Jodohku Ternyata Dia

Jodohku Ternyata Dia
Dipecat jadi assisten sekaligus sahabat??


__ADS_3

'Author Pov'


"Sepertinya kita bertemu lagi nona" kata alvarendra setelah tahu bahwa gadis didepannya adalah gadis yang sama dengan kejadian tadi pagi


"Sepertinya hari ini aku beruntung karena menemukan mu secepat ini" senyum alvarendra puas


"Jadi aku bisa menyelesaikan masalah kita yang sempat tertunda" sambungnya kemudian


"Oh maaf tuan, masalah apa ya, dan apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya alsava


Seketika wajah alvarendra berubah, dia sangat yakin bahwa dia adalah gadis yang sama, rasa kesal tiba-tiba bertambah memuncak, bukan ini jawaban yang dia mau


"Sepertinya setelah tertabrak dua kali kau jadi lupa ingatan nona, mau ku bantu mengingat" jawab alvarendra dengan membuka penutup botol mineral yang tadi sempat dia bawa


"Ah terimakasih tuan, tapi sayangnya aku tak haus, permisi" jawab alsava lalu dengan cepat melenggang pergi meninggalkan alvarendra


Alvarendra tersenyum kecut melihat gadis itu pergi begitu saja


'Sepertinya memang benar lupa ingatan' batin alvarendra dengan tersenyum.


Alsava yang pergi meninggalkan lelaki yang tadi menabraknya, jalannya cepat khawatir jika pria itu akan mengikuti dan meminta pertanggung jawaban darinya karena ulahnya tadi pagi. Alsava juga merasa bersalah karena melempar pria itu, padahal ada yang bilang 'kejahatan tak perlu di balas dengan kejahatan cukup doakan saja agar dia menjadi lebih baik'


'Agghhh bodoh nya aku' rutuk alsava dalam hati


Setelah berjalan menghampiri kedua temannya itu,


"Ayo pulang" kata alsava setelah menghampiri kedua temannya


"Kenapa tiba-tiba balik?" tanya kaila dengan bingung


"Cafe sama butik pasti lagi rame sekarang" sanggah alsava malas


"Loe lagi nggak berbuat macem-macem kan sa?" tanya kaila lagi

__ADS_1


"Udah ayo buruan, aku tadi ketemu cowok yang aku timpuk tadi pagi, aku males kalau berantem lagi sama dia, orang tadi aja aku pura-pura lupa" jelas alsava sambil menarik tangan kedua tangan sahabatnya itu agar segera bangkit.


Seketika kedua temannya tertawa terbahak-bahak mendengar cerita sahabat satu nya ini. Tak berapa lama pun akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan Mall


"Ra kamu sama aku aja, aku juga mau kebutik soalnya, aku lagi ada ide" ajak alsava ke nara


Nara pun mengangguk tanda setuju. Ketiga sahabat ini pun berpisah dengan arah yang berbeda dan tujuan yang berbeda pula. Setelah menendarai beberapa menit akhirnya mobil yang di lajukan alsava sampai di area butik miliknya. Merekapun masuk kedalam dengan di sapa oleh pekerja butik yang bekerja dengannya. Alsava pun masuk ke dalam ruangannya dan mendudukkan tubuhnya.


Alsava Pov


"Ra tolong ambilin laporan bulan ini sama bulan lalu ya!" pintaku pada Nara


Narapun mengangguk dan masuk lagi dengan membawa berkas laporan bulanan ditangannya.


"Oh iya, kasih tau juga sama anak-anak jangan pulang dulu, sama yang baru dateng suruh ke sini ya, biasa" kataku menginteruksi Nara. Nara pun mengangguk dan pergi meninggalkan ruangan ku.


Akupun asik dengan duniaku diruang kerja ku ini, memeriksa laporan bulanan seperti biasanya, senyum mengembang disudut bibirku, karena melihat laporan beberapa bulan terakhir meroket tajam. Setelah puas melihat-lihat berkas ditanganku, akupun melanjutkan dengan mengeluarkan ide-ide yang ada dikepala ku. Tak terasa waktu pun berlalu haripun sudah berganti sore. Ketukan tiba-tiba dipintu ruanganku seketika membuyarkan konsentrasi dan ide-ide didalam otakku. Masuklah Nara dan juga ke sepuluh karyawan ku. Ah iya sore ini aku berencana memberikan bonus akhir bulan pada mereka. Ya kuusahakan selalu memberikan bonus akhir bulan pada karyawan-karyawan ku. Memang tak seberapa besar dibanding dengan honor bulanan yang mereka terima, hanya sebagai ucapan terimakasih karena sudah bekerja dengan baik.


