Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Jangan Membantu


__ADS_3

Setelah kepergian Zachery, Alsava benar-benar kelabakan, pasalnya tak ada satu pun yang menggantikan posisi Zachery. Alsava juga sudah memasang lowongan untuk menjadi mengisi posisi penyanyi, namun sayangnya tak ada satupun yang melamar ke cafe


"Kenapa?" tanya Alva sambil membelai rambut panjang kekasih hatinya, saat melihat kondisi sang kekasih tak baik


"Hhuuft" Alsava mengembuskan nafasnya


"Setelah Za keluar nggak ada yang menggantikan posisi dia, cafe jadi agak sepi karena nggak ada hiburan" Alsava menggerutu sambil memanyunkan bibirnya membuat Alva menjadi gemas


"Buat aja lowongan pekerjaan untuk penyanyi!" Alva menyarankan sambil menyeruput jus nya


"Udah Al, tapi sampai sekarang nggak ada yang daftar"


"Sekarang cafe jadi agak sepi dari biasanya" jelas Alsava


"Rezki udah ada yang mengatur sayang"


"Mungkin memang lagi masanya cafe agak sepi" kata Alva mengusap lembut pipi Alsava


"Tapi tetep aja Al" kata Alsava


"Iya.. Nanti aku coba bantu ya" tawar Alva


"Nggak" Alsava menepis tangan Alva yang tengah mengusap pipinya


"Kamu kalau mau bantu selalu berlebihan, aku nggak mau" tolak Alsava tegas, pasalnya beberapa minggu yang lalu saat Alsava mengadu kalau koki nya meminta izin cuti, Alva justru memberinya koki ternama membuat Alsava kelabakan


"Berlebihan gimana?" tanya Alva pura-pura bingung


"Kamu nggak ingat kejadian kemarin-kemarin waktu kamu bantu aku"


"Itu berlebihan banget Al"


"Pokoknya aku nggak mau," Alsava menolak dengan tegas


"Semua untuk kebaikan kamu Al sayang" kekeuh Alva


"Pokoknya aku nggak mau, bisa jadi nanti kamu justru mendatangkan artis luar negeri lagi, nggak ah" Alsava yang masih tetap menolak


"Ide bagus" Alva manggut-manggut


"Al" kata Alsava sambil memberikan tatapan tajam ke Alva


Alva memilih mengalah, karena pada akhirnya Alsava akan marah-marah saat dia membantunya secara berlebihan, padahal menurut Alva biasa saja dia hanya ingin sang kekasih mendapat kenyamanan dengan apa yang di berikannya


"Kenapa ngajak ketemu diluar sih" tanya Alsava agak kesal


"Aku pengen punya waktu berdua dengan mu sayang" jawab Alva santai

__ADS_1


Saat ini mereka tengah makan siang, setelah tadi Alva secara tiba-tiba menjemputnya dicafe, membuat seluruh pengunjung cafe heboh karena kedatangan Alva


"Kan dirumah bisa, kayak biasanya" jawab Alsava enteng membuat raut wajah Alva seketika kesal


"Dirumah,!! bersama tikus kecil itu," jawab Alva menggelengkan kepalanya tanda tak setuju


"Tidak akan pernah" sambung Alva menyilangkan kedua tangan nya membentuk tanda X


"Kenapa, bukanya kalian sudah cukup dekat" Alsava penasaran


"Kasih sayang mu selalu untuk tikus kecil itu sayang, kamu selalu melupakan ku, aku cemburu" ucap Alva dengan kesal


'Cih, bahkan tikus kecil itu selalu mencoba mengambil semua kasih sayang mu saat aku bersama denganmu, membuat ku tak ada kesempatan hanya untuk berdua dengan mu' gerutu Alva dalam hati


"Dia adik ku Al, dia memang selalu manja kalau sama aku" Alsava menjelaskan


"Tapi aku cemburu Al" Alva tetap kekeuh dengan egonya


"Hhh, oke, jadi kamu mau kemana, kamu nggak kembali kekantor" tanya Alsava


"Kamu lagi-lagi mengusirku Al," Alva merajuk


"uuh, gemesnya" kata Alsava sambil mencubit gemas kedua pipi Alva


"Aku nggak ngusir kamu, aku cuma tanya, kamu nggak kembali ke kantor" kata Alsava


"Secara nggak langsung kamu mengusirku Al" Alva masih tetap merajuk


Mereka memakan makanannya dalam diam, setelah selesai Alva mengajak Alsava untuk berjalan bekeliling kota jakarta, yang terpenting sekarang Alva punya waktu berdua saja dengan Alsava tanpa diganggu siapapun juga


