
Alsa yang tengah memasuki kampus merasa selalu diperhatikan oleh mahasiswa maupun mahasiswi lainnya. Dilorong kampus Alsa bertemu dengan Kaila juga Nara yang telah menunggunya di lorong kampus untuk bimbingan skripsi mereka.
"Lama amat sih Sa?" tanya Kaila yang telah sampai terlebih dahulu dikampus
"Maaf,,, macet tadi dijalan hehe" jawab Alsa sambil cengengesan
"Eh,, kenapa sih mereka pada lihat kita begitu amat,, ada yang salah ya sama aku?" tanya Alsa yang penasaran menjadi pusat perhatian
"Bukan cuma loe aja, gue juga,, bahkan ni si Nara juga!" sambung Kaila kesal, dan hanya diangguki oleh Nara
"Kenapa emangnya sama kita" Alsa samakin penasaran
"Loe lagi nggak buka website jurusan ya,,?" tanya Kaila lagi
"Enggak lah,, emang ada berita apa?" tanya Alsa yang seperti orang bodoh tak tahu apa-apa. Kaila juga Nara yang geram pun sama-sama menyodorkan hp nya kearah Alsa, agar Alsa bisa langsung membaca website jurusan yang sedang ramai.
"Hah??!" Alsa kaget dengan isi didalamnya
"Kenapa ini muka kita terpasang disini sih,, lagian ulah siapa coba?" ucap Alsa tak percaya
"Kayaknya sih ulah duo macan deh Sa" ucap Nara menimpali
"Emang kenapa, apa salah nya coba, nggak salah kan kalau kita kayak gini,, lagian itu cafe milik aku apa salah nya coba ha ha?" tanya Alsa pada kedua sahabatnya itu
"Kita emang nggak kenapa-napa Sa,, Anak-anak kan nggak tahu kalau itu cafe punya elo, yang dia pengen tahu elo sama gue yang lagi jadi pelayan disana!" geram Kaila
"Iya Sa,, mereka kan yang paling nggak suka sama kita, mungkin mereka pikir dengan mereka mengirimkan foto kayak gini kita bakal malu kali" kata Nara
"Pantes aja, kemaren gue lihat ada banyak anak kampus kita yang mampir kecafe" pekik Kaila
"Bukannya emang banyak ya anak dari kampus kita yang mampir ke cafe, tiap hari bukannya?" tanya Nara penasaran
"Eh, emang iya, maksud gue anak dari jurusan kita, dari kemaren banyak yang dateng ke cafe, ya yang lain juga sih" timpal Kaila
__ADS_1
Mereka bertiga akhirnya tak menghiraukan apa dan mengapa alasan kedua teman sekelasnya itu sampai memasang foto dirinya juga Kaila saat sedang melayani pelanggan mereka. Setelah mereka selesai bimbingan ke dosen pembimbing masing masing mereka yang lapar memilih pergi ke kantin kampus untuk mengisi perut mereka.
Dikantin mereka bertiga memesan bakso dan juga jus jeruk sebagai minumannya.
