
'Author Pov'
"Aaaaaa" Jerit Alsava keras yang langsung terduduk lemas didepan pintu kamarnya
"Jangan mendekat Huuu"
"Jangan sakiti saya"
"Jangan sakiti saya" rancau Alsava dengan air mata yang terus mengalir dengan derasnya
"Saya mohon jangan sakiti saya"
"Saya tidak tahu apa salah saya, tolong jangan sakiti saya" tangis Alsava semakin pecah
"Pergi... Pergii...." Alsa menggelengkan kepalanya
"Mamaaaa"
"Tolong jangan sakiti saya" dengan ketakutan Alsava merancau memohon
Merasa pundaknya ditepuk yang dia yakini adalah pria yang mengikutinya membuat nyali Alsava semakin menciut.
"Aaaaaa,, jangan tolong" Rancau Alsava yang masih ketakutan
"Pergi... Pergi...."
"Al... Al" ucap seorang pria memanggil namanya dengan mengguncang pelan pundaknya
"Hei.. Ada apa, ada apa?" tanya pria itu lagi dengan panik
Alsava yang merasa mengenali pemilik suara tersebut dengan cepat membalikkan badannya dengan segera dia memeluk pria didepannya
Alsava yang masih merasa ketakutan terus menerus menangis didalam pelukan pria itu
"Alva" teriak Alsava dengan air mata yang terus membasahi pipinya
"Aku takut Al" kata Alsava sesegukan yang masih menangis
Pria itu adalah Alva, dengan kasih sayang dia membalas pelukan gadis yang tengah berada dalam ketakutan itu, diusapnya punggung gadis itu dengan lembut sambil sesekali mengusap lembut kepalanya
"Tenanglah, ada aku disini" ucap Alva menenangkan
Alva yang tak tahu apa-apa melihat sesosok gadis yang dikenalnya tengah menangis didepan pintu apartement dengan segera mendekati gadis tersebut.
Benar saja, gadis itu tengah menangis ketakutan, namun sedetik kemudia Alva merasa dikejutkan oleh sang gadis pasalnya secara tiba-tiba dia dipeluk dengan erat olehnya
"Ada apa hmm?" tanya Alva menenangkan gadis dalam pelukannya yang masih bergetar
"Aku takut Al,, aku takut" ucap Alsava yang masih dalam pelukan Alva
"Tenang oke,, aku disini, jangan takut" ucap Alva mengelus rambut panjang Alsava dengan sesekali memberikan kecupan dipuncak kepalanya
__ADS_1
"Aku takut Al,, hiks" ucap Alsa mengeratkan pelukannya
"Tenang ya,, ada aku jangan takut oke" jawab Alva sabar
Melihat situasinya saat ini membuat Alva tak nyaman. Bagaimana tidak, seorang gadis menangis didalam pelukannya sedangkan kondisinya berada diluar ruangan, membuat nya takut jika orang lain berfikir macam-macam tentangnya
"Ini apartementmu?" tanya Alva yang masih membelai rambut panjang Alsava yang diangguki kepala oleh Alsa
"Masuk dulu ya, nggak enak dilihat orang jika diluar seperti ini!" ucap Alva merendahkan suaranya
Alsa menggelengkan kepalanya membuat Alva mengerutkan keningnya
"Kenapa?" tanya Alva
"Tanganku hiks... Tanganku gemetar hiks" ucap Alsa yang masih betah di dalam pelukan Alva
"Hhhhh" Alva menghela nafasnya
"Berapa Password nya" tanya Alva ragu
Tiitt tiitt tiitt titt tittt titt
Alva mendial password yang telah disebutkan Alsa beberapa saat yang lalu
Cklekk
Pintu apartementnya terbuka saat Alva memasukkan password nya dengan benar, dengan sigap Alva menggendong Alsa untuk membawanya masuk kedalam
"Letak saklar lampunya dimana?" tanya Alva lagi karena kebingungan mencari saklar untuk menghidupkan lampu apartement yang terlihat gelap gulita, Alsa hanya menunjuk kearah tempat saklar nya berada
Seketika lampu apartement hidup saat Alva telah menemukan letak saklar lampu yang masih dalam keadaan menggendong Alsa yang masih sesegukan
Dengan hati-hati Alva menurunkan Alsa dalam gendongannya mendudukkan tubuh Alsa kesofa ruang tamunya. Saat Alva hendak beranjak menuju dapur untuk mengambikan minum, tangan Alva ditahan oleh tangan mungil Alsa, Alsa yang masih sesegukan menggeleng kuat berharap Alva tak meninggalkannya
"Kenapa?" tanya Alva menghapus air mata yang masih mengalir dipipi Alsa
"Jangan pergi hiks, aku... aku takut" ucap Alsa sesegukan
"Aku tak akan pergi keman-mana oke, aku hanya ingin kedapur mengambil air putih, satu menit oke" ucap Alva meyakinkan, Alsa dengan ragu menganggukan kepalanya