*Ditempat lain*


Brukk


Zachery melempar kasar dokumen yang di tangannya,


"Kenapa sesulit ini sih argh" teriak Zachery frustasi


Setelah keputusannya untuk kembali ke perusahaan, beberapa hari kemudian Zachery langsung diminta untuk mengisi posisi sang ayah untuk menggantikannya


"Ada yang bisa saya bantu pak" tawar Nina seorang sekertaris Zachery, lebih tepatnya salah satu sekertaris papanya dulu


Zachery menggelengkan kepalanya


"Panggil Daffa, suruh dia kemari" pinta Zachery, Nina pun pamit undur diri


"Lebih mudah bekerja di cafe dari pada harus bekerja dengan setumpuk berkas seperti ini" gerutu Zachery dalam hati

__ADS_1


"Ah Sa, baru beberapa minggu aku sudah rindu dengan mu"


"Kapan aku bisa keluar untuk bertemu dengan mu"


"Sedangkan semua berkas ini seolah tak ada habisnya" Zachery berbicara sambil membayangkan wajah cantik Alsava yang selalu terngiang dalam ingatannya


"Ah nggak nggak,, aku harus bisa membuktikan kalau aku bisa lebih maju lagi"


"Supaya nanti kalau aku bertemu dengan mu aku nggak perlu sungkan dengan apa yang aku punya" Zachery masih menggerutu tanpa disadari sekertaris pribadinya sudah sampai dari tadi


"Ada yang salah pak" tanya Daffa yang menyadari atasannya tengah menggerutu, membuat Zachery terlonjak dari duduknya karena terkejut


"Wahh, kayak hantu aja dateng nggak ada suaranya" ucap Zachery kesal, karena tak mendengar kapan si sekertaris sudah berada di depan meja kerjanya


"Maaf pak" ucap Daffa menyesal


"Ya udah,, sini bantuin selesaikan semua pekerjaan ini"


"Pusing lama-lama ini berkas nggak ada habisnya dari kemarin" ucap Zachery, Membuat Daffa tersenyum kecut


"Malah bengong lagi, buruan" gertak Zachery


"I-iya pak" Daffa gelagapan


Daffa yang memang sekertaris sang papa dengan sabar juga telaten mengajari Zachery hal yang tak dipahaminya, sebenarnya Zachery adalah lulusan terbaik saat semasa kuliah dulu, bahkan diusia yang masih terbilang muda dia sudah bisa menyelesaikan pendidikan S2 nya, namun karena kecintaannya kepada musik lebih dominan, Zachery memilih untuk tak melanjutkan untuk mengikuti jejak sang papa untuk terjun langsung ke perusahaan


Setelah berjam-jam bergelut dengan pekerjaannya akhirnya Zachery bisa menyelesaikan pekerjaannya walaupun dibantu dengan Daffa sang sekertaris


"Besok pagi bapak akan berangkat ke kanada"


"Ada salah satu proyek yang harus bapak tinjau dan selesaikan disana" kata Daffa menginteruksi


"Kebiasaan kamu ya" Zachery kesal, meskipun Daffa usianya lebih tua dari Zachery, tapi Zachery tak sungkan-sungkan untuk memarahi atau menyela apa yang dilakukan oleh Daffa


"Kenapa nggak bilang dari jauh-jauh hari, kenapa harus mendadak" protes Zachery kesal, pasalnya jika Daffa selalu mengkonfirmasi tanpa pemberitahuan apa-apa sebelumnya


"Maaf pak" Daffa menundukkan kepalanya


"Berapa lama?" tanya Zachery yang masih kesal


"Jika selesai secepatnya 2 minggu bapak sudah pulang ketanah air," jelas Daffa


"Secepatnya,?! kalau tidak selesai secepatnya berapa lama kira-kira" tanya Zachery lagi


"Sekitar satu atau dua bulan pak" jawab Daffa mantap


Pernyataan Daffa membuat kepala Zachery menjadi bertambah stress, pergi berlama-lama meninggalkan tanah air adalah hal yang selalu dihindarinya, tapi demi pekerjaan mau tak mau dia harus menjalankan nya, meskipun ini kali pertama dia meninggalkan tanah air selama itu setelah kepulangannya dulu setelah menyelesaikan pendidikannya

__ADS_1


"Kamu ikut" ajak Zachery pada Daffa


"Tidak pak, saya hanya akan datang beberapa kali untuk pengecekan, bapak akan datang bersama tim juga sekertaris bapak yang lain" jawab Daffa sopan


__ADS_2