Saat mereka tengah asik menyantap makan siangnya, tiba-tiba Alsa dikejutkan dengan orang yang secara sengaja menumpahkan minuman sehingga mengenai kaki Alsa
"Oops, maaf" ucap Jovita pura-pura bersalah
"Aduh, gimana sih Jo, jangan ditumpah-tumpahin, kasian" Friska menimpali
"Kasian kalau harus bersih-bersih disini, dia kan lagi dikampus bukan dicafe" Sambung Friska terkekeh
"Jadi bener kalau loe sama loe yang udah masukin foto kita ke website jurusan ha" ucap Kaila kesal dengan menunjuk Friska juga Jovana
"Emangnya salah kita apa sih Jo, Fris, sampai kalian tega sama Kaila juga Alsa, kita juga nggak pernah gangguin kalian kan?" timpal Nara yang sedari tadi diam tak bersuara
"Kita berdua nggak gangguin kalian, kita cuma mau meramaikan website aja karena udah lama sepi, Oops, alhasil jadi ramai kan, seramai cafe kalian" ucap Jovana sinis
"Udah, kalian ini udah pada gede, udah hampir sarjana tapi masih aja kayak anak kecil, masih ribut-ribut didepan umum, nggak malu apa?" ucap Alsa menengahi yang sejak tadi diam tak bersuara
Berbeda dengan Jovana yang nampak kesal karena Alsa bersikap biasa saja padahal mereka bedua telah mencoba membuat Alsa dkk malu
"Makasih deh sebelumnya, secara nggak langsung kalian udah mempromosikan cafe kita, makasih juga ya, karena ulah kalian udah bikin cafe tambah rame." Ucap Alsa dengan santai
"Makasih semuanya yang udah pernah mampir ke Al cafe, jangan sungkan untuk sering-sering datang kesana ya, kami baru saja meluncurkan menu baru yang dijamin cocok dilidah juga kantong kita" teriak Alsa mempromosikan cafenya
Jovita maupun Friska yang melihat itu semakin geram, benar faktanya bahwa niatnya ingin membuat malu tapi malah membuat cafe yang ditempati Alsa makin tambah rame
"Yuk, udah selesai juga kan makannya" ajak Alsa santai, dan berlalu meninggalkan kantin kampus
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan kantin, dan keluar kampus dengan mobil masing-masing
Kaila yang setelah selesai pun kembali ke cafe diikuti oleh Alsa juga Nara yang berada dimobil yang sama. Setelah sampai dicafe, benar saja, didalam cafe ada banyak sekali pengunjung yang dari mahasiswa mahasiswi dari kampus mereka.
__ADS_1
Alsa yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Karena dia terlalu lelah untuk mengurusi hal yang menurutnya tak penting. Akhirnya Alsa memilih memasuki ruangannya diikuti oleh Kaila juga Nara. Mereka sama-sama merebahkan tubuhnya di sofa ruangan Alsa yang bisa dibilang luas itu.
"Emang kenapa sih kalau kita para mahasiswa kerja jadi pelayan cafe dan semacamnya?" tanya Nara
"Udah lah Ra, nggak usah dipikirin, mungkin mereka emang lagi mampir aja, toj mereka sama sekali nggak gangguin kita kan!" jawab Alsa
"Emang dasar mereka aja yang kebangetan Sa!!! masak iya foto kita dipajang di website jurusan, untung aja nggak dipajang di website kampus" kesal Kaila
"Bagus dong" ucap Alsa
"Apanya yang bagus coba?!" tanya Kaila bingung
"Ya bagus, kalau dipajang di website kampus siapa tau aja makin rame ini cafe kita, hehe" canda Alsa
"Ngawur, gue mah ogah jadi bahan tontonan," sanggah Kaila
"Eh,,! gimana udah ketemu sama tu cowok ganteng?" Tanya Kaila penasaran
"Siapa? semua cowok ganteng kali" Alsa balik bertanya
"Itu yang kata loe ngasih tahu ada barang yang hilang, udah ketemu belum?" Tanya Kaila lagi
"Udah" jawab Nara
"Hah udah?" tanya Kaila kaget, pasalnya dia memang baru mengetahui fakta itu, dan hanya diangguki oleh Alsa malas
"terus terus, jadinya apa yang hilang?" Kaila yang bertanya dengan penasaran
Alsa hanya mampu menghembuskan nafasnya secara kasar karena tiba-tiba dia kesal pasal hilangnya barang tersebut
"Udah, malahan sampe di beliin ice cream segala sama tu cowok" Goda Nara
Kaila yang tak mengetahui apapun merasa bingung,, pasalnya Alsava sama sekali belum menceritakan hal yang terjadi pada dirinya kepada Kaila,
__ADS_1
Dengan berat hati Alsa menceritakan kejadian beberapa hari yang lalu kepada Kaila, dan sontak saja Kaila tertawa terpingkal-pingkal karenanya