Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Tanda Tanya ?


__ADS_3

Setelah kejadian di cafe Alsava tak menampakkan lagi dirinya dicafe, bahkan sudah berhari-hari setelah kejadian itu Alsava bagaikan hilang ditelan bumi


Zachery dibuat begitu frustasi, melihat Alsava tak lagi datang kecafe seperti biasanya, apakah dia ditolak, begitu Zachery berfikir setiap harinya. Bahkan saat Zachery mencoba bertanya pada rrkan kerja yang lain selalu jawabannya sama, mereka tidak tahu


Zachery tengah duduk santai diruang staff sambil termenung meratapi nasib nya, tepukan dipundaknya membuyarkan segala fikiran yang tengah berjalan diotaknya


"Kenapa lo" ucap Siska yang telah selesai bersiap


"Ah.. Enggak" ucap Zachery kaget


"Mba sava lagi kan" tebak Siska. Zachery hanya mengangguk


"Lo nggak tahu dia dimana?" tanya Zachery


"Ya nggak lah, emang gue mak nya apa" jawab Siska


"Ya siapa tahu aja, lo chat atau telfon dia di respon gitu" ucap Zachery


"Nggak tahu, gue jarang contact mba Sava sih, emang lo nggak contact dia apa?" tanya Siska yang lagi-lagi dijawab dengan gelengan


"Nggak direspon" ucap Zachery


"Eh,, gue pinjem Hp lo dong" pinta Zachery mengulurkan tangannya


"Buat apa?" tanya siska penasaran


"Bentar doang" ucap Zachery sambil menyambar ponsel yang disodorkan padanya


Tuuutt tuuutt tuuutt


"Halo, Assalamu'alaikum, kenapa Sis?" suara lembut terdengar disebrang sana


"Halo, kenapa sis?" tanya nya lagi, karena tak ada jawaban


"Chat aja ya Sis kalau ada perlu. Mbak lagi urusan nih" ucap gadis itu terlihat buru-buru


"Assalamu'alaikum" tutup nya


Sambungan pun mati, Zachery menyerahkan lagi ponsel nya pada Siska yang tengah kebingungan


"Nggak jadi lo?" tanya Siska sambil memasukkan ponsel nya di saku


"Udah" jawab Zachery


"Udah?! lah elo nggak ngomong apa-apa main udah aja" ucap Siska lagi


"Udah ah sono kerja" usir Zachery


"Ckk. Lo aneh juga ya, kenapa nggak dateng aja tuh kerumah mbak Alsa" saran Siska


"Eh... Tapi gue nggak tahu sih rumah dia dimana!"

__ADS_1


"Coba lo tanya ke mbak Kaila deh! Mereka berdua kan sahabat baik nggak mungkin dong nggak tahu rumah mbak sava dimana" jelas Siska kemudian meninggalkan Zachery


Zachery tertawa kecut meratapi kebodohannya, padahal dia tahu apartement yang ditinggali oleh Alsava, tapi dengan bodohnya dia justru kebingungan berhari-hari. Zachery pun dengan semangat menyelesaikan pekerjaannya.


⭐⭐⭐⭐


Esok harinya


Pagi-pagi sekali Zachery pergi ke gedung apartement yang ditempati oleh Alsava. Saat tengah berjalan menuju lobbi, namun lagi-lagi dia dibuat bingung karena tak mengetahui letak lantai yang ditinggali oleh Alsava karena sewaktu mereka melakukan janji temu, dia hanya menunggu diluar


Dengan frustasi dia berjalan meninggalkan lobbi, tapi tak berapa lama dilihatnya Alsava tengah berjalan keluar dilobbi


"Alsava" teriak Zachery berlarian menghampiri Alsava yang tengah mematung


Hosh Hosh Hosh


"Akhirnya hosh"


"Akhirnya aku ketemu kamu disini" ucap Zachery ngos-ngosan


"Eh,, kenapa?" ucap Alsava kaget sekaligus canggung


"Ada yang Aku ngomongin sama kamu" ucap Zachery menetralkan nafasnya


"Eh, apa,,? tapi aku lagi buru-buru nih, gimana?" jawab Alsava


"Tapi...."