"Ini ucapan terimakasih untuk kalian semua, terimakasih karena sudah bekerja keras selama sebulan ini, dan semangat kerja untuk hari kedepannya ya" ucapku dengan memberikan amplop kepada karyawanku.


Kulihat wajah mereka berbinar. Mereka semua mengucapkan terimakasih dan juga rasa tak enak katanya karena lagi-lagi diberi bonus oleh ku dan hanya ku balas dengan senyuman. Mereka pun pergi meninggalkan ruang kerja ku juga berpamitan untuk pulang dan akan di gantikan dengan karyawan shift malam. Dan tinggalah kami berdua sekarang.


"Sa" kata Nara


"Hmm" jawabku tanpa menoleh ke arah nara karena memang aku sibuk dengan design-design yang sudah ku rancang tadi.


"Ini" kata nara sambil menggeser amplop yang tadi ku berikan juga padanya


"Apa?" kataku kesal. Bukan kesal karena nara mengganggu kosentrasiku tapi kesal karena lagi-lagi dia memberikan bonus yang kuberikan seperti bulan-bulan lalu


"Gaji ku udah cukup besar sa, jadi aku rasa kamu nggak perlu kasih aku bonus juga" katanya menjelaskan


'huuuffhhhh' kuhelakan nafasku panjang

__ADS_1


'Aku begitu tak habis fikir apa yang ada difikiran satu anak ini' batinku dalam hati, kugelengkan kepalaku dengan malas


"Ambil!. Itu emang udah ada bagiannya sendiri-sendiri. Kalau emang kamu nggak mau terima kamu bisa kasih ke orang lain tapi jangan dibalikkin lagi ke aku!" Ucapku dengan dingin. Ingin marah sebenarnya.


"Ini yang terakhir ya Ra kamu kayak gini, kalau besok-besok kamu kayak gini lagi kamu balikin bonus yang aku kasih, detik itu juga kamu aku kasih uang pesangon dan nggak usah balik lagi kesini!!" Ucapku kesal dan berlalu keluar dari ruanganku menyisakan Nara sendirian


Akupun keluar dan berpamitan ke karyawanku untuk sekedar membersihkan diri.


"Nanti kalau udah adzan ditutup aja kayak biasanya ya kalau lagi nggak ada pelanggan, jangan lupa juga kewajibannya kalian juga bisa makan-makan dulu abis itu buka lagi. Aku nanti kesini abis isya ya, mau di bawain apa?" tanya ku pada mereka


Kami memang buka sampe jam 10 malam, itupun karena permintaan pelanggan yang tidak puas jika kami hanya buka saat siang.


"Enggak deh mba, kami udah ada bonus tadi kok" kata salah satu karyawanku. Akupun mengangguk tanda paham, kusadari Nara belum juga menyusulku, ada perasaan tak enak dalam hatiku karena ku yakin ini kali pertama aku marah padanya. Saat akan kulangkahkan kaki ku menyusul keruangan kulihat dia muncul tak jauh ditempatku berdiri senyum terukir dibibirku karena nyatanya dia tak apa-apa.


"Ra buruan keburu sore, macet. Aku pecat juga nih anak lama-lama jadi sahabat" kekeh ku


Narapun berlari menyusulku menuju mobil,


"Aku nggak mau dipecat, baik jadi assisten maupun jadi sahabat. Bisa banjir nanti kamar kalau sampe itu terjadi" balasnya, kamipun tertawa dengan ucapannya barusan


Kulajukan mobilku mengantar Nara sahabat ku karena memah satu arah dengan ku menuju apartement.


"Maaf ya ra" ucapku memecah keheningan


"Buat?" tanyanya bingung


"Buat yang tadi, aku nggak bermaksud buat marah atau bentak kamu, tapi aku kesel sama ulah kamu. Besok lagi kalau emang kamu nggak mau kamu bsa kasih ke yang lain aja jangan di balikin kayak tadi sama yang kemaren-kemaren. Atau kalau enggak kamu tabung buat beli motor kek, mobil kek. Dari pada naik bis, ojek atau taksi. Kan mahal nambah biaya." Ucapku panjang lebar


"Eitss jangan berfikiran macem-macem juga ya, ntar dikira nya aku udah nggak mau antar jemput kamu lagi" ucapku menyelidik


"Padahal emang tadi kepikirannya begitu"


"jangan lupa like/suka ya kalau kalian suka sama cerita ini."

__ADS_1


__ADS_2