria dewasa itu masih sibuk berdebat, karena tak ada yang mengalah siapa diantara keduanya yang lebih dulu memasuki kamar mandi, akhirnya mereka memutuskan untuk mulai bermain game, dari suit, batu gunting kertas, hingga terakhir bermain permainan balok susun dan bagi siapa yang menjatuhkan balok dia lah yang mandi terlebih dahulu.


Tok tok tok


Ketukan pintu membuyarkan konsentrasi Alvarendra hingga dia menjatuhkan balok susun didepannya, dan otomatis Alva lah yang lebih dulu masuk kedalam kamar mandi. Terdengar suara mommy Alvarendra diluar mencoba memanggil kedua putra kesayangannya, karena sudah satu jam lebih Mommy atau bunda menunggu dan tak ada yang turun dan menyantap makanan mereka


Ceklekk


Rae membukakan pintu setelah melihat Alva masuk kedalam kamar mandi


"Sebentar lagi kami turun bunda, bunda tunggu saja dibawah" jawab Rae cengengesan dengan menyembulkan kepalanya keluar kamar.

__ADS_1


"Dasar anak nakal" geram bunda sambil menjewer telinga Rae


"Aduh aduh aduh ampun bunda ampun, kenapa Rae malah dijewer, kan sakit bun" perotes Raefal sambil berusaha melepaskan jeweran dari bundanya.


"Sudah satu jam lebih kalian sama sekali belum mandi, ngapain saja kalian dikamar" Geram bunda dengan melepaskan jewerannya. Dilihatnya telinga Rae yang memerah akibat jeweran dari bunda


"Alva yang nggak mau mengalah bunda, kalau dia mau mengalah kami sudah selesai dari tadi" protes Raefal


"Memangnya apa yang kalian lakukan dari tadi, sampai Alva nggak mau mengalah" tanya bunda menyelidik


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka, dilihatnya Alva telah berganti dengan pakaian yang nyaman


"Mandilah, jangan membuat mommy menunggu" Ucap Alva santai setelah keluar dari kamar mandi


Raefal terlihat memicingkan matanya melihat kearah Alva yang tak bersalah sama sekali, terlebih ini ulahnya karena tak mau mandi terlebih dahulu.


'Ini semua karena ulahmu yang membuat bunda menunggu hingga menjewer telingaku, kalau kau mengalah semua tak akan seperti ini, dasar' kesal Raefal dalam hati

__ADS_1


"Cepat jangan sampai mommy mengulang ucapan yang dikatakannya dibawah tadi" ejek Alva. Dengan cepat Raefal menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena tak ingin mendengar ucapan keramat dari bundanya itu.


Setelah menyelesaikan makan siangnya mereka berdua pamit kembali kekamar masing masing untuk beristirahat karena lelah telah menempuh perjalanan yang panjang.


__ADS_2