Sebenarnya Alva masih bingung dimana letak dapur sipemilik apartement tersebut, namun dengan cepat Alva menemukan dapur dan dengan segera dia mengambil air minum karena dia berjanji satu menit hanya untuk mengambil air minum
"Alva" teriak Alsa dari arah depan, serta merta membuat Alva mempercepat langkahnya
Dilihatnya Alsa masih sesegukan duduk meringkuk memeluk lututnya disofa kamar tamunya, melihat Alva mendekatinya dengan cepat Alsa berdiri memeluk pria itu dengan kuat
"Aku takut Hiks.. Hiks" ucap Alsa kembali menangis sesegukan
"Jangan kemana-mana Hiks" sambung Alsa
"Tak apa-apa oke,," kata Alva menenangkan gadis yang lagi-lagi menangis dipelukannya
__ADS_1
Alva lalu menuntun Alsa kembali duduk disofa dan memberikan air minum yang baru saja dibawanya dari dapur, namun Alsa menggeleng kuat menolak meminum air tersebut
"Jangan takut,, Aku disini" ucap Alva sambil sesekali mengecup puncak kepala Alsa dengan lembut
"Aku tak akan pergi kemanapun, lihat kamu memelukku dengan sangat erat" goda Alva namun tak diindahkan oleh Alsa sama sekali
Cukup lama Alsa menangis dipelukan Alva, dan saat itu pula Alva mencoba terus menenangkan Alsa yang ketakutan, sampai akhirnya Alsa tenang dan digantikan dengan nafas teratur tanda bahwa Alsa telah terlelap dalam pelukannya
Dengan segera Alva menggendong Alsa menuju kamarnya, Alva hati-hati menidurkan Alsa yang tertidur dengan lelapnya karena kelelahan menangis
"Cantiknya" bisik Alva menyunggingkan senyumnya saat melihat wajah polos Alsa tanpa kepura-puraan
"Bahkan setelah menangis pun, kamu tetap terlihat cantik saat ini" sambung Alva menyingkirkan rambut-rambut kecil yang menutupi wajah cantik gadis yang tengah terlelap terbuai mimpi itu
"Selamat tidur,, semoga mimpi indah" ucap Alva membenahi selimut yang dipakai gadis itu kemuadian mengecup kening Alsa singkat, Alva lalu keluar kedalam kamar gadis tersebut
⭐⭐⭐⭐
Mentari pagi seolah mengusik tidur seorang gadis yang masih berada dibawah selimut yang hangat
Wajah polos tanpa make up membuat si empunya bertambah cantik dipagi hari ini, dia mengetuk-ngetuk kepalanya pelan mengingat apa yang baru saja diingatnya
"Aduhh,,, ngapain sih pake acara mimpiin si Alva segala" ucap Alsa yang masih mengetuk-ngetuk kepalanya pelan
"Apa sih yang ada dalam fikiranku semalam, sampe berniat minta tolong sama dia ugh"
"Pake acara nangis peluk peluk segala lagi"
"Uughhhh, manis banget sih suaranya kalau lagi khawatir gitu" ucap Alsa malu-malu berguling-guling diatas tempat tidurnya
"Ihhh, hush hush, pikiran apa ini" ucap Alsa mendudukkan tubuhnya sambil mengibaskan tangan nya keudara seolah mengusir apa yang difikirannya
"Lagian kenapa malah mimpiin tu orang sih ya ampun!" ucap Alsa tak percaya
"Eh..., Tapi ini sejak kapan aku tidur disini, perasaan tadi malem aku ketakutan deh didepan pintu?" tanya nya bingung
"Ahh, bodo amat lah,,, mungkin habis nangis-nangis nggak sadar aku ketiduran disini" ucap Alsa meyakinkan
"Oh ya ampun" ucap Alsa membelalakkan matanya
"Jam berapa ini,, mataharinya udah tinggi begitu" kata Alsa beranjak dari tidurnya
"Aduhh kenapa bisa kesiangan sih,, kelewat kan subuhnya, ya ampun" Ucap Alsa kesal
Alsa kemudian keluar dari kamarnya menuju dapur untuk mengambil minum karena tenggorokannya haus, tak disadarinya sepasang manik tengah memperhatikan gerak gerik Alsava yang sejak keluar dari kamarnya beberapa saat yang lalu
Alsa yang merasa kehausan dengan segera menenggak air minum yang berada didalam kulkas tanpa peduli penampilannya saat ini seperti apa, yang dia inginkan hanyalah minum untuk mengusir dahaganya
"Good morning,.." Ucap pria itu sumringah
Uhukk uhukk uhhukk
__ADS_1
Seketika Alsa terbatuk-batuk karena tersedak, kaget mendapati seseorang menyapanya dipagi hati, seketika pula Alsa membulatkan mata nya melihat sesosok pria tampan tengah duduk dimeja makan menikmati jus ditangannya
"Kamu!"