Zachery menggelengkan kepalanya,


"Ya udah kalau kamu udah senggang aja aku ngomongnya, kayaknya kamu lagi buru-buru" ucap Zachery kecewa


"Maaf ya, ya udah aku pergi dulu" ucap Alsava meninggalkan Zachery


Dengan perasaan yang kecewa Zachery meninggalkan gedung apartement yang beberapa saat yang lalu dia pijaki


⭐⭐⭐⭐


'Alsava Pov'


Aku begitu dibuat senang karena hampir satu minggu tak bertemu lagi dengan Alva, pria yang selalu membuatku kesal walaupun hanya melihat wajahnya dari jauh


Dengan semangat aku membantu karyawanku di cafe, karena hari ini aku memilih untuk datang ke cafe dari pada ke butik, sedari siang kulihat pelanggan banyak yang berdatangan dengan begitu kuputuskan untuk membantu karyawanku melayani semua pelanggan


Akupun berpamitan kepada karyawanku untuk kebelakang untuk menjalankan kewajibanku seperti biasanya


Setelah selesai aku melanjutkan pekerjaanku didepan. Seorang pelanggan terlihat melambaikan tangannya tanda ingin memesan, dengan sigap aku pun mendatangi pelanggan itu tapi setelah melihat siapa pelanggan itu semangatku mulai menyurut, aku pun mendengus kesal dengan berbagai gerutuan keluar dari dalam fikiranku, namun dengan cepat kuubah rasa kesal ku dengan senyuman karena mereka adalah pelanggan


Ya... Mereka adalah Alva dengan Raefal. Pria yang entah kenapa tak ingin ku temui. Akupun memberikan buku menu pada pria yang bernama Raefal. Kulihat Alva tengah sibuk berbicara dengan ponselnya begitu serius


Akupun mulai mencatat makanan yang akan mereka pesan naun dengan tiba-tiba Alva mencekal tanganku dan membawaku keluar dari cafe

__ADS_1


"Pulang" begitu ucapnya


Kulihat dia begitu marah, entah apa yang membuatnya marah sampai menarik tanganku hingga keluar dari cafe


"Apaan sih, pake acara tarik-tarik segala" ucap ku yang kesakitan setelah keluar dari cafe menuju parkiran


"Buat apa kamu bekerja disini Al,? apa penghasilanmu di butik kurang ha,"


"Apa sebegitu kerasnya kamu bekerja mencari uang sampai seperti ini?"


"Aku bisa menginvestasikan uangku dibutik jika kamu mau Al" ucap nya yang terlihat begitu kesal


"Ngomong apa sih kamu, kurang kerjaan" ucap ku yang tiba-tiba juga ikut kesal lalu berlalu dari hadapan Alva


Belum juga aku melangkahkan kaki beberapa langkah tanganku dengan kasar dicekal lagi oleh Alva membuat ku terlonjak kaget


"Lepas Al, pelangganku banyak didalam sana" ucap ku memberontak melepaskan cekalan tangannya


'Kenapa sih ini orang, kesambet apa ya?' batin ku


"Aku akan membeli cafe itu untuk mu, jadi kau bisa bersantai nantinya" teriak Alva tiba-tiba membuat ku membulatkan mata tak percaya


"Cihh, Untuk apa? Aku tak perlu itu"


"Apa kamu fikir aku juga akan menjual cafe itu untukmu, jangan mimpi" ucap ku kesal, benar-benar kesal


"Aku bisa melakukannya hari ini juga" kekeuh Alva


"Cihh, sudah kubilang aku tak akan menjual cafe itu padamu, walaupun dengan harga tinggi sekalipun"


"Lepaskan tangan ku" ucap ku kesal


"Kita lihat saja, pemilik cafe ini akan memberikannya padaku Al," ucap Alva lagi


"Dasar pria gila," gerutuku


"Aku tegaskan, aku tak akan menjualnya padamu" ucap ku menegaskan


"Cih... Tunggu,... Apa maksud mu" tanya Alva yang kulihat dia bingung


"Ya, kau tak perlu membeli cafe ini hanya untukku, sedangkan aku sendiri pemilik cafe ini,"


"Ah.. Sebenarnya bagus juga, bukankah sertifikatnya atas nama ku nantinya, jadi aku bisa mendapatkan uang darimu dan cafe ku tak habis melayang" ucap ku dengan sinis


"Cihh" ucap nya


"Pulanglah kalau ingin pulang, toh temanmu yang akan membayar tagihannya" usir ku dan berlalu meninggalkan Alva


"Kurang kerjaan. Arggh, aku harus berkali-kali meminta agar tak bertemu dengannya"


"Kukira dengan meminta harapan dihadapannya akan cepat terwujud"

__ADS_1


"Cihh apaan ini" gerutuku yang masuk kedalam cafe melanjutkan pekerjaanku


__ADS_2